
Seketika y/n terjatuh dan melemas.
Bagaimana tidak, Y/n melihat jimin tidur tanpa busana dengan perempuan. Yang membuat y/n lebih sedih perempuan itu tidak asing lagi untuknya. Lily, masa lalu jimin.
"Y/n, ini tak seperti yang kau pikirkan" kata jimin lalu kembali menggunakan pakaiannya
Y/n hanya terduduk lemas dan menunduk.
Sedangkan, setelah Lily sadar ia menangis, tampaknya ia terkejut dengan keadaan waktu itu.
Y/n mencoba berdiri, Jimin menghampiri y/n setelah menggunakan bajunya kembali. Y/n tak membiarkan jimin mendekatinya. Lalu y/n menatap jimin sambil tersenyum namun matanya tidak berhenti mengeluarkan air mata.
"Aku yakin, semua orang akan menerima resiko saat mengambil keputusan" kata y/n menatap jimin
"Dan jika aku terluka hari ini, aku akan menganggap ini resiko dari keputusanku untuk mencintaimu" lanjut y/n yang masih tersenyum dengan air mata yang tak berhenti mengalir.
Jimin memegang tangan y/n yang hendak pergi..
"Lepas..aku sedang tak ingin berurusan denganmu" kata y/n lalu pergi dari hotel tersebut.
Diperjalanan, Mobil y/n mogok, hujan turun dengan sangat deras. Y/n menelepon taehyung di dalam mobil...
"Taehyung, tolong bawa miyo bersamamu untuk sementara, maaf aku merepotkanmu lagi" kata y/n
"Apa kau baik-baik saja?" tanya Taehyung
"Iya, jangan khawatirkan aku" jawab y/n
__ADS_1
Panggilan berakhir..
--------------------------------
Y/n turun dari mobilnya, dan berjalan tanpa memperdulikan hujan deras yang membasahinya.
"AA! APAKAH AKU SALAH MENCINTAINYA? AKU SALAH MEMILIHNYA?! AKU YANG SALAH? IYA AKU YANG SALAH!" Y/n berteriak di jalanan sepi menuju rumahnya.
Y/n memasuki rumah, berjalan dengan lemas. Y/n masih mengenakan pakaiannya yang basah, menaiki tangga dan naik ke kamarnya. Y/n mengemasi barang-barangnya. Turun dan berhenti di ruang tamu. Ia memandangi segala sudut rumah.
Y/n mengingat kembali kenangannya di rumah itu bersama jimin. Bagaimana mereka begadang bersama, tertawa dan menangis bersama.
"Terimakasih dan sampai jumpa" kata y/n lalu berjalan pergi.
Saat hendak pergi ia melihat jimin, Jimin menghentikannya dan berkata.
Y/n hanya terdiam..beberapa menit tiba-tiba kepala y/n pusing..
"Apa yang terjadi? Ah..pandanganku kabur" batin y/n
Y/n terdiam cukup lama, Jimin merasa aneh, saat ia melihat y/n.
"Dia pingsan?" tanya jimin
"Y/n! bangun jangan membuatku cemas! hey!" kata jimin
Jimin bergegas membawa y/n ke rumah sakit, Ah, macet! jimin sangat membenci macet di tengah keadaan seperti ini.
__ADS_1
"Ah sialan!" umpat jimin
Jimin mulai mengebut, dengan sangat cemas, Ia melihat kembali ke belakang.
"Y/n kau kenapa? AH AKU BODOH!" umpat jimin
-------------------------
-Rumah sakit-
"DOKTER! tolong istri saya" jimin langsung menggendong y/n masuk.
"Kami akan menangani istri anda" kata dokter yang keluar dari ruangannya.
"Suster bawa pasien ke ruang perawatan" lanjut dokter.
-----------------------
Jimin sangat cemas...
"Bagaimana ini? Aku sangat bodoh, Ah aku sudah mencoba mengingat kejadian itu. Bagaimana aku bisa lupa? Apa yang terjadi?" Jimin mulai frustasi.
Beberapa menit kemudian, seorang suster menghampiri jimin.
"Pak, dokter ingin bicara dengan anda" ucap suster yang menghampiri jimin.
Bersambung-----❤️
__ADS_1