Promise MAPLE

Promise MAPLE
Prolog


__ADS_3

"You meet thousands of people and none of them tally mean anything to you. And the you meet one person and your life is changed forefer.." (Azka Samudra)


"I wanna respect everybodys opinion, but some peoples opinions are just so terrible.." (Allystia Delila Mariska)


...***...


Suara seretan langkah kaki memasuki pendengarannya, tidak peduli dengan orang-orang yang berlalu lalang menikmati musim gugur, gadis itu masih menikmati kesendiriannya dengan menepi ke sisi jalan. Duduk bersandar pada pohon maple yang berguguran, memandangi orang-orang yang tertawa dengan pasangannya. Bahkan ada yang beriringan dengan keluarga.


Gadis dengan surai hitam itu menunduk. Menepuk dada beberapa kali dengan kepalan tangan saat rasa sesak di dalam sana kian membara.


"Kau tak berniat kabur dari rumah mu bukan?"


Suara itu membuat tangisan gadis kecil itu lenyap. Mendongak. Sepasang mata dengan netra sebiru samudera berkilau terang di terpa sinar matahari menyambutnya. Senyum lebar yang diperlihatkan laki-laki di depannya membuat kening gadis itu berkerut. Pipi yang menyerupai bakpao itu kini sudah berwarna kemerahan karena terlalu lama di bawah sinar sang surya.


Laki-laki di depannya mengetuk jari di dagu, keningnya mengernyit seperi tengah memikirkan sesuatu. "Coba ku tebak, kau sudah lama disini bukan?"


"Hmm.. Ya."


Mata lelaki itu berbinar. "Wah tebakanku benar ya?" Ia tertawa kecil. "Daddy pernah mengatakan kalau aku akan menjadi pengusaha sukses karena kecerdasan ku. Apa kau juga bercita-cita jadi pengusaha?"


"Hm? Tidak."

__ADS_1


Lelaki itu ikut duduk di atas rumput. "Waahhh sayang sekali. Padahal aku ingin mengajak mu bekerja sama suatu hari nanti." Lelaki itu kembali berfikir. "Aku punya ide! Bagaimana kalau kau menjadi sekretaris ku saat besar nanti. Kata Daddy aku harus punya sekretaris untuk membantuku dalam hal pekerjaan, apa kau mau?"


Gadis itu tampak berfikir, mencerna maksud lelaki yang mungkin terpaut empat tahun dari usianya. Sebenarnya ia tak mengerti apa yang dikatakan oleh lelaki itu. Hmm sekretaris? Apa itu?


"Aku membantu mu dalam bekerja?" Tanyanya memastikan.


"Ya. Kau akan ikut kemana aku pergi bekerja, seperti Mommy yang selalu ikut kemana Daddy bekerja." Jawabnya antusias.


"Kemana pun?"


Lelaki itu mengangguk cepat. "Kemanapun. Amerika, Dubai, Indonesia, Singapura, dan negara lainnya. Kau mau? "


"Baby boy, ayo, kita harus pulang, Grandma sudah tiba di mansion!"


Teriakan itu mengalihkan perhatian kedua manusia yang sedang merayakan kebahagiaan itu. Seorang wanita paruh baya dengan pakaian glamor berdiri di sebelah mobil mewah dengan pintu terbuka. Menampilkan siluet paruh baya yang sudah siap di balik kemudi.


"Siap Mommy." Lelaki itu mengacunkan jempolnya. Ia kembali mengahadap gadis yang masih duduk lesehan di depannya. "Mommy ku sudah memanggil. Aku harus pulang, kau juga kembali ke rumah ya. Jangan berkeliaran sendirian. Kata Mommy tidak baik, nanti di culik."


Gadis itu mengangguk.


Lelaki itu mengambil daun maple yang ada di dekatnya. "Ini untuk mu. Kata Daddy daun maple mempunyai arti kesetiaan, kau harus setia pada ku. Mengerti? Aku akan menjemput mu suatu hari nanti."

__ADS_1


Lelaki itu berdiri. Mengembangkan senyum perpisahan yang merasuki ruangan bernama kenangan. Setelah itu, ia mulai berlari kecil menghampiri wanita paruh baya yang memamerkan senyum menawan menyambut putra semata wayangnya.


Meninggalkan gadis itu yang masih menggenggam daun maple sembari memperhatikan lelaki itu yang mulai memasuki mobil. Dan tak lama, mobil itu telah berlalu membawa lelaki yang telah berjanji akan menjemputnya. Suatu hari nanti.


*****


Wahhh..


Selesai nulis prolognya, capek juga ya mikir.


Pusing alurnya mau di kemanain.


Jangan lupa follow akun ku ya.


@Mentari Jingga07


vote dan coment sebanyak-banyaknya ya!!


hahaha..


Terimakasih

__ADS_1


__ADS_2