Raka Arkana

Raka Arkana
Arkana


__ADS_3

Kini Arkana telah tiba di kediaman Divia,dia sengaja datang untuk bertemu dengan Divia.Melihat mobil Arkana masuk ke dalam pekarangan rumah.Miranti langsung keluar untuk mengusir nya.


"Untuk apa kamu kemari?"tanya Miranti,saat melihat Arkana turun dari mobil.


"Tante"Arkana menghampiri Miranti,ia belum tahu jika itu adalah Arkana,bukan Raka.


"Tante,aku Arkana,aku datang kemari untuk meminta maaf sama Tante dan juga Divia"ucap Arkana,ingin mencium punggung tangan Miranti,namun tangan Arkana langsung di tepis oleh Miranti.


"Kenapa kamu datang lagi,kami tidak butuh maaf kalian,berhenti menganggu kehidupan Divia"tegas Miranti,yang tidak ingin Arkana atau pun Raka bertemu dengan Divia.


"Tante,saya mohon,biarkan saya bertemu dengan Divia,setelah hari ini saya janji,saya tidak akan menganggu hidup nya lagi,mohon biarkan saya bertemu dengan Divia,untuk terkahir kali nya"


Melihat ketulusan dalam diri Arkana,Miranti pun luluh dan membiarkan pria itu untuk bertemu dengan anak nya.


"Masuk!"


Arkana mengikuti Miranti,dia sudah pernah datang ke tempat ini,namun ke datangan nya kali ini sangat berbeda,dia tidak di sambut dengan ramah oleh Miranti.


Tok ! Tok ! Tok !


Ceklek !


"Ada apa ma?"tanya Divia,yang mulai memperlihat kembali senyuman nya.


"Ada teman sekolah mu yang ingin bertemu dengan mu!"sengaja Miranti berbohong agar ia mau bertemu dengan Arkana.


"Siapa?"Divia bingung,selama ini tidak ada orang yang datang ke rumah mereka.


"Sana pergi lihat dulu"


Divia pun keluar dari kamar nya,menuju ruangan tamu,begitu tiba disana,dan melihat Arkana Divia langsung berbalik dan ingin pergi dari sana.


"Sayang,kalian perlu berbicara,selesaikan masalah kalian dengan secara baik-baik,agar kita semua dapat hidup tenang"akhirnya Divia mengalah dan berbalik,kembali ke sofa.

__ADS_1


"Divia,Mama akan pergi berbelanja"Miranti segera pergi meninggalkan mereka berdua untuk menyelesaikan masalah mereka.


"Apa yang membuat mu datang kemari,katakan pada ku!"ekspresi Divia terlihat tidak baik - baik saja,bahkan ia enggan untuk berbicara dengan Arkana.


"Aku minta maaf atas apa yang telah ku lakukan pada mu,aku tidak berniat untuk membohongi mu Divia.Tapi,Raka benar-benar mencintai mu,dia menceraikan mu bukan karena membenci mu,hanya saja dia merasa kamu tidak pernah mencintai dengan tulus selama ini!"pungkas Arkana.


"Jadi,kamu menyalahkan aku karena perceraian itu?"Divia memicingkan mata nya ke arah Arkana.


"Bukan begitu,Kamu salah paham.Aku tidak menyalakan mu,aku tidak bermaksud untuk itu,hanya saja.Kamu salah paham dengan keputusan Raka,kamu mengira dia tidak mencintai mu,sejujur nya Raka sangat mencinta mu,dia bahkan hari ini telah membuktikan pada kami semua sebesar apa cinta dia pada mu,Raka sudah selesai melakukan operasi wajah!" Arkana menunduk,Divia terkejut.


Dalam hati Divia ingin sekali datang untuk melihat keadaan Raka.Namun,rasa kecewa nya lebih besar untuk Raka,dari pada rasa khawatir nya saat ini.


