Rakamel

Rakamel
Bagian 1


__ADS_3

Panggil saja Amel. Amelia Melodika adalah nama panjangku, jika kalian bertanya kenapa nama panjangku Melodika jawabanya ada pada ayahku. Jadi dulu ayahku berharap agar aku bisa menjadi seorang penyanyi.


Sayangnya, aku tidak memiliki bakat di bidang bernyanyi. Tapi bukan berarti aku tidak punya cara untuk membuat orang tua ku bahagia.


Jadi sejak kecil aku memang sudah di karuniai oleh Tuhan otak yang cerdas. Dan bisa di bilang aku adalah anak yang cukup banyak memiliki rekam jejak prestasi.


semua lomba sudah aku ikuti baik yang di tingkat daerah, nasional sampai yang terbaru tingkat Asia Tenggara. Tapi aku tidak ingin menjadi sombong aku tetaplah Amel yang cuek dan santai.


Dan karena aku terlalu sibuk belajar untuk persiapan lomba. Aku sampai tidak pernah terfikir untuk pacaran apalagi jatuh cinta tidak pernah. Tapi ada seorang laki - laki yang usianya 2 tahun lebih tua dariku.


Dia yang membuatku mengenal apa itu "cinta" dia juga orang pertama yang menjalin hubungan dengan ku. Jika ditanya bagaimana seorang Amel bisa di buat klepek - klepek sama dia, jawabannya mudah dia berbeda.


Berbeda? iya dia berbeda dengan laki - laki yang ku kenal pada umumnya. Dia istimewa sangat istimewa bahkan dia punya tempat sendiri didalam hatiku.


Tapi semua kebahagiaan itu berubah begitu saja. Saat dia memutuskan untuk melanjutkan kuliah di Melbourne Australia, aku tidak melarangnya untuk kuliah disana. Aku selalu mendukungnya.


Namun ada yang berbeda saat dia berpamitan padaku untuk pergi ke Australia. Pamitan itu, seperti salam terakhirnya. Dia janji akan mengabariku jika dia sudah sampai disana, tapi aku tidak pernah mendengar kabarnya lagi. Dia menghilang meninggalkan ku sendiri di hantui dengan berbagai pertanyaan.


...


Sepulang sekolah aku tidak langsung pulang, aku memutuskan untuk mampir dulu ke salah satu toko buku yang jaraknya tidak jauh dari sekolah. Aku pergi sendiri seperti biasanya tapi, sepertinya hari itu Tuhan ingin mengenalkan ku dengan salah satu makhluk ciptaannya yang sangat aneh.


Saat itu aku sedang berada di jajaran rak buku novel remaja. Tanganku memegang dua novel sekaligus, yang satu Geez & Ann karya Rintik Sedu, dan yang satunya lagi Bukan salah hujan karya Ummuchan.


Rasanya sulit sekali untuk memilih saat itu. Sebenarnya bisa saja aku beli dua-duanya tapi uangku tidak cukup untuk membeli dua novel sekaligus, alhasil aku harus memilih salah satu.


Disaat itu pula seseorang yang tidak pernah aku duga kehadirannya datang. Dengan percaya dirinya dia bilang


"Kalo gak mau dibikin penasaran mending beli Bukan salah hujan, kalo Geez & Ann kamu harus beli 3 buku sekaligus supaya kamu bisa tidur dengan nyenyak"

__ADS_1


Dan anehnya aku malah nurut aja sama apa yang orang asing itu katakan. Apa jangan - jangan dia sudah menghipnotis ku? tidak - tidak. Itu tidak mungkin


"ooh...gitu yasudah terimakasih saranya" jawabku. Tunggu Amel sepertinya ada yang aneh, sebelum aku pergi ke kasir aku melihat seorang pria masih menggunakan seragam sekolah lengkap. Dia berdiri tepat disampingku.


Saat aku menatap wajahnya. Dia cuman bilang "Tadi saya liat kamu seperti kebingungan memilih antara dua novel tersebut. Jadi saya memutuskan untuk memberikan saran, supaya kamu tidak menghalangi jalan saya"


Demi Tuhan waktu dia bilang kayak gitu aku malu. Udah gak ada lagi yang namanya Amel si cewek cuek di dunia ini, rasanya aku ingin menghilang saja dari bumi. Karena terlanjur malu juga tidak enak karena sudah menghalangi jalannya aku meminta maaf pada orang tersebut semberi pergi menuju kasir.


