
Rumah Azria lebih mirip base-camp sekarang, anak anak borju bolos sekolah, pacaran, adu keren motor mobil (jangan tanya lisensi, jelas tak punya) Orang tua Azria makin sibuk dengan pekerjaannya, bahkan kabarnya Ibunya sedang diluar negri mengurusi cabang perusahaan baru disana. So.. here we are, bunch of “nomaden” kids.
“Hyang, alat alat masak lo kasih si mbak aja biar dibersihin. Lagian lo sekolah apa buka warteg sih?! Orang ‘mah yang dibawa buku, lo malah bawa wajan!”
“Iya.. ngga gue pake juga ko, gue kan sekolahnyapindah, dikomplek Mega Cipinang!? Hahahaa.. lo tau itu cuman stokelan gue biar dikasih duit jajan and cabut dari rumah”_ jawabku sambil mengambil sebatang rokok dan meminum teh yang entah punya siapa dimeja.
“Masih ada rokok lo Hyang? Bagi dong..” “ Belum adayang keluar lagi barang Hyang, kayaknya bokap gue juga belum dapet lagi.. nanti lo liatin keadaan lagi ya Hyang, kapan hoki kapan amsyong peruntungan bisnis
kita hehehee.. “ "Sipp.. komisi 'aja 50-50, ok"_ "Komisi sih rampok!? hahaaa.. Iyaaa, no worries me bebe Hyang Sminaminaee!!"
Azria tahu sekarang kalau aku punya kemampuan (aiihh..rasanya geli sumpah kalau kubilang kemampuanku ini adalah kemamouan supranatural indigo whatsoever itu, ASLI!? Berasa mbah dukun sembur mantra gitu!) Dengan
akurasi hampir 99% benar penglihatan pendengaran dan intuisiku tentang kejadian,aku malas disebut dengan sebutan apapun. Dan aku juga tidak merasa aku ini sesiapa or bahkan ingin menunjukkan diri. Semua ability-ku, hanya orang orang yang kupercaya dengan sangat saja bisa tahu. Selebihnya, percaya tidak kalau
kukatakan aku malah menunjukkan diri sebagai un-popular silly clumsy pokoknya ngga banget girl ‘deh. Aku MALAS disekolah menengah atas ini. Aku lebih suka bersama Azria dan kaum “terbuang”nya.
Terbuang. Freak. Abnormal. Sesat. Absurd. Terkutuk. Penganut setan. Apalagi? Kata Ibuku. Yeah.. Kata MAMAKU! Good lah, aku jadi punya alasan untuk menjadi anggota geng Rumah Azria.
Mama yang bersamai aku seumur hidupku hingga detik ini, menyaksikan banyak hal aneh yang terjadi padaku,
__ADS_1
putrinya sendiri, akhirnya tak tahan. Beliau ketakutan melihat kemampuanku. Dia“menyerah”, menyerah mengasihi aku apa adanya. Buktinya dia mengatakan aku seperti itu. Dia bahkan memanggil dukun sekarang!? Dukun serius dengan aji ajiannyan lengkap kembang tujuh rupa (BAHH!!) aneh deh.. dia bilang aku anak setan tapi
dia malah panggil penganut setan betulan untuk “sembuhkan” aku. Yang terjadi apa? 'Wak dukunnya sakit, parah malah, kabarnya sampai berminggu minggu bedrest (kaaaann.. yang ada malah terpantul balik energi yang dikirim padaku!? Siapa sih yang ajari bodoh begitu Wak dukun?? Heran deh..) dan ini bukan sekali, berkali kali bahkan sampai dibohonginya aku diajak pergi dengan alasan antar bertemu kawan mama yang ujung ujungnya aku “ditelaah”, bahasa kerennya DIRUKIAH!? (BAHH LAGI!!).
Maaf maaf ya, aku ini bukan tak heran dengan diriku sendiri, dengan segala kemampuan itu. Aku juga bertanya, aku ini kenapa? Salahku sebelah mana? Kenapa aku berbeda dengan yang lain? Kenapa dengan menjadi seperti ini masuk kategori tidak normal? Aku ‘kan tidak terbang kesana kemari dengan sapu terbang atau meledakkan rumah orang lain dengan kutukan!? Ahhh.. pokoknya aku juga mengalami banyak kesulitan FYI dengan menjadi aku ini. Terparah adalah, beginian ‘kan ngga ada gurunya. Ngga ada sekolahnya. Jangan sekolah, buku yang bisa kujadikan panduan saja tidak ada. Yang ada akunya kelimpungan sendiri begitu ada kemampuan baru. Seperti yang terjadi waktu almarhum Gema. Baru setelah itu berbondong bondong datang jiwa jiwa yang sudah mati dan masih punya “hutang” didunia dan memintaku membantu mereka. Coba?! Ribet tak punya hidup begini? Belum lagi mereka kadang muncul sesukanya. Ya! Sesukanya. Ngga pake’ hitungan waktu dan tempat. Dimana saja kapan saja mereka muncul (dengan wajah ajaib plus bau mereka yang tak kalah ajaib!?) coba pikiiiirr!!
