
"Bagaimana keadaan istri saya dok?" tanya jimin.
"Seharusnya anda berbahagia" jawab dokter
"Maksud anda?" tanya jimin
"Istri anda mengandung umurnya baru 1 minggu, jadi saya sarankan jangan membuat dia stres dan bersedih" jelas dokter
"Benarkah? Istri saya ha-hamil?!" tanya jimin
"Iya" jawab dokter
"Aku bahagia, namun aku tak sepenuhnya bahagia, bagaimana caraku untuk berbicara padanya" batin jimin
"Pak, istri anda sudah siuman" kata suster menghampiri jimin
Jimin bergegas menuju ruang y/n.
----------------------------------
Y/n tampak turun dari ranjang dan ingin pergi dari rumah sakit.
"Hey! kau mau pergi kemana?" tanya jimin
"Untuk apa aku tetap di sebelah mu, jika kau sudah mempunyai seseorang untuk menggantikan ku!" y/n sedikit menaikan nada suaranya
"Kau sedang hamil! itu anak kita!" kata jimin
Y/n berhenti lalu berbalik menatap jimin.
"Aku tak peduli, aku bisa menjaganya sendiri" kata y/n
"Baiklah, kalau begitu tinggal di rumahku, aku yang akan pergi" kata jimin
Y/n pergi tanpa mengatakan apapun.
__ADS_1
"Aku mencintaimu, aku akan selalu ada untukmu" Jimin menangis menatap y/n yang perlahan pergi dari hadapannya.
---Y/n Prov---
Y/n terduduk di tepi ranjang sambil mengelus perutnya.
"Nak, ibu tak tau apa yang harus ibu lakukan. Ibu sangat kecewa pada ayahmu" kata y/n
"Ibu memang tak bisa berhenti mencintai ayahmu, tapi ibu akan berusaha melupakannya" lanjut y/n
-Beberapa hari kemudian
pesan masuk ke ponsel y/n.
Y/n yang sedang memasak sarapan langsung mengecek ponselnya.
pesan dari nomor tidak dikenal:
Temui aku di cafe pukul 10:00
Ini penting.
"Siapa orang ini?" batin y/n
"Aku harus memberanikan diri, mungkin dia tau mengenai masalah itu" batin y/n
-10:00
"Cafe ini? Biasa aku datangi bersama Jimin" batin y/n
"Lupakan dia! kau harus berani mengakhiri ini" gumam y/n
Y/n masuk ke dalam cafe. Melihat seorang perempuan yang duduk di tengah cafe yang tampak sepi.
__ADS_1
"Apa kau yang mengirimi aku pesan?" tanya y/n
Perempuan itu berbalik, setelah berbalik y/n terkejut melihatnya dan hendak pergi meninggalkan perempuan itu.
"Jangan pergi" kata lily
"Mau apa lagi kau?" tanya y/n sinis
"Aku sudah mencintai orang lain, aku ke sini untuk mengobrol sedikit tentang masalah di hotel, aku tau betul ini jebakan" kata lily meyakinkan y/n.
Mereka pun mengobrol..
"Bisa kau beri jimin kesempatan?" tanya lily
"Ak-" kata y/n terpotong
"Aku tau kau kecewa, tapi aku tau betul, ini hanya jebakan dari orang yang tak senang melihat keharmonisan kalian berdua" ucap lily sambil meminum kopinya.
"Lalu apa kau tau keadaan jimin akhir-akhir ini?" tanya lily
"Memangnya ada apa dengannya?" tanya y/n yang tak bisa menyembunyikan kekhawatirannya.
"Lihat..kau masih peduli padanya" jawab lily
"Ah-" kata y/n kembali terpotong
"Dia sering mabuk, aku sebagai karyawan memperhatikan bahwa dia jarang sekali datang ke kantor, ruangannya sering kosong. Kalau begini dia akan bangkrut dan hanya akan jadi pria pemabuk" jelas lily
"Apa yang harus aku lakukan?" tanya y/n
"Aku akan membantumu menyelidiki hal ini, sementara itu kau coba temui jimin dan bicara baik-baik padanya" jawab lily
"Apa kau berjanji akan membantuku menyelesaikan ini?" tanya y/n
"Kau tidak sedang menipu bukan?" lanjut y/n
__ADS_1
"Aku berjanji tak akan menipumu" jawab lily
Bersambung----❤️