Sesampainya dirumah aku langsung masuk ke kamar sembari terus memikirkan kejadian yang ah! sudahlah tidak usah dibahas lagi. Nanti juga lupa.


...


Tanggal 6 Mei aku dan beberapa murid perwakilan sekolah pergi ke Bandung untuk mengikuti OSN. Temanku Zahra bilang bahwa sepupunya juga pergi ke Bandung untuk mengikuti lomba yang sama, jadi Zahra dan sepupunya sudah janjian untuk ketemuan disana.


Sepanjang perjalanan yang ku lakukan hanyalah memandang ke arah kaca jendela bus. Entahlah rasanya ini adalah hal paling benar untuk aku lakukan saat ini.


Sesampainya di tempat perlombaan. Kami semua disambut dengan sambutan meriah satu persatu dari kami di kalungi, kalung yang terbuat dari bunga.


Lalu kami berbaris sesuai nomor urutan yang sudah diberikan sebelumnya. Di samping kiri barisan kami ada barisan anak SMA asal kota yang sama dengan asal kota SMP ku berada yaitu Jakarta.


Acara dibuka dengan berdo'a bersama sesuai kepercayaan masing - masing. Lalu dilanjut dengan pidato sambutan dari gubernur jawabarat, setelah selesai memberikan pidato. Panitia lomba memberitahu beberapa peraturan saat lomba berlangsung.


Lalu tanpa sengaja. Mataku menangkap sosok pria yang aku temui saat di toko buku waktu itu. Seolah sadar ada yang sedang memandanginya, pria itu ikut - ikuttan menoleh ke arahku.


Sontak saja aku terkejut. Terus dalam hati ngebatin "Aduhhhh!!!! Amel ngapain sih, pake acara mandangin segala fokus Amel fokus"


Lomba dimulai semua peserta dari seluruh kota, mulai memasuki ruangan lomba. Semua peserta di ruangan itu terlihat sangat percaya diri juga kompetitif tapi ada juga yang terlihat santai dan bisa saja layaknya aku.


Saat lomba dimulai, satu persatu peserta dibagikan lembar soal. Lembar sol tersebut terdiri dari 50 soal PG dan 25 soal esai, sebelum mengerjakan lomba soal ada beberapa murid yang memilih untuk berdo'a terlebih dahulu.

__ADS_1


Namun ada juga yang memilih langsung mengerjakan lembar soal. 20 menit berlalu waktu yang tersisa tinggal 5 menit lagi, suasana ruangan semakin memanas beberapa peserta mulai mengecek kembali jawaban di lembar soal.


Akhirnya waktu habis semua peserta mulai mengumpulkan lembar soal secara teratur lalu keluar ruangan dengan tertib.


...


Sambil menunggu hasil lomba keluar, Aku dan teman - teman yang lain memilih berteduh disebuah pohon besar yang rindang disana. Duduk disana sambil minum air dingin rasanya ah! sudahlah serasa disurga.


Saat aku sedang asik menikmati minuman dingin yang sangat segar itu, Zahra menepuk pundak ku. Lalu dia bilang...


"Mel, anter yuk!"


"Kemana?"


"Anter aku buat ketemuan sama sepupu aku. Gak jauh kok cuman 5 meter dari sini"


"ehm...yaudah oke. Tapi setelah itu aku balik lagi kesini"


"OKE"


Kami berdua sampai di tempat janjian. Namun anehnya ditengah kerumunan orang - orang itu, tidak ada yang Zahra kenal lalu aku bertanya.


"Ra, sepupu kamu yang mana?" tanyaku


"emmm...nah itu dia" menunjuk kepada orang yang dia maksud, mataku langsung melihat ke arah yang Zahra maksud dan lalu...


"Ra, kayaknya aku pergi sekarang aja deh"


ih...tar dulu tunggu sampai aku kenalin dia ke kamu"

__ADS_1


Mati aku, harusnya dari awal aku tidak mengiyakan ajakan Zahra. Dan sekarang aku malah terjebak dikadaan yang bisa membuatku frustasi.


Tuhan...bawa aku pergi dari situasi yang menjebakku ini.


__ADS_2