
Rahyang yang "manusia" adalah putri pertama dari pasangan Bapak dan Ibu Paath,ya, Rahyang itu dilahirkan seperti manusia pada umumnya bukan mentang mentang mutant terus tetiba ada didepan pintu dibawa alien dalam buaian berbentuk piring terbang, NO. Rahyang manusia, melalui proses kelahiran, menjadi bayi kemudian balita and so on. Hanya saja, Rahyang memiliki -katakanlah- kemampuan diluar manusia biasa. Contoh, Rahyang yang bayi (menurut cerita Ibu) terlalu anteng. Amat sangat jarang menangis kecuali kalau lapar dan basah, nyaris tak pernah sakit dan sedikit sulit untuk disuntik imunisasi karena jarumnya susah tembus kulit Rahyang (bayi padahal,sigh). Rahyang yang balita, tidak suka bermain, lebih suka diruangannya sendiri dan membaca (Rahyang sudah sangat lancar membaca diusia 2 tahun, otodidak, baik tulisan berbahasa Indonesia pun asing) tidak suka main boneka, tidak banyak bicara (masih), Orang tuanya sudah berulang ulang memeriksakan kondisi Rahyang, medis pun non medis, hasilnya sama, Rahyang tidak apa apa alias NORMAL. Hihi.. diusia balita saja Rahyang sudah "manipulatif". Rahyang diperiksa ke dokter karena suhu tubuhnya yang dibawah suhu normal manusia (hanya berkisar antara 31-33 derajat celcius, kondisi normal sehat, tidak hypothermia or else) Rahyang dibawa ke Pak Ustadz karena acapkali berbincang serius dengan ruang kosong (baiklah). Rahyang,manusia semanusianya dengan segala ajaib yang bukan manusia. Dan itu aku, Rahyang Kirana. Sekarang aku berusia hampir 36 Tahun, wajah dan rupaku masih sama seperti aku yang berusia 20. Aku berhenti menua juga sepertinya.. Not a Vampire, camkan!.
__ADS_1
Di chapter pertama ini\, aku masih akan berkisah kilas balik ke masa masa pertumbuhanku\, bayi dan balita tadi sudah\, masa SD-ku kurang seru\, masih cupu dan penyendiri. Begitu memasuki masa remaja\, SMP\, mulai ada cerita lain dihidupku yang literari hanya rumah dan sekolah. Kata papa\, aku harus mulai bisa bersosialisasi. Harus mulai bisa bergaul sebagaimana umumnya manusia. Karena akan mulai banyak kegiatan outdoor seperti ekstrakulikuler\, les les dan sebagainya. Juga sekarang adik adik mulai bersekolah dan tak searah denganku\, "kasihan mama kalau harus berkeliling Bogor tiap hari Hyang.." begitu kata papa. "Kamu yang sudah besar\, belajaar naik angkot". "Baik papa..". _What??!! NAIK ANGKOT?? SAMA ORANG ORANG ASING??!! AAAAPAAAA??!!"_ Aku sendiri dalam kamarku dunia sudah amat berisik\, suara suara dari para mahluk tak terlihat baik harafiah pun tidak. Ya. Aku bisa mendengar hantu hantu\, mahluk mahluk astral dan juga suara hati atau pikiran manusia. Dari jarak dekat dan bermeter meter jauhnya dariku. aku dikamar\, pikiran abang sayur ditetangga depan rumah sana yang sibuk memilah tawaran ibu ibu saja terdengar. "Aduh.. Ibu ini 'udah kalo ngutang lama\, kalo nawar juga ngga pake' kira kira!?"_ belum suara suara Ibu ibu yang kepalanya sibuk merancang menu dan menyesuaikan budget. Berisik pokoknya. Kebayang kalau harus satu mobil dengan beberapa orang sekaligus\, jarak tempuh lumayan lama dan.. SETIAP HARI. Mati 'ngga ya aku lama lama?. Atau mimisan tiap hari?. Hah?. Aduh!?
__ADS_1
Hari pertama, SMPN 11 Bogor. Masih diantar papa naik angkot biar hapal jalan katanya. Perutku rasanya terbalik balik. Sumpah. Orang orang yang satu angkot denganku semua diam, hanya beberapa yang berbicara sungguhan dan sesekali dengan kawan sebelahnya. Tapi kepala mereka berisik. 'Duh Tuhan.. aku kan baru 11 tahun, mana paham aku soal cicilan hutang plus suku bunga.. apa pulak itu ekspedisi?! Sayur bayam.. nangka muda.. santan.. hah?! aiiihh.. . Papa mencoba mengajak berbincang, well.. mostly sih wejangan, jangan ini jangan itu harus begini harus begitu, dan yang paling penting, AJAK BICARA MANUSIA!! Bukan ruang kosong yang ngga semua orang 'mikir itu memang kebiasaanmu Hyang!?. Baik papa. dan JANGAN katakan apapun kepada siapapun, mengenai kapan mereka akan mati!! Ok Hyang?! Iyaaa papaaaa...!!
__ADS_1
1B, kursi paling pojok paling ngga kelihatan orang sebelah mana yaa.. . Aihh.. banyak betul bocah bocah berbau toko, seragam baru sama sepertiku. Beberapa tampak baik. tampak lugu, tampak galak dan beberapa tampak sudah terbiasa dengan sekitar. Sesuai keinginan dikepalaku, semesta membantu dengan menyisakan satu bangku paling belakang dan hanya satu kursi, tidak seperti yang lain masing masing meja dua kursi. Ahah!! Exactly! sangat untukku ini kursi. Hahaa.. . Alhamdulillah. Aku menaruh tasku dimeja, keluarkan tissue dan lap kursiku. Cek kolong dan pastikan tidak ada binatang disitu. Baru aku duduk, manis dan diam semilyar bahasa. Dalam hati berdoa, jangan ada yang tanya aku Tuhan, Aamiin.
__ADS_1