Rahasia Ibu

Rahasia Ibu
Episode 7 Membaca Surat


__ADS_3

Malam itu, setelah acara 3 harian selesai


"Coba lihat apa titipan dari Romo Emanuel?" tanya Purwo kepada Putra


" o nggih, mas, sekedhap saya ambil dulu, ketinggalan di mobil" jawab Putra


"oh ya....ndang dijupuk sik ..... Rio...mriki..." panggil Purwo ke anak nya.


"nggih dalem, Bapak?" sahut Rio


"coba, kamar sebelah kamarmu kui ditata ya, dienggo dik kembar, dipane dipepetne tembok wae" (coba, kamar sebelah kamarmu itu ditata ya, biar bisa dipakai dik kembar, tempat tidurnya mepet tembok saja) perintah Purwo pada anaknya.


"lho dik kembar bobok mriki to, bapak?" (lho dik kembar tidur disini to bapak?) tanya Rio.


"ssttt...iki Bapak mung persiapan wae, wis aja omong adikmu sik" (ssttt...ini Bapak hanya persiapan aja, sudah ga usah beritahu adikmu dulu) jawab Purwo


"oogghhheeeyyyy....."jawab Rio sambil nyengir.


"hisss jawab Bapak kok gitu...piye nek matur karo Bapak kui hmmm...." (bagaimana kalau bicara dengan Bapak itu) kata Purwo sambil mengacak rambut Rio

__ADS_1


"hehehe...inggih, bapak" (iya, Bapak) jawab Rio lagi sambil terkekeh.


"Wah Rio sudah pandai bahasa Jawa ya mas" puji Putra


"Lha..kudu kui Putra, ben ora ilang Jawane, lha nek Andrew yo ora perlu dipeksa ajar, diajari kena, tapi ora perlu dipeksa" (Lha harus itu Putra, supaya tidak hilang Jawanya, lha kalau Andrew ya tidak perlu dipaksa belajar, kalau mau diajari boleh, tapi ya tidak perlu dipaksa) jawab Purwo


"Ya wis, endi surate, mumpung Rama ibu mu wis kondur, bapak ibune As yo lagi nemoni tamu" (Ya sudah, mana suratnya, mumpung Rama Ibu (Bapak ibu dalam bahasa jawa halus dan masih berdarah bangsawan) sudah pulang, Bapak ibu nya As juga sedang menemui tamu) ajak Purwo kepada Putra.


"Ini mas" jawab Putra sambil menyerahkan amplop putih yang lumayan tebal.


"wah lah baknen kandel" (wah ternyata tebal) kata Purwo sambil mengernyit.


"Ya sudah...ayo dibuka saja" ajak Purwo


Putra membuka sampul surat itu. Didalamnya terdapat 2 surat, yang satu tertulis "Kepada Ytk Mas Putra" sedangkan yang satu tertulis "Untuk Gendhuk Kembar"


"Eh...lha ada dua to" Purwo terlihat terheran-heran sambil membalik-balik kedua surat itu.


"Yang saya buka yang untuk saya saja, mas, untuk anak-anak nanti kita berikan" jawab Putra.

__ADS_1


"ah yaa..boleh...boleh, ya sudah ayo dibaca..." sahut Purwo.


Yang terkasih Mas putra,


Kalau surat ini sudah di tangan mas, berarti saya sudah "berjalan" pulang, Romo Emanuel berarti sudah menjalankan pesan saya. Bagaimana kabar mas dan Michele juga Andrew, sehat semua? Saya tau, pasti mas baca surat ini dengan Mas Purwo, iya to, mudheng nu saya, (Putra dan Purwo berpandangan, kok bisa tau ya tanya Purwo) Gimana mas, Bapak-bapak kita geger ya? dari sejak kita kecil sampai kita dijodohkan kok ga selesai-selesai ribu-ributnya


Sebelumnya saya minta maaf ya mas, saya mengisi hidup mas, tidak dengan indah, kita masing-masing tahu, di hati kita masing-masing sudah ada yang menempati. Di hati saya ada Mas Suryo, di hati mas ada Michelle, jadi ingat lagunya Kla yang judulnya Waktu Tersisa ya mas. Ingat ga mas, yang kita dipaksa orang tua kita untuk kencan, sudah dipesankan meja di cafe depan Mangkunegaran, inget to mas, Cafe Atria, masih ada mas, sampai sekarang lha live music malah lagunya itu. kita tidak kencan malah hanya menceritakan siapa yang ada di hati kita. Yang membuat kita merancang sebuah rencana.


 


 


 


 


Rencana apa ya....


nengga tutuganipun nggih....

__ADS_1


__ADS_2