Rakamel

Rakamel
Bagian 3


__ADS_3

"SELAMAT SIANG SEMUANYA!!!" ucap salah satu MC yang berdiri diatas panggung


"SIANGG!!!"


"saya mau cek ombak dulu...YANG DISEBELAH KIRI MANA SUARANYA!!!"


"OOAAAOOOAAA!!!"


"YANG SEBELAH KANAN MANA SUARANYA!!"


"OOAAOOAA!!!"


"Bagus, masih pada semangat ya!. Baik sebelum kita mengetahui siapa yang akan menjadi juara OSN tahun ini, mari kita dengarkan terlebih dahulu pidato yang akan disampaikan oleh bapak gubernur jawabarat"


"Bismilahirohmanirohim, Assalammualaikum Warohmatullah Wabbarokatu.."


Selagi bapak gubernur memberikan pidatonya. Aku melihat ke arah teman - temanku, muka mereka semua menunjukkan sekali bahwa mereka sangat tegang.


Dan waktu yang di tunggu - tunggu tiba. Pengumuman juara dimulai dari tingkat SD, lalu lanjut ke tingkat SMP dan disinilah waktu yang paling ditunggu oleh ku juga teman - temanku.


Kami semua saling bergandengan tangan lalu berdo'a dalam hati agar gelar juara pertama jatuh kepada sekolah kami, setidaknya jika bukan aku yang menang masih ada Zahra.


"Dan...pemenang OSN tahun ini jatuh kepada....Zahra dari Jakarta"


Mendengar itu sontak saja, membuat aku dan teman - teman yang lain sangat kegirangan. Lalu Zahra naik keatas panggung dan dia menerima sebuah mendali juga piala yang diberikan langsung oleh gubernur Jawabarat.


Aku sangat senang sekali karena Zahra, bisa menjadi juara 1 dan membawa nama baik sekolah juga kota kami berasal. Walaupun ada rasa kecewa yang muncul dari dalam diriku, karena bukan aku yang menjadi juaranya. Tapi gak papa setidaknya sekolah kami pulang tidak dengan tangan kosong.


...


Didalam bus perjalanan pulang, semua siswa yang ikut banyak yang kelelahan jadi mereka semua tertidur dengan pulas diatas kursi bus yang empuk.


Sedangkan aku tidak demikian. Aku lebih memilih terjaga walau sebenarnya kelopak mataku sudah tidak sanggup lagi terbuka, namun tetap aku paksa agar tetap terjaga sampai di Jakarta.


Kenapa? karena aku tidak ingin kehilangan satu momen pun, saat menuju perjalanan pulang ke Jakarta. Karena saat aku duduk didalam bus, aku bisa melihat pemandangan kota Bandung yang...sudahlah tidak perlu di pertanyakan lagi.


Aku dan teman - teman yang lain sampai ke Jakarta pukul 6 sore. Dan didepan gerbang sekolah sudah ada ayah juga ibuku menunggu kehadiranku, aku yang melihat itu langsung datang menghampiri mereka sambil memeluk hangat.


"Jadi gimana lombanya?" tanya ayah


"aku kalah tapi temanku Zahra menang"


Lalu ibu mendekapku dengan dekapannya yang khas yaitu, dapat membuat hati siapa saja yang dia dekap menjadi tenang


"Kamu enggak perlu jadi juara untuk membuat kami bangga. Karena cukup dengan kelahiran mu didunia ini, sudah membuat kami bangga juga bersyukur" ucap ibu.


Saat didalam mobil ayah sebenarnya ingin mengajak ku dan ibu untuk makan diluar. Tapi aku menolak karena alasan capek jadi akhirnya kami langsung pulang ke rumah tanpa acara makan diluar terlebih dahulu.


Sesampainya dirumah aku langsung pergi ke tempat yang paling aku rindukan yaitu, kamar juga tempat tidurku. Entahlah padahal hanya pergi sebentar namun rasanya seperti sudah pergi berhari - hari.


Ku rebahkan tubuh ku keatas kasur. haah..rasanya nyaman sekali ucapku dalam hati, tak lama handphone ku bergetar menandakan ada pesan masuk. Dan terpaksa aku harus mengurungkan niat untuk rebahan.

