
"ssttt" Jasmine menunjuk jari telunjuk ditengah bibir.
Aku membelalak tidak dapat berucap.
"Ada apa Rose?" tanya tante tidak mengerti.
Aku Mencoba menatap lagi kearah bawah meja, tidak ada Jasmine.
"Tidak tante..." jawaban yang aku beri sedikit ragu, namun tante Delima tidak menanyakan detail keraguan.
Tante Delima justru begitu menikmati makan malamnya.
Saat aku lihat dari pintu yang lain menuju koridor terlihat Jasmine tersenyum, dia melambai menyuruhku mengikuti. Sontak aku berdiri mendorong kursi. Tante sedikit terkejut.
"Knapa lagi Rose?" kali ini nada sedikit kesal dia lontarkan.
"Tante maaf, tapi Rose sudah kenyang... Rose capek ingin istirahat."
Aku langsung beranjak meninggalkan meja makan begitu saja.
"Akan tante simpan untukmu jika tengah malam kamu lapar," pungkasnya.
***
Jasmine berjalan cepat menuju kamar kami, lebih tepatnya melayang. Aku mengikutinya saat dia berdiri menatap pintu.
"Masuklah Rose...." bisikan suara Jasmine terdengar samar-samar ditelinga.
Lalu hilang,
__ADS_1
langkah kaki sampai di kamar, aku buka pelan.
Sambil menyalakan lampu. Tuhan, cermin terkutuk itu lagi. Saat aku ingin menatap cermin tangan dingin menepuk tanganku. Jasmine!
Dia menarik tangan ini, lalu menunjuk tempat persembunyian kami dibawah tempat tidur, Kucoba mengambilnya.
Inikan kotak penyimpanan barang milikku dan Jasmine, buku itu aku menyimpannya di sini.
" Buka ..." lirih dia berbisik ketelingaku.
Tidak ada debu, nampak bersih. Aku ingat tante bilang habis membersihkannya ....
Sedikit gugup, aku coba membuka kotak ini. Tapi tak kudapati buku itu, hanya beberapa mainan milikku dan jasmine.
Tapi dimana buku usang pemberian Paman! Hilang! siapa yang mengambilnya?
Apa Tante?
Kuikuti langkah kakinya, meninggalkan kamar kami dalam keadaan pintu menganga dan lampu menyala. Namun pikiran lain tetap menggangguku, dimana bukunya. Siapa yang mengambilnya? Tante kah?
***❤❤❤***
Aku membuka pintu gudang pelan, sedikit meraba dekat pintu. Ku temukan saklar. Aku nyalakan lampu, namun sedikit berkedib, terdengar suara seseorang bergumam.
Gudang ini cukup luas, gudang penyimpanan lumbung beras dan hasil tanaman seperti jagung, ketela, kentang ....
Terus berjalan mengikuti arah suara hingga terlihat sosok terduduk di ujung gudang.
Apa siapa orang itu!
__ADS_1
Rambutnya gimbal, kakinya dirantai terus menggerutu ... dia menoleh kearahku, berdiri, lalu berlari sambil berteriak.
"Manusia Iblis!"
Aku mundur dengan cepat sampai terjengkang, sementara pria itu terus meronta-ronta.
Sangat terkejut!
Dia terus mengatakan manusia iblis. Mencoba berlari kearahku tapi kakinya dirantai.
siapa dia?
"Wildan hentikan!" Teriakan Tante Delima sontak membuatku berpaling kearahnya. Aku berdiri dan berlari kearah tante Delima. Rupanya tante mengikutiku ... pasti dia melihat kamar yang menyala dan terbuka tadi.
"Dia?" pertanyaannya yang kuharap tante menjawab dengan jujur.
"Wildan ... Wildan Mahesa. Anakku!" sahut tante dengan mata berkaca yang siap tumpah.
Seketika hening, aku tidak dapat berucap, juga Wildan yang terlihat takut pada Ibunya.
Tante berbohong! dia bilang Wildan bekerja diluar kota, tante harus menjelaskan semua, termasuk keberadaan buku jahanam itu.
" Tante harus menjelaskan semua, Juga buku milik paman Benu. Dimana buku paman? tante harus jujur! tante pasti tau!"
Tante Delima diam seribu bahasa ... cukup lama dia berpikir, air mata menetes.
***❤❤❤***
Jadi Wildan anak Tante Delima dia pasung di dalam gudang? tapi kenapa dia harus berbohong soal ini, lalu dimana buku usang Kakek, apa memang Tante yamg mengambilnya.
__ADS_1
Pendek dulu ya, author lelah, terimakasih sudah mampir.