Promise MAPLE

Promise MAPLE
Hari Berat


__ADS_3

...Happy Reading Guys.....


...Yang mau berteman di Ig, jgn lupa follow ya mentarijingga07...


...Oopss jangan lupa follow akun ku ya.....


...***...


Tok tok tok


"Masuk!"


Pintu yang terbuat dari besi itu perlahan terbuka. Seorang lelaki yang mengenakan Jas mahal berwarna hitam tampak masih menekuni pekerjaannya, tanpa melihat siapa yang telah masuk ke ruangan kebesarannya itu.


"Ada apa Rudy?" Lelaki itu akhirnya membuka suara saat orang yang memasuki ruangannya hanya terdiam. Meski ia tak mendongak melihat siapa yang datang, ia sudah dapat menebak bahwa asisten pribadinya lah yang membuka pintu berwarna hitam itu.


"Saya ingin mengingatkan anda untuk pesta pembukaan cabang besok malam yang ada di Indonesia Sir." Lelaki bernama Rudy itu menjelaskan sambil menunduk menatap ubin di bawah kakinya. Tidak berani menatap langsung pada CEO yang masih enggan mengalihkan tatapannya dari kertas-kertas putih yang di hiasi tinta hitam dengan berbagai tulisan itu.


"Hmm. Kau urus saja semuanya Rudy!"

__ADS_1


"Baik Sir. Saya permisi." Lelaki berusia kepala tiga itu undur diri setelah dapat anggukan dari Bosnya.


Setelah pintu tertutup, lelaki yang menjabat sebagai CEO perusahaan property itu menghela nafas. Ia bukan lelaki dingin seperti karakter-karakter tokoh CEO di dunia telenovela. Hanya saja, ia tidak mudah percaya pada orang lain yang belum terlalu dikenalnya.


Ia juga bukan lelaki arrogant, yang hanya bisa menyuruh-nyuruh karyawannya. Hanya saja, kadang ia harus bersikap tegas agar karyawannya menghormatinya. Tapi, ia juga bukan Bos yang gila hormat, ia melakukan itu hanya untuk membuat karyawannya tak semena-semena.


Baru saja lelaki itu ingin kembali melanjutkan pekerjaannya, alunan lagu dari Maroon 5 yang berjudul Memories mengalun mengisi kekosongan ruangan yang di dominasi warna gold itu.


Mommy is calling...


Melihat nama yang tertera di layar handphone 6,1 inci itu, lelaki itu segera menggeser tombol hijau. Meletakkan handphone di telinga sebelah kiri, dengan tangan kanan yang mulai membalik kembali berkas-berkas ber-map di depannya.


"Ada apa Mom?" Tanyanya sebelum wanita paruh baya yang telah berjuang melahirkannya itu membuka suara.


"Bukan begitu maksud ku Mom.. Oke, aku salah." Lelaki itu mengehela nafas sejenak. "Apa kabar Mommy?"


"God, aku sangat merindukan mu son. Kapan kau menjenguk wanita tua renta ini, hmm? Apa pekerjaan mu masih banyak?"


"Maafkan aku Mom, akan aku usahakan secepatnya mengunjungi Mommy dan Daddy."

__ADS_1


"Yeah, bulan kemaren kau juga mengatakan hal yang sama nak. Tak apa, Daddy dan Mommy menunggu kedatangan mu disini."


"Mommy, maafkan aku." Perasaan lelaki itu tak enak, sudah sering ia mengatakan akan pulang secepatnya kepada sang Ibu, tapi sampai sekarang ia belum pernah melangkahkan kaki ke dalam rumah yang penuh kebahagiaan itu.


"Tak apa nak, Mommy mengerti keadaan mu. Jangan terlalu bekerja keras son, Mommy tidak mau kau sakit. Mengerti?"


"Yeah Mom, aku sangat menyayangi mu."


"too nak. Mommy ingin pergi ke butik dulu. Hati-hati baby boy."


Panggilan terputus. Lelaki itu menghela nafas sekali lagi. Hari ini terasa berat. Mungkin setelah dari Indonesia, ia bisa langsung terbang ke Kanada untuk mengunjungi kedua orang tuanya.


*****


...Yeyy.....


...Akhirnya selesai juga.....


...INGAT!!...

__ADS_1


...JANGAN LUPA FOLLOW AND COMMENT YA!!...


...HEHEH.....


__ADS_2