"Divia,aku ingin tahu dalam hati kecil mu apa kau pernah mencintai Raka?"pertanyaan itu membuat Divia,menatap tajam ke arah Arkana.


"Kenapa Kau menanyakan itu? apa kebersamaan kami selama ini tidak membuktikan betapa aku mencintai nya?apa selama lima tahun yang lalu aku hanya sedang membuat lelucon untuk mencintai Raka? tidak Arkana,tidak,aku sangat mencintai nya!"


Arkana langsung menatap netra Divia.Tidak ada kebohongan disana,Arkana bahkan dapat melihat air mata yang menetes sebagai bukti ketulusan dari ucapan Divia barusan.


Arkana tersenyum saat mendengar jawaban Divia,karena dia akhirnya tahu isi hati Divia yang sesungguhnya.


"Jika Raka mengubah wajah nya,apa kau masih mencintai nya?"


"Aku mencintai kepribadian nya bukan wajah nya,bagaimana pun wajah Raka,aku akan selalu mencintai nya"


"Aku mengerti sekarang,kenapa kau menolak untuk di ceraikan oleh Raka waktu itu,karena memang kau tidak ingin berpisah bukan?"


"Iya!"


"Tapi kenapa kau bertanda tangan di surat cerai?"


"Karena aku mengira dia tidak mencintai ku,dan ingin membuang ku!"


"Kamu salah Divia,Raka tidak pernah membuang mu,mau kah kau kembali seperti dulu lagi?"mendengar itu Divia terdiam,sebagai wanita yang gagal dalam pernikahan mungkin menyimpan trauma yang cukup dalam.Apalagi orang itu adalah sahabat masa kecil.

__ADS_1


"Mungkin aku bisa kembali sebagai teman,namun aku tidak bisa kembali sebagai kekasih,aku butuh waktu Arkana!"


"Aku tidak memaksa mu,setidak nya aku sudah tahu jawaban mu.Aku permisi dulu"


Melihat mobil Miranti telah kembali,Arkana segera bangkit dan berpamitan.


Setelah kembali dari rumah Divia,Arkana menyusun rencana nya untuk terbang ke New York.Bagaimana pun masa depan nya ada di tangan nya.Untuk saat ini Raka sudah bisa hidup mandiri,segala kondisi tubuh nya sudah membaik.


"Bi Rani,aku tidak pergi ke rumah sakit,jika Raka pulang,titip pesan ku pada nya,aku tidak ingin membuat dia cemas,katakan pada nya aku baik-baik saja"


"Baik Den,hati-hati di jalan,selalu memberi kabar untuk Bibi"


"Baik Bi"


Arkana memeluk Rani,orang yang merawat nya sampai sebesar ini,dan orang yang paling setia dalam keluarga Purna.


Kediaman Andara. . .


Lois sedang menunggu Mentari dari kamar nya.Begitu Mentari keluar,Lois segera berdiri.


"Sayang,titip salam untuk Papa dan Mama mu!"ucap Putri memeluk Mentari,


"Iya Tante!"


"Hati-hati ya sayang"Aldo ikut memeluk Mentari,setelah berpamitan dengan semua anggota keluarga,Lois pun mengantar Mentari ke bandar udara.


Terlihat Arkana dan Mentari telah tiba di bandar udara yang berbeda.Namun,memiliki jadwal penerbangan yang sama.Hanya saja tujuan mereka berbeda arah.


Penerbangan Mentari menuju Negara Inggris,sementara Arkana penerbangan nya menuju NY.


Dari tempat parkir,Lois melihat pesawat yang telah lepas landas,dan ia melambaikan tangan nya ke arah langit saat melihat pesawat itu terbang.


Lois adalah pria yang sangat menyayangi Mentari,meskipun Mentari di lahiran dari ibu yang berbeda,namun ia selalu menganggap Mentari sebagai saudara kandung.

__ADS_1


__ADS_2