
Raka mendapat kabar dari Anita, jika Arkana akan pulang dari NY. Meskipun awal nya sempat terkejut, Raka sadar jika rindu dia melebihi ego nya sekarang. Raka sudah lama merindukan sosok Arkana hanya saja ia takut mengatakan itu.
Raka berdiri di ruang tamu, dan ia terus mondar - mandir di tempat itu, membuat Rani bingung.
"Den Raka, apa yang anda lakukan, kenapa mondar mandir, apa ada yang salah?"
"Arkana akan pulang hari ini"
Rani terkejut, haru tercampur rindu, Rani sudah lama tinggal bersama dengan mereka, bahkan Rani menganggap Raka dan Arkana sebagai anak nya, Rani memilih bekerja di rumah Purna dari pada menikah, untuk menjaga amanah dari Azizah.
Bruumm...
Suara mobil yang memasuki halaman rumah purna, membuat Rani dan Raka, menoleh bersama ke arah jendela.
Dan benar saja, itu Arkana yang baru saja tiba, dan dia tidak sendiri, Arkana datang bersama dengan Mentari, tentu saja membuat Raka bingung dengan kedatangan Mentari ke rumah Purna.
Ceklek !
"Bi, Rani" Arkana langsung memeluk Rani, saat pintu terbuka, sudah menjadi kebiasaan sendiri sejak di tinggal oleh ke dua orang tua. Rani sangat berjasa di keluarga Purna.
"Bi, ini Mentari, calon istri ku!"
"Aah, calon Nyonya muda, selamat datang" sapa Bi Rani dengan ramah, Mentari langsung memeluk Rani, sebagaimana sikap Arkana terhadap Rani.
"Bi, terimakasih sudah merawat Arkana dan Raka sejak dulu" ujar Mentari, memegang tangan Rani.
"Bibi, sudah menganggap mereka seperti Keluarga Bibi. Den, ayo masuk Den Raka, ada di dalam"
"Eeemmm"
Arkana dan Mentari mengikuti Rani untuk masuk ke dalam rumah. Sampai di ruang tamu, ada Raka yang sedang menunggu mereka.
Sudah setahun lebih, tidak pernah menanyakan kabar satu sama lain, pasti sangat canggung saat pertama kali bertemu.
"Kak, apa kabar?" tanya Arkana yang berdiri tidak jauh dari tempat duduk Raka. Pria ini langsung bangkit dari tempat duduk nya, masih dengan raut wajah yang datar.
Rani dan Mentari takut, jika kesalahpahaman satu tahun yang lalu masih membuat hubungan mereka semakin merenggang.
__ADS_1
"Apa kau hanya akan bertanya kabar ku saja, tidak ingin memeluk ku yang sudah setahun tidak pernah melihat mu?"
Mendengar pertanyaan itu, Arkana langsung mendekat dan memeluk Raka.
"Maaf Kak, aku salah, aku yang telah lari dari masalah "
"Ini bukan salah mu, aku yang memberi mu posisi itu, jadi itu bukan salah mu, tapi salah ku yang tidak percaya akan cinta calon istri ku sendiri"
Mereka melepas pelukan satu sama lain, lalu Raka melihat Mentari yang berdiri di sebelah Rani.
"Kak, kedatangan kami berdua ingin menyampaikan niat baik kami, kami akan segera menikah. Dan mohon doa restu mu kak"
"Aku selalu merestui kalian" jawab Raka, memberi selamat untuk Mentari, dengan senang hati Mentari menjabat tangan Raka.
Rani menyeka air mata nya yang sempat menetes, Mentari mengetahui itu, langsung merangkul Rani.
"Tidak apa Bibi, kita akan segera menjadi keluarga" ujar Mentari, Bi Rani tersenyum menanggapi ucapan Mentari.
"Bibi berharap, Den Raka sama Non Divia juga bisa secepat nya mendapat restu dari Mama Divia"
"Amiin, kita semua sama - sama berdoa, untuk hubungan Divia dan Raka" tukas Arkana.
...****...
Setelah Arkana mengantar Mentari ke keluarga Aldo, sang paman Mentari dan juga sahabat dari Satria, Ayah nya Arkana.
Kini Arkana kembali pulang ke rumah purna, sebelum tiba di rumah, tiba- tiba hujan turun begitu lebat, sehingga sedikit menghambat jalan Arkana, karena disaat hujan turun, aspal terlihat lebih licin dari biasa nya.