__ADS_1


Ternyata Zahra.


Today


Zahra : Mel dah nyampe rumah?


Amel : Udh, emang knpa?


Zahra : Enggak...cuman pengen tau aja hehe


Zahra : ehk, btw kak Raka lumayan juga yak:v


Amel : biasa aja ahk


Zahra : Masasihk? btw tadi waktu acara makan bakso merecon kak Raka ngelap pin keringet kamu yah?


Zahra : AAACIEEEE...ADA YANG DEKETIN NIH!


******! kok dia tahu sih?! Aduuhhh...Amel tadikan lu satu meja sama Zahra ya...udah pasti dia tahu lah...


Zahra : jadi gimana?


Amel : gimana apanya?


Zahra : ah elah...hubungan mu sama kak Raka gimana?


Amel : yaelah baru juga ketemu terus kenalan, yakali langsung ada hubungan


Sambil rebahan diatas kasur. Seketika ingatan yang harusnya tidak datang saat itu malah membuat ku menjadi mengingat setiap momen bersama makhluk dingin itu.


Amel...jangan baper lo gak boleh baper. Siapa tahu dia cuman kasihan aja sama lo


Lalu handphone ku bergetar kembali, kali ini bukan pesan dari Zahra. Tapi DM dari orang yang mampu membuat seorang Amel kehabisan kosa kata saat berhadapan dengannya.


DM Instagram


Raka : Hai!


Amel : hallo


Raka : sebentar lagi sampai


Amel : hah? maksudnya apa kak?


Raka : tunggu saja. Sebentar lagi sampai


Jujur saja dari DM singkat itu dia sudah mampu membuat sorang Amel penasaran sekaligus bingung sebenarnya apa yang sebentar lagi sampai ke rumahnya. Apakah dia mengirimkan bom? Ah! tidak mungkin, mana ada dia setega itu.


...


5 menit kemudian seorang pria menggunakan jaket hijau lengakap dengan tulisan "Gojek" di jaketnya datang ke rumah untuk mengirimkan sebuah keresek yang berisi kotak berwarna coklat didalamnya.

__ADS_1


"dengan mbak Amel?"


"iya dengan saya sendiri"


"oh..ini mbak pesanan nya"


"pesanan? tapi saya eng..."


Tiba - tiba saja handphone ku bergetar


Raka : sudah sampai ya?


Raka : Terima saja tidak perlu berdebat dengan abang ojol nya kasian...


"yasudah pak mana pesananya terimakasih pak"


"iya mbak mari"


Saat barang yang dikirimkan oleh Raka sampai. Aku langsung saja membongkar isi kotak coklat tersebut tanpa ada curiga sedikit pun akan dikerjai olehnya.


Ternyata dia mengirimkan ku sebotol minuman sehat,lilin aroma terapi, dan healty food juga jangan lupakan secarik kertas yang bertuliskan harga semua barang itu.


DM Instagram


Amel : ini maksudnya apa?


Raka : itu semua untuk mu


Amel : tapi aku tidak butuh semua ini


Raka : kamu butuh semua itu. Saya tahu setelah pulang dari lomba tubuh mu pasti merasa kelelahan dan kepalamu pasti terasa pusing, oleh karena itu coba ikuti arahan ku.


Raka : *1. Nyalakan lilin aroma terapi



Minum minuman yang ada di botol



Makan makanan nya*




Aneh sekali. Seorang Amel yang paling tidak suka disuruh - suruh malam nurut saja dengan orang asing yang baru saja dia kenal, itu pun tanpa perencanaan. Tapi jika di pikir - pikir lagi apa yang diucapkan Raka ada benarnya.


...


Pagi harinya aku bangung dengan badan yang sangat segar. Biasanya seusai lomba paginya badanku akan terasa pegal - pegal namun pagi itu tidak. Mungkin saja barang yang diberikan oleh Raka semalam manjur.

__ADS_1


Disekolah sebelum KBM dimulai. Semua siswa dari kelas 7-9 dikumpulkan terlebih dahulu di lapangan, untuk penyerahan piala lomba kemarin. Harapannya sih agar siswa - siswi yang lain merasa termotivasi untuk turut berjuang membawa nama baik sekolah.


__ADS_2