Pshycopat Milik Ku!

Pshycopat Milik Ku!
10


__ADS_3

Malam semua!


.


.


*** Happy Reading Al🥀***


"Lihat aku!"pinta ken sambil menangkup wajah sang gadis dengan kedua telapak tangannya.


Yang diminta malah menepis kasar tangan ken lalu memalingkan wajahnya kesembarang arah.


"Saya bilang lihat saya!!"bebtak ken lagi sampai mengganti kosakata yang awalnya aku menjadi saya.


Karna mendapat bentakkan yang kedua kalinya dari ken gadis itu menoleh dengan mata yang sedikit berkaca-kaca.


"Kau ingin pulangn?"tanya ken menurunkan sedikit nada bicaranya namun dengan nada dingin.


Gadis itu mengangguk.


"Kemana? Mulai saat ini rumahmu adalah di-SINI!"dingin ken.


Melihat gadisnya yang terdiam sambil sesekali terisak karna ia masih menangis.


"Bukan ini bukan rumah asya ini rumahnya om"sambil sesenggukan.


What!...peria setampan ken dipanggil om dan tunggu ia juga belum terlalu tua sehingga desebut om.Namun ken tak mempermasalakan hal tersebut.


"Denger ya asya cantik sekarang kamu mau pulang kemana lagi selain rumah ini"terangken sambil menghapus air mata yang lolos dipipi cuby anasya(Panggil aja asya ya biar simpel).


"Udah jangan nangis,nanti cantiknya ilang lo!"canda ken lalu ia terkekeh pelan.


Asya yang mendengarnyapun mengangguk dan menghapus sisa air matanya.


"Iya asya usahain ga nangis lagi"ucap asya sambil berusaha tersenyum


" Nah gitu dong,kan cantik"puji ken sambil mengusap kepala asya dengan lembut.


"Nah sekarang asya mau makan apa biar aku belikan"tawar ken sambil tersenyum.


"Ekhhhh ternyata kulkas juga bisa tersenyum ya"Author


"Dingin is publiks and smail is privat"jawab ken


Lanjut cerita.


"Asya gak mau makan om!"ucap asya


"Kalo kamu ga makan nanti sakit baby!"lembut ken sambil terus mengusap lembut tangan asya


"Tapi asya ga laper!"jelas asya


"Yaudah sekarang asya tidur ya udah malem,dan lagi jangan panggil aku om karna say belum tua"pinta ken karna tidak terlalu enak dipanggil om


"Terus asya harus manggil apa dong"ucap asya dengan polosnya


"Ya terserah asalkan jangan om,sepeti misalnya by bunny sayang ayang honey kek apa aja sih terserah"jelas ken


"Kalo gitu asya panggil kakak boleh?"tanya asya sedikit ragu


"Boleh kok baby!"ucapnya sambil mencubit pipi gembul asya

__ADS_1


"Aww,sakit ikhh"ucapnya sambil mengercutkan bibir


"Hehehe maaf abisnya gemesss"ucap ken.


"Udah sekarang kamu harus tidur"


"Tapi asya belum ngantuk"jawabnya


"Kakak bacain dongeng mau"tawar ken.


"Mau!!.....


...****************...


Mia gadis itu tengah tertidur pulas,sebenarnya tadi saat ia sedang duduk dipangkuan leo namun sesuatu terjadi.


Dan pada akhirnya leo menyuruhnya tidur ia menurut saja karna takut disakiti oleh singa buas tersebut dan ia berlalu pergi dari mansion.Sedangkan leo saat ini peria itu sudah kembali kemansionnya ia masuk kekamar dimana mia sedang tertidur pulas.


"Cantik!"gumam leo tanpa sadar.


Setelah mengatakannya leo menuju kekamar mandi untuk membersihkan badannya karna bau amis darah yang menempel diseluruhnya,simpele saja ia baru selesai membvnvh seseorang,25 menit berlalu kini leo sudah selwsai dengan ritual mandinya,ia keluar hanya menggunakan celana pendek saja tanpa menggunakan baju lebih tepatnya bertelanjang d@d@.ia mendekat kearah mia lalu berbaring disebelahnya.


