
4 bulan lamanya, Jimin hanya menutup matanya. Y/n duduk menggenggam tangan suaminya yang koma selama 4 bulan setelah peluru yang mengarah ke arahnya meleset, kejadian itu cukup menyeramkan dan sekarang jimin hanya menutup mata dan terbaring diam.
Sedangkan Lily sudah bahagia bersama suaminya sekarang, ia sudah menikah dengan pria yang ia cintai.
Y/n memandang jimin yang hanya menutup mata, Menggenggam erat tangan jimin yang penuh bekas luka.
"Kau tak merindukanku?"
"Peri kita akan segera lahir, umur kandunganku sudah 7 bulan"
"Apa kau tak ingin melihat adik iparmu? Mereka sedang mengandung 4 bulan"
"Berterimakasihlah pada calon peri kita, ia tidak mengeluh sama sekali saat aku sibuk mengurus perusahaan dan cafe, Miyo juga sudah mandiri,"
"Bangunlah secepatnya, you should know that i miss you so much baby" Y/n mengelus rambut jimin dengan usapan halus.
"Kau tahu? kata dokter kita akan punya 2 peri sekaligus" Y/n masih mengelus kepala jimin yang tidak kunjung membuka matanya.
"Aku mohon buka matamu jimin.."
Tangan yang masih menggenggam erat tangan suaminya yang memejamkan mata mulai merasakan gerakan. Mata tertuju ke arah tangannya, tangan yang digenggam mulai bergerak.
"### DOKTER!!"
"Tuan Jimin sudah siuman"
Ini bukan mimpi, ya bukan mimpi! Y/n sangat ingin berlari namun itu tak baik untuk kandungannya. Tentu saja ia senang, air mata menetes dari mata indahnya.
__ADS_1
"Jimin.." Y/n kembali menggenggam tangan jimin
"Apa kau baik-baik saja?" Tangan Jimin langsung menuju perut y/n yang sudah membesar
"Aku menyesal melewatkan pertumbuhan calon peri ku"
Y/n tersenyum namun air matanya tetap menetes menatap jimin yang sedang sibuk mengelus dan berbicara pada calon bayinya yang masih berada di dalam perut.
"Kau tidak merindukan ku?"
Jimin langsung menatap pada istrinya yang selama 4 bulan mengurus semua sendiri dan selalu menemaninya dalam keadaan koma. Mereka saling menatap dan air mata y/n menetes. Lagi.
"Jangan menangis,"
"Tentu saja aku merindukanmu, aku tau kau menemani ku di sini, aku tau apa yang selalu kau bicarakan"
"Maaf aku meninggalkan mu terlalu lama.."
"Aku merindukan segala tentangmu jimin,"
"Kau harus di hukum karena telah menutup mata selama 4 bulan 3 hari dan 9 jam"
Jimin terkekeh dan mengelus rambut y/n, rambut panjangnya sudah di potong sebahu. Jimin merindukan wangi ini, ia merindukan Y/n-nya.
-Rumah-
"APPA! APPA!" Teriakan miyo memenuhi seisi rumah, melompat ke arah jimin dan memeluk jimin dengan sangat erat.
__ADS_1
Terlihat bagaimana semua orang merindukan jimin, begitu juga chimmy tampaknya ia terus menempel pada jimin sama halnya seperti miyo yang tak mau turun dari gendongan jimin.
-Rumah y/n-
Y/n duduk di sofa, setelah datang ke rumah keluarga besar tentu ia lelah. Ia tak dipaksa untuk bekerja namun ia yang memaksa dirinya sendiri untuk bekerja.
"Kau lelah?"
Y/n menatap ke arah jimin yang turun setelah menidurkan miyo.
"Hanya sedikit"
"Kau tidak boleh kelelahan" Jimin duduk di sebelah y/n dan menaikkan kedua kaki y/n ke pangkuannya.
"Jangan, tidak perlu kau istirahat saja"
Jimin tidak mau mendengarkan, ia tetap memijat kaki y/n.
"Kaki mu bengkak? karena kau sedang hamil?"
"Iya, kata ibu ini sudah biasa"
"Hei kalian ber-2 jangan nakal ya, eomma sudah sangat lelah" Jimin mengelus perut y/n.
"Lihat mereka bergerak" Jimin sangat girang hanya dengan melihat gerakan pada perut y/n
"Kenapa hanya diam?"
__ADS_1
"Tidak, aku sangat senang melihatmu kegirangan seperti itu"
--Bersambung❤️