Rahasia Si Kembar

Rahasia Si Kembar
Part 5. Permainan Mantra


__ADS_3

Dedaunan mulai terbakar menjadi abu, buku itu mulai dikepung api. Aku tersenyum, semua selesai. Demi kamu Jasmine! bukankah kita masih terlalu muda untuk memikirkan bagaimana caranya membunuh .... Berbakti pada orang tua bukan berarti kita harus menuruti perintah mereka yang justru menghancurkan kita bukan.


***❤❤❤***


Tetapi... sesuatu yang aneh terjadi saat semua dedaunan habis terbakar, buku itu tetap utuh.


Suara yang tidak asing memanggil.


"Rose?" Jasmine menatap dengan kegelisahan.


Ada Ibu, juga Jasmine....


"Apa yang kamu lakukan." Nada datar terucap namun membuat aku risau


Aku menggeleng, gemetaran,Ibu pasti akan marah.


"Kamu coba membakarnya? apa berhasil! tidak kan sayang?" nada suara ibu terdengar lirih, "Kenapa? kamu berniat membakar ini ... kamu menginginkan Jasmine dibunuh kakekmu!iya!" Nada suara yang semakin meninggi, Ibu berteriak berlari kearahku, mengayunkan kayu kearah tubuh ini, matanya melotot seperti orang kesurupan.


Jasmine tak berucap, memandang aku dengan tatapan kosong tanpa arti ... [Jasmine sakit!]


"Ampun Ibu...." Isak tangis tidak didengar, rontaan ini tidak dia pedulikan.


Rasa sakit karena ibu terus memukul bak orang kesetanan, Ibu selalu seperti ini, tiba-tiba marah ....


Saat semua semakin kacau,Tante Delima berlari kearah kami, mencoba melerai, melindungi tubuh ini dari amukan Ibu. Ibu yang sudah dibutakan setan mencoba mendorong Tante Delima hingga jatuh.


Ayah datang memeluk Ibu, Aku berlari kearah tante Delima.


"Hentikan... dia anakmu sadarlah Maura!" Pungkas Ayah


Ibu melemas, jatuh lalu menangis....


Tante Delima merintih kesakitan, keluar darah. Darah yang menetes dari sela paha.


"Ayah!!" teriakan ini membuat Ayah segera berlalu kearah Kami, aku menunjuk darah yang menetes dari sela paha.


"Delima!" Seru Ayah.


"Kak Bagas, tolong," Rintih Tante


Ayah segera menggendong tante Delima, meninggalkan aku juga Ibu dan Jasmine.


.


.


.


Aku hanya berdiam diri, ku pandangi buku tadi. Ibu menghampiri...


Aku langsung mengambil buku, memeluknya erat-erat....

__ADS_1


"Rose maafkan ibu sayang,"


Air mata tidak bisa aku tahan, terus mengalir. Mencoba menghindari Ibu, wanita yang harusnya melindungi.


Ibu menakutkan!


Jasmine menakutkan!


Aku berlari menyusul ayah,


"Rose ikut! Ayah?" Aku berteriak saat Ayah hendak memasuki mobil.


"tetap disini, Ayah cuma sebentar!"


"Rose takut pada Ibu dia menakutkan!"


"Dengar... " Ayah kemudian menatap kakek, "Ada kakekmu, Ibu tidak akan berani menyakitimu..."


Ayah meninggalkan aku sendiri, bersama lelaki tua yang selalu dingin padaku.


Aku menatap kakek, Apa benar kata ibu? kakek jahat. Apa benar kakek yang membunuh Paman atau itu semua hanya kebohongan yang Ibu ciptakan?


Aku berbalik badan saat Kakek melangkah pelan, dia Menatap buku yang aku bawa, dalam senyumannya terlihat dua taring panjang.


[Astaga! Kakek seperti Iblis berbadan manusia]


Seketika jantung berdebar tidak karuan.


Kakek langsung mencekeram tangan merebut buku.


****


Kakek terus menyeret tubuh mungil ini, aku dibawa masuk dalam kamar.


Kakek menjatuhkan tubuhku di pojokan.


"Jadi, buku ini Benu titipkan padamu? cucuku...."


Aku menangis tersedu-sedu. Ibu, Rose takut. Ibu benar kakek jahat. Harusnya Rose menurut pada Ibu, harusnya Rose seperti Jasmine, percaya pada Ibu.


Kakek mengucapkan kalimat tidak jelas, kalimat yang selalu Jasmine lafalkan. Mantra itu terdengar lagi, Ibu tolong! Jasmine tolong! Cahaya terang muncul dari kaca, sesosok tangan berwarna hijau mencoba keluar, Aku menutup kedua mata.


Rose takut ....


Pintu kamar terbuka, kakek diam sejenak, saat sedikit ku membuka mata, Jasmine berdiri di daun pintu .


Kakek meneruskan lagi mantra itu ... makhluk tadi merangkak keluar, Jasmine dan kakek mengucapkan matra yang sama, Ibu datang memukul kepala kakek. Jasmine jatuh pingsan setelahnya.


Aku berlari kearah ibu. Ibu memelukku erat.


"Rose takut."

__ADS_1


Tapi, kakek tertatih berdiri memukul Ibu hingga terpental keluar kamar, menabrak tembok lalu jatuh pingsan.


Aku menatap kakek saat makhluk menyeramkan terus merangkak keluar kaca, mencoba membangunkan Jasmine, mengguncangkan tubuhnya tapi dia tidak ada reaksi apa... Kakek menatap kearah sini, tidak ada pilihan lain, terpaksa aku berlari keluar kamar, meninggalkan Jasmine. Berlari masuk dalam kamar, mengunci pintu dan masuk dalam lemari, sambil memegang erat-erat buku ini.


Ayah cepat pulang!


Terdengar teriakan Jasmine, Ayah! Rose mohon pulang!


Selang beberapa menit terdengar suara erangan, apa suara makhluk dalam cermin?


Lalu terdengar pintu kamar di dobrak. Aku mengintip dari balik lemari. Semakin mendobrak, lagi, lalu sekali lagi, dan senyap.


.


.


.


#Beberapa jam kemudian#


Saat tersadar dari pingsan, terdengar suara isak tangis, aku beranjak dari tempat tidur mengintip ke ruang tamu.


Ayah menangis, semua pekerja kakek berkumpul. Aku berlari menghampiri kulihat dua mayat Telah terbujur kaku,


[Jasmine!]


"Ayah ini ulah kakek, dia yang membunuh Ibu dan Jasmine?"


Ayah terpaku tak bersuara, begitu juga orang-orang ....


Seseorang dari belakang memeluk.


"Rose... maafkan Ibu sayang?"


Aku membalikan badan, lalu siapa yang meninggal. Ayah membuka kain penutup terlihat kakek melotot terbujur kaku berwarna biru, kakek meninggal juga?


Siapa yang melakukannya?


Bersambung ....


*** ❤❤❤***


Menurut kalian siapa si yang menghabisi Kakek?


Apa dengan berakhirnya kematian Kakek makluk kejam itu tidak akan mengganggu hidup Rose lagi?


"Jasmine maaf aku meninggalkanmu kala itu,"


Rose Mariye.


**❤❤**

__ADS_1


Ikuti terus cerita ini sampai selesai ya😊


Nama tinta : Reswara Gemani.


__ADS_2