Raka Arkana

Raka Arkana
Satu tahun kemudian


__ADS_3

Satu tahun telah berlalu, kini Raka hidup dengan wajah yang berbeda, Raka dan Divia jarang bertemu setelah ke dua nya resmi bercerai di atas kertas, pada satu tahun yang lalu.


"Pak Raka, apa yang bisa saya bantu, anda menyuruh saya untuk datang kemari" seru Anita begitu tiba di depan meja Raka, saat ini Raka dan Anita membuat janji untuk bertemu di restoran.


Anita sudah pensiun lima bulan yang lalu, karena usia Anita memilih untuk mundur dari Purna Grup.


"Tante, Aku membutuhkan Sekretaris yang baru, yang bisa di andalkan, dan bisa di ajak kerja sama, kalau bisa saya ingin yang seperti Tante" ungkap Raka, antusias.


"Jangan seperti saya, saya sudah sangat tua, bagaimana kalau yang muda, biar bapak lebih semangat" goda Anita, Raka hanya tersenyum mendengar candaan Anita, sudah seperti ibu bagi Raka.


Anita dan Raka pun melanjutkan makan siang bersama, karena sudah lama mereka tidak bertemu, sampai saat ini Arkana juga belum menghubungi Raka lagi, semenjak dia pergi, Arkana memutuskan kontak dengan Raka, selama ini Arkana tinggal di NY.


"Selamat datang" sapa seorang pelayan, kepada seorang wanita yang baru saja singgah di restoran tersebut.


Anita membuka website untuk menerima sekretaris baru, hanya saja Anita belum membuka profil perusahaan kepada calon karyawan yang melamar kerja melalui email.


Sehingga wanita itu, datang ke restoran itu untuk bertemu dengan Anita, setelah membuat janji dua hari yang lalu.


"Permisi!" ucap Perempuan yang baru saja datang, Anita dan Raka menoleh bersama.


"Loh, Mba Anita?" ucap Divia yang sedikit terkejut, yang lebih terkejut saat ini adalah Raka, mantan istri nya yang sudah lama tidak ia lihat dan bertemu di tempat seperti ini, dan di waktu yang tidak di sengaja lagi.


Divia memastikan lagi, nomer meja yang orang yang membuat janji dengan nya, ia takut salah orang.


"Silahkan duduk Divia!" Anita mempersilakan Divia duduk, Divia terlihat ragu, hanya saja dia tidak mengenali Raka lagi, dia pernah mendengar dari Arkana jika Raka telah mengubah wajahnya, hanya saja dia tidak pernah datang untuk melihat keadaan Raka waktu itu.


Raka memperhatikan Divia, sampai saat ini dia masih sangat mencintai Divia. karena, Divia adalah cinta pertama dan terakhir nya untu nya.


"Maaf Mba Anita, saya datang kemari telah membuat janji dengan seseorang, mungkin saya salah meja"


"Tidak salah, kamu membuat janji dengan saya, benar saya yang mencari sekretaris baru, karena perusahaan kami membutuhkan karyawan baru di bagian sekretaris" pungkas Anita, yang kini melirik Raka, yang terus menatap Divia.


"Eheeem" Anita berdehem, Raka langsung mengalihkan pandangan nya.


"Jadi, mba Anita kapan saya bisa di wawancarai?"

__ADS_1


"Tidak perlu, anda sudah saya terima, dan bisa langsung mulai bekerja besok pagi, ini formulir dan profil perusahaan kami" Anita memberikan satu buah map untuk Divia, dan wanita ini menerima nya.


Divia langsung membuka, sembari memeriksanya, saat melihat nama CEO yang tertulis di sana, tentu saja membuat Divia terkejut.


"Mba, serius ini?"


"Eeemm, saya serius, Kamu bisa menggantikan posisi saya" ujar Anita.


"Tapi, saya mungkin tidak akan di terima"


"Pasti di terima, bukan begitu Pak" tanya Anita kepada Raka, langsung membuat Raka terkejut, seketika mengangguk nya.


Divia menatap netra Raka, tidak asing, namun wajah itu sangat asing bagi nya.


