
Dengan pakaian casual-nya, seorang gadis berjalan terburu-buru di trotoar. Jam menunjukkan pukul sembilan. Ia terlambat. Andai saja tadi tidak macet, mungkin ia bisa lebih cepat. Tapi, ia juga tidak bisa menyalahkan kemacetan Jakarta yang memang tidak pernah absen setiap saat.
Dan sialnya lagi, taksi yang ia naiki mengalami masalah. Ban depan taksi bocor. Entah kesialan apa lagi yang akan menghampirinya setelah ini. Andai saja mobil-nya tidak sedang di service, mungkin itu bisa mengurangi sedikit kesialannya.
Ia sampai di depan butik dengan plakat besar terpampang di dekat pintu kaca, Allystia's Boutique. Tempang ternyaman yang pernah ia rasakan selama seperempat abad ia hidup.
Ia mendorong pintu kaca, memasuki butik itu dengan langkah pasti. Menyapa resepsionis dan kasir yang duduk berdekatan.
"Maaf terlambat, saya ada sedikit masalah di jalan." Ucap gadis itu dengan raut wajah bersalah. Ia berdiri di depan kedua gadis yang bertugas menjadi resepsionis dan kasir itu.
"Tidak apa-apa mba. Lagian siapa yang akan marah kalau mba yang terlambat." Jawab Dini dengan kekehan-nya.
"Lagian ini masih pagi mba. Butik juga baru di buka." Tambah Rere.
__ADS_1
"Hmm yeah.. Saya ke ruangan dulu. Semangat bekerja!!" Gadis itu mengepalkan tangan ke atas. Memberi semangat untuk Dini dan Rere, yang di balas dengan hal yang sama oleh mereka.
"Pagi Rena, Kirana." Ia menyapa kepada dua karyawan yang sedang merapikan baju-baju yang sudah di gantung. Kedua gadis itu menoleh dan membalas sapaannya di sertai senyuman manis.
Gadis itu membuka pintu ruangan yang terbuat dari kayu, seorang gadis dengan rok span hitam dan blous berwarna putih sedang berkutat dengan kertas-kertas di atas meja.
"Pagi Lia." Sapanya mengejutkan gadis yang bernama Lia tersebut.
"Eh? Pagi juga mba. Maaf saya tidak sadar mba sudah datang." Ucap Lia segan.
"Lagi bikin Design sketching mba. Mumpung lagi ada ide." Jawab Lia. Ia kembali berkutat dengan kertas-kertas putih itu setelah dapat anggukan dari gadis yang ia panggil 'mba'.
Gadis itu mengambil kertas yang ada di atas meja. Melihat beberapa desain yang sudah ia buat kemarin. "Hmm Lia, apa kamu sudah membuat fashion illustration untuk mempromosikan produk-produk kita yang baru?"
__ADS_1
"Sudah mba, tapi belum selesai mungkin besok atau lusa sudah jadi." Lia meletakkan kertas yang sudah ia gambar di sudut meja. Desain yang ia buat masih belum selesai, tapi ia belum tau untuk menambahkan apa saja pada gambarnya.
"Bagaimana menurut mu kalau saya membuat fashion Avan-garde?"
"Mba Al pasti lebih tau, kalau saya dan karyawan yang lain pasti sudah tau kemampuan mba sudah tidak perlu di ragukan lagi. Kami akan selalu mendukung." Lia berhenti sebentar. "Lagian desain-desain yang mba buat selalu tren di pasaran. Saya pikir, ide mba tidak buruk. Selama ini kita hanya membuat fashion chic, casual, dan classy."
"Kamu benar. Saya akan membuat hal baru, mungkin menambah dengan fashion Avan-garde dan Edgy style tidak masalah bukan?" Sahut gadis yang bernama Al itu antusias.
*****
...Hmm...
...mana nih yang udah baca cerita aku?...
__ADS_1
...Angkat tangan nya baby✋...