Raka Arkana

Raka Arkana
Dua hari kemudian


__ADS_3

Arka serta Lois,dan juga Mentari ada di dalam ruangan Raka,dimana dokter Metti bersama dengan rekan nya sedang membantu Raka untuk membuka perban di wajah nya.


"Jika kita membuka hari ini,mungkin wajah nya akan terlihat lebih jelas,dan tidak membengkak,karena sudah lebih dari tujuh hari!"


"Benar,dok.Aku akan membantu nya"ujar Mentari yang langsung berdiri di samping Metti.


Lois dan Arka menunggu perban di wajah Raka akan terbuka.


Dokter Metti yang di bantu Mentari pun perlahan - lahan membuka perban di wajah Raka,dan itu membuat Raka dan yang lain tidak sabar untuk melihat wajah baru Raka,setelah selesai di operasi.


Begitu perban berhasil di buka,orang pertama yang terkejut melihat hasil nya adalah,Arka.Bagaimana pun ia adalah saudara kembar Raka,namun wajah Raka kali ini jauh berbeda dari wajah nya.


"Kenapa begitu dok? apa yang terjadi? kalian telah salah mengoperasi wajah nya,kenapa berbeda?"tanya Arka begitu panik,Mentari dan dokter Metti hanya diam saja.


"Mentari kenapa begini?"Arka memegang lengan Mentari,namun wanita ini tidak berani menatap netra Arka,karena dalam diri nya masih ada cinta untuk pria yang sedang berbicara dengan nya saat ini.


"Arka cukup!"


Arkana terdiam,mendengar suara Raka yang lumayan tinggi.


"Apa maksud mu cukup?"Arka berjalan ke arah Raka,


"Aku yang meminta mereka untuk mengubah wajah ku,kita berdua tidak harus memiliki kemiripan ini dari dulu.Karena wajah ini pernikahan ku gagal,karena wajah ini aku salah mengenal cinta sejak dulu"pungkas Raka,tentu saja Arka terdiam,lalu ia mundur dua langkah.


"Jangan banyak bergerak dulu,masih ada waktu satu Minggu untuk sembuh sampai sempurna"tukas Metti,yang membantu Raka kembali ke ranjang nya.


"Raka,apa kau membenci wajah ini?"kini Arka duduk di samping ranjang Raka,pria itu tidak menoleh ke arah Arka,dia membuang pandangan nya.


"Raka,lihat aku.Kita adalah saudara kandung bukan.Jangan bersikap begini kita hanya tinggal berdua disini,jangan anggap aku orang asing dan kamu membenci ku!"


Ini lah kelemahan Arkana di depan Raka,selama ini Raka selalu bersikap egois kepada Arkana,tanpa ia sadari dia telah menyakiti perasaan Arkana.Apalagi melimpahkan kegagalan pernikahan dia kepada Arkana.


"Tinggalkan aku,aku butuh istirahat!"


Arkana pun berdiri dan memandang Kakak nya sekilas,lalu ia berbalik dan pergi meninggalkan ruangan Raka.


Lois dan Mentari saling pandang satu sama lain.Tidak ada yang berani berbicara,pada keputusan Raka.


"Aku akan mengejar nya!"ucap Mentari,Lois mengerutkan dahi,harus nya dia yang mengejar Arkana bukan,kenapa harus Mentari?


"Aku saja!"


"Tidak,aku perlu berbicara dengan nya"tegas Mentari,


"Kalian berdua boleh pergi untuk mengejar nya,aku ingin sendiri!"

__ADS_1


Lois dan Mentari pun pergi meninggalkan Raka.


Blam!


Setelah semua orang pergi,Raka pun hanya bisa terdiam,di atas ranjang nya.


"Maaf Arka,aku tidak membenci mu,hanya saja kamu sudah waktu nya memikirkan kehidupan mu,aku tidak ingin menghambat kebahagian mu terus-terusan!"gumam Raka,yang kini menyadari kesalahan nya selama ini menyakiti perasaan Arkana.


Di luar ruangan,tepat nya di taman rumah sakit,Arkana duduk di taman sendirian.


"Lois,aku ingin bicara dengan Arka,bisa kah kamu memberi aku waktu sebentar dengan nya?"


"Baiklah,aku akan kembali ke perusahaan,jika ada apa-apa hubungi aku!"


"Pasti!"


Lois pergi dari sana,dan meninggalkan Mentari,yang menghampiri Arkana.


