Rahasia Si Kembar

Rahasia Si Kembar
Part 4. Buku Tua Usang


__ADS_3

tiba-tiba dia menunjukan sesuatu,


Sesuatu yang membuat rasa mual tak tertahan.


Potongan tangan dia ulurkan padaku!


Apa Jasmine sudah kehilangan akal? sekali lagi Jasmine membuatku berhenti bernafas, dia sangat menakutkan ....


"Ayo kita kubur ini, sebagai tanda tempat makam paman?" Jasmine lagi-lagi tersenyum dia terlihat tenang, dia lebih terlihat seperti seorang psikopat sekarang.


Jasmine menarik tangan, mengajakku melompati jendela kamar. Aku menuruti perkataannya, kuikuti dia.


Kami berjalan sedikit jauh dari pekarangan rumah, menuju pohon besar dekat makam keluarga.


Setiap langkah aku hanya terdiam, namun aku tak bisa membantahnya, aku selalu menuruti dia. Jika kali ini aku berontak, aku takut dia akan marah dan tidak memberitahukan semua rahasia.


kini pohon ini tepat didepanku.


"Rose, gali tanah ini!" perintah Jasmine bagai sihir, dia menyerahkan sekop kecil yang dia ambil dari kebun rumah.


Aku terus menggali, galian yang tidak terlalu lebar, namun cukup dalam. Aku lihat Jasmine menjatuhkan tangan Paman Benu didalam lubang. Lalu menutupnya dengan tumpukan tanah.


"Disini makam Paman." Jasmine menyunggingkan bibir, dia menancapkan nisan dari kayu yang dia ukir dengan gunting kecil, lalu meletakkan foto Paman, di depannya. Kami saling menatap, tapi rasa takut yang aku rasakan, apalagi kulihat dia kembali menyimpulkan senyum, Jasmine Lalu berdiri, meloncat-loncat dengan riang dan bahagia.


Terlihat foto Paman dengan pakaian wisudanya, bersender di samping kayu nisan .... Netra tak sanggup tertahan kala buliran bening menetes.


"Paman, aku takut. Jasmine sudah berubah, dia sangat aneh...."


Dari jauh jasmine melambaikan tangannya menyuruhku mendekat.


Dia terus melompat-lompat berdendang, aku tidak tahan lagi.


Aku segera mengikutinya, tapi apa yang dia lakukan membuatku gusar, hingga tak tertahan keinginan untuk mengatakan ini.


"Jasmine hentikan!"


Jasmine menghentikan langkahnya tanpa berpaling kearahku.


"Paman baru saja meninggal, apa kamu tidak sedih?"


kini Jasmine tak bergeming, berbalik kearahku.


"kamu sendiri juga menikmatikan?"


"Menikmati apa?"


"Sup itu? sup daging yang kamu makan pagi itu..."


"Maksud kamu?"


Jasmine tertawa, sungguh ada apa dengan saudaraku.


" kamu tau apa yang aku lihat di gudang penyimpanan makanan!"


"Yang mencincang tubuh Paman, kamu tau?"


"Iya, mereka? Ayah dan Ibu kita!" tawa sinis Jasmine mengiringi, dia kembali menari-nari, dia benar sudah kehilangan akal. Aku mengejar Jasmine....


"Tunggu Jasmine?"


Dia berhenti, "ada apa lagi?" kali ini nada bicaranya datar.


"Tidak mungkin Ayah dan Ibu?"


Jasmine hanya diam tidak menoleh kini dia menangis.


*** Jasmine mulai bercerita kejadian tadi sore***


Setelah kejadian Jasmine mencoba mencongkel mataku dengan gunting....


Ayah dan kakek membawa Jasmine keluar dari kamar, membawanya masuk kedalam kamar kakek. Jasmine masih terus berteriak.


"Manusia iblis!"


Dia tidak berhenti bergumam, membaca suatu kalimat tidak jelas yang dia baca dari buku usang. Kakek membaca sebuah mantra serupa meniupkan di ubun-ubun Jasmine. Gadis bermata bulat itu Jatuh pingsan.

__ADS_1


****


Ibu menyuruh Rose tetap di Kamar, sementara dia pergi melihat kondisi Jasmine.


****


Samar-samar Jasmine mulai sadar, dilihatnya kakek dan Ayah duduk menatapnya.


"Jasmine." Ayah mencoba memeluk Jasmine, namun Jasmine menepis kedua tangan Ayah.


"Jangan peluk Jasmine!"


"Dari mana kamu tau tentang mantra itu!" Seru kakek wajahnya terlihat marah.


"Jasmine tidak tau!"


"Gadis pembangkang cepat katakan, Pamanmu memberi tahu sesuatu!" Kakek semakin kesal.


Dia menggeleng, kakek mencoba mencekiknya sementara ayah terus menghalangi ....


"Ayah, Jangan lukai cucumu!" Jerit ayah sambil mencoba melerai.


Mata kakek melotot, terus mencekik gadis itu, Jasmine kembali mengucapkan mantra, kakek membalasnya.... tubuh Jasmine melemas.


Ayah menarik tubuh kakek, hingga kakek terjatuh.


"Dia cucumu Ayah!" Teriak Ayah.


Ibu yang menatap dari balik pintu segera berlari menghampiri Jasmine. Memeluk buah hatinya itu. menutup mata Jasmine yang terus melotot.


"Sadarlah sayang...." belai ibu


****


Jasmine tersadar, dilihatnya ibu yang terus menangis.


"Kamu sudah sadar sayang?" Ibu mencoba membelai putrinya.


"Ibu tidak perlu bohong, Jasmine melihat semua. Knapa Ibu! knapa ibu lakukan itu pada Paman!" seru Jasmine.


" Ibu jahat, Ibu tau aku menyayangi Paman!"