"Kenapa hujan turun begitu lebat, mana belum tiba di rumah lagi" gumam Arkana, yang sesekali mengintip ke arah samping guna untuk melihat jalan di sekitar.
Entah dari mana datang seorang manusia, yang tiba - tiba berdiri tepat di depan mobil Arkana, sehingga mengejutkan pria ini.
Tit....Tit...
Meskipun Arkana sempat mengelak nya, agar tidak menabrak wanita itu, namun wanita itu terlihat memang ingin menabrak 'kan diri pada mobil Arkana, wanita itu terlihat sengaja untuk melakukan percobaan bunuh diri.
Brak!
__ADS_1
Meskipun sudah berusaha sangat keras, wanita itu masih terserempet dengan mobil Arkana, sehingga membuat nya terjatuh ke aspal, dan itu membuat Arkana panik.
"Aku menabrak seorang wanita" gumam Arkana, lalu ia mencoba membuka pintu mobil, dan ingin melihat keadaan korban yang terjatuh ke aspal.
"Nona, apa anda tidak, apa - apa ?" tanya Arkana mendekat, tapi tidak berani memegang tangan wanita itu, yang masih setengah sadar, mengulurkan tangan nya ke arah Arkana.
"Tolong saya, selamatkan anak saya" gumam wanita itu, Arkana mengetahui perempuan itu masih sadar, ia pun segera menolong nya, dan membawa masuk ke dalam mobil, karena jalanan dalam keadaan sepi, Arkana tidak dapat meminta pertolongan kepada orang lain, dan dia harus membawa nya sendiri ke rumah sakit.
Tanpa ada rasa curiga, Arkana membawa wanita itu pergi dari tempat tersebut, dan membawa nya ke rumah sakit.
Tiba di rumah sakit purna, karena sudah tengah malam, suasana tidak begitu ramai, ada beberapa perawat, dan dokter shif malam yang berlari ke arah Arkana, yang tengah mengendong wanita yang ia tabrak tadi.
"Dok, tolong selamat 'kan wanita ini, seperti nya dia tengah hamil" ujar Arkana, dokter itu hanya menarik hospital bed tersebut menuju ruang pemeriksaan.
"Aku harus menghubungi Mentari" gumam Arkana, yang mengambil ponsel nya di saku celana. Namun, hal itu tidak terjadi, Arkana takut Mentari akan salah paham, apalagi wanita yang ia tabrak adalah seorang ibu hamil, Arkana takut, Mentari akan berpikir yang enggak - enggak tentang nya.
"Lebih baik aku menghubungi Raka" lanjut Arkana. Dia menghubungi Raka, namun nomer Raka tidak dapat di hubungi, Raka sedang ada panggilan lain, sehingga tidak mengetahui panggilan dari Arkana.
Tiga puluh menit berlalu, tidak ada panggil nya yang di angkat oleh Raka, semakin membuat Arkana menjadi panik.
Ceklek !
"Keluarga pasien?" seru dokter yang yang baru saja keluar dari ruangan tersebut, Arkana langsung menoleh dan menyimpan ponsel nya.
"Bagaimana kabar pasien dok?"
"Alhamdulillah, kondisi nya sudah membaik, apa wanita ini istri anda?"
"Bu- bukan, saya yang menolong nya" ungkap Arkana.
"Apa dia korban tabrak lari ? anda perlu menghubungi pihak kepolisian untuk melapor kejadian ini, agar pasien mendapat kompensasi dari pelaku" ujar dokter.
"Tidak apa-apa, saya akan bertanggung jawab, sampai pasien sembuh" tukas Arkana, karena Arkana tahu, berurusan dengan polisi bisa membuat masalah lebih parah, apalagi hari ini dia baru saja tiba di negara ini, setelah setahun lama nya sempat menghilang.
"Baik lah, mohon jaga pasien, untuk sementara tolong jangan membuat pasien dalam keadaan tertekan, aku melihat kondisi nya sangat lemah, apalagi tengah mengandung"
"Baik dok"
__ADS_1
Dokter tersebut langsung pergi, setelah berbicara dengan Arkana, melihat hujan sudah mulai reda, Arkana menitip wanita yang tidak di ketahui nama nya itu sama perawat, karena Arkana ingin pulang, dan bisa kembali lagi besok pagi.