"Boleh Aku duduk?"Arka menoleh melihat ke arah Mentari,tidak menjawab namun ia menggeser sedikit memberi tempat duduk untuk Mentari.


Setelah merasa diri nya di ijinkan,Mentari langsung duduk di samping Arka,entah sejak kapan ia membeli minuman coklat dan membawa nya bersama.


"Ini bisa membantu lebih rileks!"Mentari memberikan sebotol minuman coklat kepada Arka,pria ini langsung mengambil dan meminum nya,Mentari hanya tersenyum melihat ke arah Arkana.


"Kau mau?"Arkana menawar Mentari minuman coklat yang ada di tangan nya,membuat Mentari terkejut.


"Tidak!"


Jantung Mentari berdegup kencang,karena ini ciuman yang tak tersentuh bibir.Wajah Mentari bersemu merah,lalu ia segera menutup botol yang ada di tangan Arka.


"Sudah.Jadi katakan apa rencana mu selanjut nya?"


"Rencana?"Arka kembali bertanya,


"Iya rencana,pernikahan Raka dan Divia telah gagal,jadi apa rencana mu?apa kamu akan menikahi Divia?"


Arkana terdiam,dia tidak langsung menjawab nya.Namun,Mentari sudah siap dengan jawaban yang akan di berikan Arkana.Mentari mengepalkan kedua tangan nya.


Suasana hening beberapa menit,sebelum Arkana memberi jawaban nya.


"Tidak!"


Deg!


Mentari terkejut,dan langsung menatap Arka,serta ke dua tangan nya terlepas,dan kini terasa dingin.

__ADS_1


"Kenapa? kau mencintai nya bukan? ini kesempatan mu untuk mendekati dia,bagaimana pun dia masih suci tidak ada apa-apa di antara dia dan Raka !"


"Kau tidak perlu tahu alasan ku,kau masih anak kecil!"ucap Arka,menyentuh rambut Mentari.


"Arka!"pekik Mentari saat tangan Arka menyentuh rambut nya,seperti saat mereka waktu kecil dulu.


"Aku berharap,Raka dan Divia kembali lagi!"


"Tapi itu tidak semudah yang kita pikirkan,saat ini Divia pasti sakit hati kepada Raka dan Kamu,apa mau dia berbaikan dengan kita?"


"Aku juga tidak tahu.Oh ya,kapan kamu akan kembali ke Inggris?"


"Kenapa kau menanyakan itu? apa kau mengusir ku?"


"Tidak,kau tinggal di rumah Lois,kenapa aku harus mengusir mu,Jika aku bosan melihat mu,aku tidak perlu menemui mu.Ha Ha Ha!"


"Apa kau sekarang bosan melihat Ku?"Mentari selalu memberikan pertanyaan ambigu membuat Arka mengerutkan alis nya.


"Mentari,ada apa dengan mu.Kenapa kau selalu memberi pertanyaan yang tidak ada jawaban nya!"


Deg!


'Tidak ada jawaban,maksud nya apa?'Mentari masih menatap Arka dengan tajam,ia sendiri bingung dengan ucapan Arkana.


"Kenapa kau melihat ku? jangan - jangan kau jatuh cinta kepada ku.Ha Ha Ha!"


"Gila!"itu lah jawaban yang keluar dari mulut Mentari untuk menyangkal ucapan Arkana.


Arkana kembali meneguk minuman coklat yang di berikan Mentari,ia menghabiskan nya.


"Aku akan kembali ke Inggris dua hari lagi!"


Arkana menoleh,dan menatap Mentari,begitu lama.Lalu ia tersenyum.


"Sudah seharusnya kau kembali ke habitat mu!"


"Iya,jadi tidak ada lagi orang yang akan menganggu mu"


"Aku ingin pulang,bagaimana kau pulang? apa perlu ku beri tumpangan?"


"Tidak,aku akan pulang sendiri,masih ada pekerjaan yang belum ku selesaikan!"


"Kalau begitu aku pulang dulu"Arkana berdiri dan menyentuh kepala mentari Seperti biasa nya.Mentari Hanya mengangguk saja.


Arkana pergi meninggalkan taman,dari jauh Mentari masih menatap punggung Arkana yang telah jauh pergi meninggalkan tempat duduk nya.

__ADS_1


"Heeh,kau masih tersimpan di hati ku,bagaimana pun ke depan nya,ku doa 'kan kau menemukan cinta sejati mu,biarkan tempat ini jadi kenangan kita berdua!"gumam Mentari,lalu bangkit dari tempat duduk nya.


__ADS_2