Saat sedang mandi, bakk! Muncul perempuan kepalanya hanya separuh, baunya busuk, terus menangis sambil bicara yang only God knows what she’s trying to say!? Butuh berhari hari baru kupahami kalau dia hanya mau minta maaf sama Ibunya karena kabur dari rumah dan membawa motor yang akhirnya dia dibegal, dibacok gitu dan mayatnya dibuang ke jurang yang entah ada dibelahan bumi mana. Belum ibunya, mau kucari kemana?? Akhirnya aku hanya bisa “mendatangi” si ibu lewat mimpinya dan “berwujud” jadi putrinya dan meminta maaf.
_Eh? Halo.. kalian masih menyimak aku kan? Belum banting media baca ceritaku ini kan?! Hello.. guuuyyss!! Yah.. kuharap kalian siap tak hanya lahir batin tapi juga mental untuk meneruskan baca kisahnya si Rahyang Kirana ini. Terima kasih ‘loh sebelumnya.. sayaaaaaang deh sama kalian!! Hahaaa.. _
After tons of experience, aku mulai amat sangat kebal dengan hantu hantu, mahluk jejadian, the lost soul. Siluman, jin, pocong, kunti, gunduruwo apalah itu, you name it... I got it! Ehh.. I’ve deal with it. Bahkan sekarang mereka bisa kuatur, kuajari jam-nya manusia. Jam-nya manusia. Media untuk menyampaikan pesan dan sebagainya. Biar ngga pusing dan biar aku bisa BAWA KENDARAAN SENDIRI DENGAN TENANG DAN BAIK JALANNYA SEPERTI KERETA KUDA YANG DIKENDARAI PAK KUSIR!!_ jangan semena mena muncul dan membuyarkan konsentrasiku saat saat penting seperti itu, yang ada aku bisa jadi salah satu dari kalian!?. HIHH!!. No thanks!? Not now! Aku masih mau berhura hura dan bahagia. Aamiin.
Aku masih menjadi anggota Geng Kusut ‘Idup (candaan kami terhadap satu sama lain yang sesama “dibuang/diasingkan” society, #Kriukk. hahaa) yang paling pendiam. Aku si penghuni pojokan, aku si kutu buku, aku si pendengar paling baik dan waras diantara semua kawan yang datang nongkrong dirumah Azria. Terparah kelakuanku yang terimbas mereka hanya merokok dan minum alkohol. Lainnya tidak. Aku takut jarum suntik (ngga ‘nembus juga kekulitku) dan tak bisa menelan pil, apapun sebesar apapun bentuknya. Entah kenapa. Bahkan ketika aku sakit kepala saja, aspirin itu harus kuhancurkan terlebih dahulu baru dicairkan dan kuminum. Jika tidak, tiga liter air pun takkan tertelan olehku itu pil sebesar kacang hijau!?.
Dirumah Azria bebas, drugs, alcohol.. apa saja ada. Hampir seperti pesta tiap hari hidup kami disini. Yang jelas semua pesta pesta ini kalau mau jujur, hanya kamuflase. Kami menari, tertawa dan sebagainya, tapi tetap, jauh didalam kami, kami adalah orang orang yang disingkirkan, dinomor-sekiankan oleh orang orang yang justru seharusnya menjadi orang paling menerima dan mengasihi kami. Our own FAMILY. Kami adalah orang orang dengan hati paling sakit, sedih.. ironis. Hingga akhirnya kami menjadi keluarga dengan sesosok asing sama sekali. Kami jadi dekat dan saling mengasihi melindungi, juga selalu ada untuk satu sama lain, kapanpun, apapun circumstances-nya. Dan ya, sehancur bejadnya kelakuan kami, kami tidak saling tusuk dari belakang apalagi menjerumuskan. Tentang merokok atau minum atau memakai narkoba, kami tidak saling menganjurkan atau memaksa yang lain juga untuk melakukannya dan mengancam jika tidak mau maka akan diusir dari geng. Tidak. Kami fair. Mau pakai, silahkan. Beli pakai dana sendiri dan jangan rese dengan mengajak yang
lain apalagi mengedarkan keluar. Oh iya, kami yang kacau ini aman dari aparat keamanan bukan semata mata karena ayah pemilik rumah adalah perwira polisi, no, kami aman karena aku “melindungi” mereka. Setiap akan datang hari “sial”, aku beri pengumuman pada semua agar jangan datang dihari yang ditentukan. Berkali
kali kami lolos dari whatsocalled penggerebekan. Hahaa.. maaf, but I have to “protect” my family.
