Promise MAPLE

Promise MAPLE
Pertemuan Pertama


__ADS_3

Selamat menikmati Mamas Azka..


"Rudy, kita ke butik yang kemaren! Saya mau beli dress untuk Mommy." Suara berat Azka memecah keheningan di dalam mobil hitam metalic itu.


"Baik, Sir." Rudy mengangguk mengerti.


Azka kembali berkutat dengan email-email yang masuk ke tab-nya semenjak ia meninggalkan kantor. Ia tak bisa lepas terlalu lama dari tab-nya karena harus menghandle pekerjaan karyawan di perusahaannya selama ia tak ada.


"Sir, kita telah sampai."


Azka mengalihkan tatapannya ke jendela mobil, Allystia's boutique. Ia mengangguk, kemudian turun dari mobil setelah Rudy membuka pintu mobil untuknya.


Lagi-lagi ia bertemu dengan resepsionis yang kemarin.


"Ada yang bisa kami bantu, tuan?"


"Saya mau dress panjang yang glamour."


Dini mengangguk. Ia kembali memanggil temannya untuk melayani pria bule yang menjadi bahan ghibah mereka semenjak lelaki itu menginjakkan kakinya pertama kali di butik.


"Mari ikut saya tuan."

__ADS_1


Azka mengikuti gadis itu. Gadis ini bukan gadis yang melayaninya saat membeli jas kemaren.


"Ini beberapa dress rancangan dari butik kami tuan, silahkan di lihat-lihat dulu."


Azka memperhatikan jejeran dress yang tergantung di dalam lemari kaca. Ia masih heran, kenapa semua baju-baju disini di letakkan di dalam lemari kaca.


"Saya boleh bertanya?"


Gadis itu mengangguk cepat. "Boleh tuan, silahkan!"


"Kenapa baju-baju di sini di pajang di dalam lemari kaca? Kenapa bukan seperti butik-butik lain yang di pajang di sebuah patung?" Azka akhirnya menyuarakan kebingungan nya semenjak ia memasuki butik ini dua hari yang lalu.


Azka mengangguk. "Apa saya bisa bertemu dengan pemilik butik ini?"


Gadis dengan rambut potongan sebahu itu tampak terkejut sebelum melemparkan senyuman tipis. "Tentu. Mari ikut saya ke ruang tamu."


Lelaki dengan setelan jas hitam dan kemeja maroon itu mengangguk. Ia mengikuti langkah kecil gadis di depannya.


"Silahkan tunggu disini tuan. Saya akan panggilkan mba Al dulu."


Azka mengedarkan pandangannya setelah gadis itu pergi. Rudy yang sedari tadi berada di belakangnya hanya menampilkan wajah datar.

__ADS_1


"Bagaimana menurut mu butik ini Rud?"


"Saya rasa ini butik yang luar biasa, Sir. Meski tidak terlalu besar, tetapi pelayanannya patut di acungi jempol. Desaign interior-nya juga bagus. Dan yang paling mengagumkan, baju-baju disini memiliki desain yang berbeda dari butik-butik lain." Ucap Rudy setelah mengamati keseluruhan butik dan mendengar apa yang di ucapkan karyawan tadi.


"Kau benar. Saya suka pelayanan disini. Biasanya jika kita masuk ke butik lain, karyawannya akan bertingkah memuakkan." Pungkas Azka tajam. "Kau bayar dress berwarna baby blue tadi Rud, saya suka yang itu."


Rudy segera mengangguk. "Baik Sir."


Ia melangkah meninggalkan Bosnya untuk melakukan perintah mutlak itu. Ia tak cukup keberanian untuk berkata 'tidak' jika tak ingin saat itu juga angkat kaki dari kehidupan mewahnya.


"Ada yang bisa saya bantu tuan?"


Suara merdu itu mengalihkan pandangan Azka dari tab pada mata coklat terang ada di depannya.


Azka terpaku.


...***...


...Ahhh Mana nih votenya?...


...Kok nggak keliatan??...

__ADS_1


__ADS_2