
***Happy Reading*** ***Al***🥀\*\*\*
.
.
.
.
.
.
.
"Akhhh sudahlah aku pusing!"teriak sang gadis sambil mengacak rambutnya frustasi.
Tak lama setelahnya sebuah mobil masuk kehalaman mansion itu mia sedikit bingung,ia harus melakukan apa pikirnya.
Tak lama kemudian pinti kamarnya terbuka dan menampakan peria bertubuh tinggi nan tampan siapa lagi kalo bukan leo.
"Hai gadia kecil!"sapa leo
"Kamu siapa hah?"sentak mia
"Kau tak perlu tau siapa saya yang kau perlu tau kau takkan pernah bisa kabur dari saya"seringai leo.
Leopun mendekat kearah mia.
"Kau mau apa?"tanya mia was-was akan gerak gerik leo.
Leo tak menjawab pertanyaan dari mia ia terus mendekat kepada mia sambil menyeringai dan miapun tidak bisa mundur lagi karna badanya sudah mentok ditembok.
"Kau mau apa hah?"tanya mia waspada
"Jika saya bilang saya menginginkanmu kamu mau apa"tanya leo sambil tersenyum smrik.
Setelah leo sudah dekat dengan mia leo mencengkram dagu mia. Mia meringis kesakitan.
"Cihh,lemah!"ucap leo sambil memajukan wajahnya kewajah mia,diantara merekapun tak ada jarak lagi bahkan hidung mansung merekapun sudah bersentuhan.mia yang ketakutanpun berusaga bertanya kembali.
"Kau mau apa! Dan apa yang ingin kau lakukan"mia memberanikan diri untuk bicara walau ia gemetaran.
Setelahnya iapun menunduk tak berani menatap mata elang milik leo.
"Lihat saya!"suruh leo
Namun nilihnya mia tak berani menatapnya.
__ADS_1
"Hei apa kau takut? Bukannya tadi kamu sempat membentak saya hmm"ucap leo
"Terus sekarang kenapa kamu seperti ini"lanjut leo
"Saya bilang lihat saya ,jika tida pisau ini akan menggores pipimu yang mulus ini!.."ancam leo sambil menyeringai.
Walaupun sudah diancam gadis itu tetap tak berani menatap kearah leo.
Dan dengan santainya leo menggores tangan mia.
"Aww"pekik mia ketika tangannya terasa perih dan mengeluarkan darah.
Setelahnya leo mendekat dan ia membisikan sesuatu tepat didepan telinga mia,ia berkata.
"Apakah sakit! Atau....."leo menggantung ucapannya.
Mia yang mendengar leo tak melanjutkan ucapannya pun penasaran ia langsung bertanya sambil menatap mata tajam leo.
"Atau apa?"tanya mia sambil mengerutkan keningnya
"Atau mau saya gores lagi hmm!..ingat kamu jangan berusaha kabur dari saya atau kamu tidak menuruti saya maka kamu tau sendiri apa yang akan saya lakukan bukan"jelas ken sambil membelai rambut mia dan jangan lupa dengan seringainya
"Maksudnya apa tuan saya tak mengerti"ucap mia.
Entah kenapa kali ini otaknya benar-benar tidak bisa diajak kerjasama.
Bukannya menjawab leo malah mengalihkan pembicaraan.
"Maksudnya apa ya"gumam mia yang tak dapat didengar oleh siapapun
"Kemarilah"pinta leo sambil menepuk kursi disebelahnya.
"Iya ada apa t..u.an"kata mia serempak karna ia takut pisua kesayangan leo melukai dirinya lagi.
"Saya bilang kemari dan duduklah didekat saya"ucap leo lagi dengan nada sebal karna harus mengulang kata-katanya lagi.
"Hmm baik"ucap mia sambil berjalan pelan kearah leo.
Leo yang melihat cara jalan miapun meras jengah ia berdiri dan menarik mia,mia yang kaget karna tarikan dari leo kembali dikagetka lagi karna ia didudukan dipangkuan leo.
"Ekhh"kaget mia
"kenapa?"tanya leo dingin
"I..itu ehhh i..tu"ucap mia sedikit gugup nan takut untuk mengatakan hal tersebut.
Leo yang bingung mengangkatkan sebelah alisnya.
"It..u tuan..emh itu"ucap mia masih gugup
__ADS_1
"Itu apa?"tanya leo sambil memutar bola mata jengah akan tingkah mia.
"Tidak jadi tuan!"jawabnya sambil menunduk.
Leo yang keherananpun mimilih pokus untuk menghabiskan rokoknya.
Setelah lama dusuk diatas pangkuan leo mia merasa tidak nyaman dan terus menggerakkan tvbvhnya.karna kalo boleh jujur ini kali pertama bagi mia duduk dipangkuan seorang peria.
"Kau kenapa"tanya leo yang merasa heran akan tingkah mia
"Emhhh tidak kenapa-kenapa tuan"jawab mia sekenanya.
Mia menjawab seperti itu namun tubuhnya tetap saja bergerak.
"Diamlah jika tidak ingin sesuatu terjadi padamu!"leo mengingatkan mia dwngan tersenyum smrik.
Mia yang mendapatkan peringatan seketika terdiam tidak berani bergerak sedikitpun.karna takutnya akan ada hal buruk terjadi kepadanya.
Sedangkan di sebuah mansion yang sangat megah ada seorang remaja yang terus membujuk kekasihnya agar makan ralat gadis yang ia beli maksudnya.
"Ayolah! kau harus makan baby!"bujuk sang remaja yang tak lain adalah kenzie.
Namu. Bujukannya siasia karna sang gadia hanya menggelengkan kepalanha saja tanpa menerima suapan dari ken.
"Kau kenapa,apa kau sakit?"tanya ken lembut.
Gadis itu kembali menggeleng.
"Lalu?"ucapken yang mulai jengah akan sikap gadis itu.gadis itu tak menjawab.
"Sebenarnya kau ini kenapan"tanya ken lagi ia berusaha sabar akan kelakuan sang gadis.
Dan ya jawaban sang gadis tetap sama hanya menggelengkan kepalanya saja.
Ken yang kesabarannya habispun tak sengaja membentak sang gadis.
"Kau kenapa sebenarnya ANASYA!"bentak ken sambil menekan kata-katanya di akhir kalimat.
Ken mengacak rambutnya ferustasi.
"Aku ingin pulang"lirih sang gadis yang bernama anasya itu.
"Lihat aku!..........
.
.
.
__ADS_1
Anasya Siela Alstar