Skipp .....


pagi hari yang cerah


.seorang gadis dikagetkan dengan adanya seseorang disebelahnya yang sedang tertidur pulas.


"Aaaaaaa"mia menjerit karna kaget lalu.


Brakkkkk...


Leo terjaruh dari atas kasur.


"Apa kau g1l@ hah!"sentak leo sambil meringis karna punggungnya sedikit sakit.


"Apa yang sedang anda lakukan dikamar saya tuan"ucap mia waspada sambil menyilangkan kedua tangannya.


"Asal kau ingat ini kamar saya"sinis leo


"Dan lagi saya hanya tidur dan tidak melakukan apapun"dingin leo


"Masa!"


"Terserah jika kau tak percaya gadis b0d0h!"ucap leo sambil berlalu kekamar mandi.


Saat leo sudah didepan kamar mandi dia membalikan badannya sekejap.


"Cepat bangun jangan jadi pemalas!"setelah mengucapkannya leo langsung pergi.


"Ck,siapa yang sebenarnya pemalas"mia berdecak kesal


"Padahal dirinya yang baru bangun huh"sebal mia


"Sekarang apa yang harus aku lakukan ya?"ucapnya sambil mengetuk dagu dwngan jari telunjuknya


"Aha! Aku kedapur aja deh bantuin madam ross jika peria itu sudah selesai mandi baru aku ketas lagi untuk mandi"ucapnya tangga yah karna dia belum tau kalo dimansion leo ada lift.


.............


Sedangkan disisi lain seorang gadis tengah merengek minta sesuatu kepada ken namun entah apa itu.

__ADS_1


"Ayolah kak yah yah mau yah"asya terus membujuk ken


"Ikhhh kak ayo asya pengen es krim"pinta asya


"Baby ini masih pagi bahkan kau belum sarapan jadi kau tak boleh makan es krim"terang ken


"Tapi asya mau es krim kak"rengeknya


"boleh yah yah boleh!"bujuk asya kepada ken.


Asya terus menunjukan mata kucingnya,menurut ken itu sangat menggemaskan namun ken berusaha tetap dengan wajah dingin.


"boleh yah yah boleh!"bujuk asya kepada ken.


Asya terus menunjukan mata kucingnya,menurut ken itu sangat menggemaskan namun ken berusaha tetap dengan wajah dingin seperti tidak peduli dengan hal tersebut.


"Ga! saya bilang enggak ya enggak paham!"tegas ken.


Hal tersebut langsung membuat mata asya berkaca-kaca bahkan ia langsung menangis dan hal tersebut mampu membuat ken kebingungan harus melakukan apa.


"Udah ya jangan nagis!"pinta ken


"Hiks...Hiks... Ga mau kakak jahat!"mia sedikit berteriak lalu manghempaskan tangan ken yang sedang menggenggam tangannya.


"Ayolah aku akan kabulkan apapun yang kau mau asalkan berhentilah menangis.


Entah kenapa hati ken terasa sakit ketika melihat gadis tersebut menangis.


"Beneran..hiks..hiks"ucapnya sambil sesenggukan


"Iya baby!"ucap ken lembut.


Ken merasa gemas ketika melihat asya selesai menangis hidungnya memerah matanya sembab pipinya juga ikut memerah.menurut ken itu sangat menggemaskan.


"Kalo gitu asya mau..."ucapan asya tergantung karna langsung dipotong olehken


"Apapun itu asalkan jangan es krim"sela ken secepat kilat.


"Yah kok gitu sih"ucap asya yang awalnya semangat jadi lesu


"Kan asya maunya es krim"ucapnya sambil mengercutkan b1b1nya.


Ken terkekeh kala melihat tingkah asya yang seperti anak kecil itu,ken merasa sangat gemas dengan hal itu.


"Iya boleh asal b1b1rnya jangan digituin lagi ya"ken membolehkan


"Beneran!"Ucapnya antusias


"Tapi emangnya kenapa kalo b1b1r asya diginiin!.....


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Sampai sini dulu ya!


__ADS_2