Wanita berusia 35 tahun itu, memeluk Jasmine.


"Ibu tidak bisa berbuat banyak nak ini perintah kakekmu. Ibu tidak bisa berbuat apa-apa jika menolak nasib kita akan sama seperti Pamanmu....


Jasmine menatap bingung kearah ibu.


" Jasmine jika kamu sudah dewasa kamu akan mengerti betapa buruknya keluarga ini... kamu lihat cermin itu? dia bisa membunuh kita!" Sambil menunjuk sebuah meja rias milik nenek dulu.


"Jasmine tidak mengerti?"


"Dengar ibu nak!" seraya memegang kedua pipi Jasmine. "Apa yang terjadi, mantra itu dari mana kamu tau!" tanya ibu.


"Aku tidak akan mengatakannya, karena Paman menyuruhku tidak memberitahu tentang rahasia itu!"


"Rahasia apa Jasmine?"


"Tidak akan aku beritahu tentang buku itu pada ibu!" celetuk Jasmine.


Ibu Jasmine tersenyum menatap kepolosannya.


"Jika Pamanmu menyuruh untuk tidak mengatakannya, jangan kamu katakan pada siapapun... termasuk ayah juga kakek, Ibu akan berjuang supaya kita bisa pergi dari rumah terkutuk ini! Paham!"


Jasmine menggeleng tidak mengerti....


"Dengar... jika kakek atau ayah menanyakan dari mana kamu tau mantra itu, kamu harus bilang kamu hanya mendengarnya dari Pamanmu... kamu hanya meniru. Pahamkan Jasmine!" tegas ibu.


"Iya, Aku hanya meniru ucapan Paman, begitukan ibu?"


Ibu mengangguk, membenarkan perkataan Jasmine.


Pelukan hangat itu diberikan...


"Ibu menyayangimu...."

__ADS_1


****


Jasmine menelan ludah menghentikan ceritanya... kini dia menangis.


"Aku bingung Rose? Aku takut...."


Kudekatu dia, mencoba memeluknya agar beban dihati saudaraku berkurang.


"Kita akan hadapi berdua, kita kan saudara?"


Kini Jasmine membalas pelukanku.


"Tapi Jasmine dari mana kamu tau kejadian saat kamu pingsan?"


Dia kembali tertegun,


" Buku itu memberiku petunjuk lewat mimpi, saat sesuatu yang menimpaku kala tak sadarkan diri saat mengucap mantranya. Kau ingin coba membacanya Rose?dan tidur diatasnya ... ini sangat mengesankan."


Aku tak mengucapkan kata apapun, saat Jasmine menarik tangan ini untuk kembali ke kamar.


Malam ini begitu sunyi, hingga gesekan jendela kamar begitu nyaring saat dibuka, tidak ada suara apapun ... bahkan serangga malam juga enggan menyanyi.


Jasmine berjalan menuju rak buku, di tunjukannya buku usang bergambar segitiga dengan satu mata ditengah dan warna buku yang sudah kecoklatan.


Saat itu aku masih terlalu kecil untuk memahami simbol sampul buku ... lembar perlembar kubuka, mulutpun ikut melafalkan tanpa bisa aku kendalikan.


" Ini seperti mantra Jasmine?"


Jasmine menatap, pandangannya seakan penuh tanya padaku.


"Kamu baik-baik saja?"


"Aku baik Jasmine."


"Saat aku membacanya aku merasa aneh!"


" Iya sedikit aneh, Jasmine tapi ..."


"Tapi apa Rose?"


" Seperti ada yang menarik mata kita untuk terus membacanya."


" Sekarang kamu mengertikan Rose, semua yang terjadi, diluar kendaliku.


Jasmine merebut buku ini dia mulai membuka lembar perlembar, sembari terus melafalkannya.


"Jangan dibaca lagi Jasmine?"


Namun Jasmine tetap bergumam, hingga aku paksa menutup buku usang yang dia pegang.


" Maafkan aku Rose?"


" Biar aku aku yang simpan."


"Aku tidak tau Rose, ada sesuatu yang menarikku untuk terus membaca buku ini?"


Aku menaruhnya dibawah bantal milikku.


"Besok kita bahas lagi, sekarang kita tidur ya?"


Jasmine mengangguk, kami berdua berbaring. Aku menyelimuti Jasmine, Dia sangat lelah, aku tau itu. Aku memeluk saudaraku, tidak berselang lama kudengar dia mendengkur. Tidurnya sangat pulas.


Beberapa menit ku coba memejamkan netra tapi sangat sulit, sesuatu membuatku penasaran, Jasmine benar, aku mengambilnya dari bawah bantal membaca lembar demi perlembar aksara berisi kalimat aneh, lebih heran aku terus bergumam diluar kendali pikiran.


Namun tidak terjadi sesuatu pada diriku. Lalu knapa Jasmine bertingkah aneh setelah membaca buku ini. Beberapa gambar terlihat menakutkan, seperti sebuah pertumbalan manusia. Apa ini buku mantra, jelas kenapa Paman ingin memusnahkan buku terkutuk ini, tapi siapa yang membunuh Paman, apa kakek? jelas Jasmine bilang Kakeh mengatakan mantra seperti dalam buku, atau Ayah dan Ibu yang menginginkan buku ini? hingga mereka menghabisi Paman. Sungguh tidak ada yang bisa aku percaya,


Otak gadis kecil sepertiku kala itu, akan sulit memecahkan rahasia ini.


bersambung....


**** ❤❤❤***


Gimana menurut viewer, kalian penasaran nggak buat kelanjutannya?


kasih dukungan ya biar aku makin semangat,

__ADS_1


sangat menerima krisan biar tulisan ini makin baik lagi buat kedepannya ... Trimakasih.


__ADS_2