
------------------------
Y/n pergi ke apartemen yang jimin tempati. Dia dengan mudah menemukan kamar jimin.
"Ha? pintunya tidak dikunci?" batin y/n
Y/n pun masuk dan melihat keadaan yang sangat tidak baik.
"Kenapa berantakan?" batinnya
"Jimin?" Y/n mencari dan memanggil manggil nama jimin
Tak kunjung ada jawaban, y/n pun memberanikan diri untuk masuk ke kamar tidur jimin.
"Jimin? hey!" y/n terkejut
Y/n terkejut melihat jimin, ia merendam dirinya di dalam bak bersama botol minuman yang tampak pecah.
"Y/n?" lirih jimin
__ADS_1
Y/n melempar tasnya dan menghampiri jimin.
"Kau gila huh?! apa ini? kau bisa terluka dengan serpihan botol ini! kau bisa sakit jika merendam diri seperti ini!" y/n sedikit menaikan nada bicaranya akibat cemas.
"Kau tak perlu datang, biarkan aku mati. aku tak bisa untuk menjaga perempuan yang aku cintai, untuk apa aku hidup" kata jimin tersenyum tipis
"Jimin, aku kesini untuk bicara baik-baik denganmu, kau tak bisa menyakiti dirimu sendiri seperti ini! ini juga membuat ku sakit! kau tau? aku tak bisa melihatmu begini! aku tidak bisa!" y/n menangis memeluk jimin
"Y/n..aku merasa bersalah.." ucap jimin lalu pingsan di pelukan y/n.
"Jimin?! ah aku harus memanggil dokter" ucap y/n lalu berusaha memindahkan jimin ke tempat tidur.
-----------------------
"Tuan jimin, waktu makan dan istirahatnya tidak teratur, dia akhir akhir ini mungkin banyak memikirkan hal yang membuat dia hampir depresi. Jika ini berlanjut, tuan jimin bisa saja mengambil keputusan bunuh diri, dan ini berakibat fatal" jelas dokter
"Apakah ada solusi menyembuhkan keadaannya yang seperti ini dok?" tanya y/n
"Mungkin nyonya harus membawa orang yang dia cintai, buat dia merasa nyaman dan jaga dia dengan baik. Aku yakin dia sedang memiliki masalah, aku tak pernah melihatnya seperti ini" jawab dokter lalu memberi resep obat kepada y/n.
---------------------------
__ADS_1
"Aku masih mencintaimu, bagaimana ini terjadi, dengan mudahnya aku mengambil keputusan yang membuat keadaanmu seperti ini. Seharusnya aku menyelidiki ini sejak awal" kata y/n mengelus kepala jimin
"Y/n..aku minta maaf" jimin mengigau
"Kau merasa sangat bersalah hm? aku juga merasa bersalah melihatmu seperti ini" kata y/n lalu mendekatkan tangannya ke arah dada jimin.
"Kau kedinginan?" y/n menyelimuti jimin
"Sebaiknya aku masak untukmu" gumam y/n hendak pergi
Saat hendak pergi, y/n terhenti karena menyadari tangan jimin memegang tangannya dengan erat.
"Y/n.." jimin kembali mengigau
Y/n kembali duduk dan mengelus kepala jimin.
"Aku tak akan pergi, jika benar ini jebakan aku tak akan bisa memaafkan diriku sendiri atas keadaanmu" kata y/n lalu ikut berbaring di samping jimin.
"Aku merindukanmu, tapi ini bukan jimin yang aku rindukan. Badanmu dingin dengan bau alkohol yang menyengat, dimana jimin ku yang wangi dan penuh tawa?" ucap y/n memandangi wajah jimin yang pucat
"Jika waktu bisa diputar, aku tak ingin salah paham seperti waktu itu. Penyesalan selalu datang di akhir. Aku menyadari, aku tak bisa berhenti mencintaimu" Kata y/n
__ADS_1
Setelah beberapa lama, y/n pun ikut tertidur di samping jimin dengan memegang erat tangan jimin.
Bersambung--🤗❤️