"Divia ini atasan kamu nanti, silahkan berkenalan dulu, biar lebih akrab" tukas Anita,


'Sejak kapan purna ganti orang baru?' Divia memperhatikan Raka, ia ragu untuk bersalaman dengan Raka.


"Divia"


Ke dua nya bersalaman, yang membuat Divia terkejut adalah, orang yang selama ini ingin ia ketahui kabar nya ada di depan nya saat ini.


Divia terdiam, dia sendiri tidak tahu harus berkata apa, namun rasa kecewa Divia masih tersulut di dalam hati nya saat diri nya di ceraikan dulu.


"Maaf, saya tidak bisa !" Divia bangkit dari tempat duduk nya, dan ingin pergi meninggalkan tempat itu. Raka langsung berdiri dan berusaha mencegah Divia.


"Tunggu!" Raka mengejar Divia sampai ke tempat parkiran.


"Eeemm, akhirnya mereka bertemu lagi, semoga Tuhan mempersatukan kalian berdua " gumam Anita yang mengeluarkan ponsel dari dalam tas nya.


"Hallo pak, tugas saya sudah selesai, saya yakin mereka akan CLBK" ucap Anita dengan semangat.


[Terimakasih Tante]


"Sama-sama"

__ADS_1


Panggilan pun terputus, Anita ikut pergi meninggalkan restoran tersebut.


Di tempat parkir, Divia berusaha masuk ke dalam mobil, namun Raka melarang nya.


"Tunggu, aku ingin berbicara"


"Apa lagi yang ingin kamu bicarakan, bukan kah, diantara kita sudah selesai?" Divia menoleh ke arah Raka yang saat ini berdiri di belakang nya.


"Diantara kita memang sudah selesai, tapi bukan kah, kamu baru saja memulai bekerja dengan Purna, aku janji tidak akan menyulitkan mu, dan aku tidak akan menyusahkan mu untuk ke depan nya"


Divia menatap pria yang sudah lama tidak bertemu dengan nya, ada banyak hal yang ingin Divia dengar dari pria ini, namun Divia memilih untuk tidak bertanya.


"Saya tidak ingin bekerja dengan Kamu, apalagi menjadi sekretaris mu, itu sungguh tidak masuk akal"


"Kamu hanya bekerja, dan saat adalah bos nya disana, hubungan di antara kita berdua hanya sebatas bos dan karyawan, saya janji tidak akan menganggu kamu, jangan menolak kesempatan ini, mencari kerja saat ini tidak lah mudah"


Divia mulai memikirkan ucapan Raka, saat ini Miranti sedang sakit, dan membutuhkan banyak biaya untuk pergi memeriksa keadaan nya ke rumah sakit.


"Heeemmm baik lah"


Divia langsung masuk ke dalam mobil nya, Raka hanya tersenyum senang saat mendengar jawaban terakhir dari Divia.


Tok Tok Tok ...


Raka mengetuk kaca mobil Divia, sebelum Divia melajukan mobil nya, Divia menurunkan kaca mobil itu sedikit, tanpa melihat ke arah Raka.


"Terimakasih Divia" ucap Raka, wanita ini tertegun, Raka masih bersikap lembut kepada nya sama seperti saat mereka bersama-sama. Divia tidak menjawab, ia segera melajukan mobil, dan meninggalkan Raka di tempat parkir.


"Untuk apa kamu datang, apa hanya untuk membuka luka lama, atau cerita lama?" gumam Divia yang sedang fokus menyetir, dia sudah jauh pergi meninggalkan restoran tersebut.


Di tempat parkir, Raka masih melihat bayangan mobil Divia, padahal wanita itu sudah lama pergi meninggalkan tempat itu.


"Aku masih berharap di berikan kesempatan kedua untuk menikahi mu lagi, dan menjadikan mu ratu yang terakhir dalam hidup ku!" Raka berjalan ke arah mobil nya, yang tak jauh dari posisi ia berdiri.


Setelah Raka masuk ke dalam mobil, tanpa mendung tiba-tiba hujan turun, sehingga membasahi bumi. Raka menyenderkan kepala nya sebentar di jok mobil sembari mengingat Divia yang ia temui beberapa menit yang lalu.

__ADS_1


__ADS_2