__ADS_1
*****************
Tahun berganti, dari kelas 1 sampai akhirnya aku kelas 3, mendekati lulus. Pun Azria. Hanya beberapa yang karena satu dan lain hal, hahahaa.. gagal naik kelas atau lulus ujian. Bahkan yang mati pun bukansatu-dua. Richard, Max, Lolita, Hasna, Fauzi.. siapa lagi? Rita, meninggal dipertengahan semester karena OD. Yang kocak, Lolita dan Fauzi, setelah jadi hantu pun mereka tetap pacaran dan saling tengkar karena cemburu Lolita yang
rupanya bahkan kematian pun, tak usaikan urusan dunia mereka. Mereka linger beberapa lama dirumah Azria, tiap
pagi ‘nongol lengkap seragam dan atribut sekolah, hahahaaa.. . Mereka masih “merasa” wajib bangun pagi dan pergi sekolah (baca membolos dan ‘numpang pacaran dirumah Ria). Hasna, terus terusan menangisi kucingnya, katanya, “siapa mau sayang kitty seperti akuuu?? Kitty nanti tidurnya sama siapaaa?? Huaaaa....” Berisik ASLI guys!?
Richard menyatakan cintanya padaku (yeah right Rich!? Lo jadi manusia aja belum tentu gue mau jadi pacar lo, apalagi lo ‘udah ‘nembus gini pas gue peluk?!) MaX, Rita dan beberapa lain yang meninggal karena sakit or kecelakaan, pergi dengan damai. Or at least I think so, karena mereka hanya datang sekali dihari mereka ganti dunia dan pamit utnuk kemudian ngga datang lagi. Makes me wonder thou’.. kok mereka bisa pergi dalam damai?
Bukannya hidup mereka parah ya? Bukannya seharusnya mereka punya beribu alasan untuk gentayangan dan jadi arwah penasaran? Mereka ke surga atau neraka ya? Dari tampilan ruh mereka sih mereka justru tampak jauh lebih
ganteng/cantik bersih berkilau bak piring dicuci sunl*ght.. hahaa. Sama sekali tidak tampak kesedihan atau luka batin diwajah mereka. Mereka seperti malah bahagia mati. Entahlah. Aku tetap dan akan selalu mendoakan mereka. Lagipula, Tuhan Maha Tahu juga Maha Baik.
Berurusan dengan yang seperti ini, buatku belajar dan pahami beberapa hal, well, meski sebatas pemahamanku saja sih.. , contoh mengenai keyakinan, keyakinan yang disebut publik sebagai agama. Yang pastinya, kalau kita beramal baik, taat beribadah and so on, kita adalah kaum auto- surga. Nah, aku kenal beberapa hantu yang ternyata dulunya mereka orang orang taat, tapi kemudian mati dalam keadaan tersiksa. Kenapa? tanyaku ternyata, semasa didunia, mereka taat iya taat, tapi hati mereka “busuk”. Beberapa bahkan mengatas-namakan Tuhan demi kepentingan pribadi mereka. Politik, penipuan berkedok donasi, syiar agama yang ternyata tak
ubahnya hanya untuk “memuluskan” membenarkan tindak laku mereka. Amit- amit deh!? Ada juga yang penuh tattoo, metal-punk ‘abis-abisan. Ehh.. mereka mati dalam keadaan damai dan bahagia loh.. mereka tidak merasakan sakit sedikitpun waktu Malaikat mencabut nyawa mereka. Urusan penguburan dan perjalanan after life mereka juga “happy”, adem.. damai. Jadi pemahamanku adalah Jadilah manusia yang berhati bersih,seburuk
apapun hidupmu. ‘Toh semua amal perbuatan, hanya Tuhan yang punya ultimasi dalam menilai. Dan bukan berarti jangan beragama ya guys.. berkeyakinan dan meyakini adanya Tuhan dan segala kuasaNya itu HARUS. Beribadah, berdoa dan berpegang pada Tuhan dan kitabNYa itu WAJIB. CAMKAN!! _
__ADS_1