
"Nah mel ini sepupu aku namanya Reza, tapi biasa di panggil Eza. Nah Eza kenalin ini Amel temanku"
Lalu Reza mengulurkan tangannya sambil berkata "Reza" dan setelahnya aku langsung membalas uluran tangannya sambil berkata "Amel".
Aku tidak masalah jika harus bertemu dengan Reza apalagi berteman dengannya. Yang aku permasalahkan adalah kenapa pada saat itu dia harus datang ditemani temannya, dan kenapa harus dia yang dipilih?
Zahra meberikan kode pada Reza seolah ia ingin tahu siapa yang menemani Reza saat itu.
"Oh iya sampai lupa. Kenalin ini Raka"
"Hai Raka kenalin aku Zahra" sambil mengulurkan tangan, Raka membelas uluran tangan itu sambil tersenyum.
Dan setelah itu dia mengulurkan tangannya padaku "Raka" ucapnya. Aku hanya bisa bengong dan tidak melakukan apapun kecuali terus melihat kearah uluran tangan tersebut.
Raka yang sadar tentang itu lalu menurunkan tangannya. Setelah itu dia bilang
"Saya pikir pertemuan kita waktu itu kurang baik" mendengar itu aku cuman bisa mengangguk dan pura - pura stay cool padahal detak jantungku saat itu sangat tidak karuan.
Harusnya setelah Zahra bertemu dengan sepupunya aku langsung pergi saja dari sana. Namun yang terjadi tidak sesuai ekspetasi, aku malah ikut mereka berkeliling mencari makanan yang ada di sana.
Zahra dan Reza berjalan didepan ku. Mereka berjalan berdampingan, lalu dibelakang hanya ada aku dan tidak perlu aku sebut namanya seharusnya kalian bisa menebak itu siapa.
Melihat Zahra asik mengobrol dengan sepupunya, membuat diriku merasa kesepian aku sangat sekali ingin membuka percakapan dengan Raka. Tapi aku bingung harus bertanya apa karena aku tidak jago dalam perihal basa - basi.
Alhasil aku hanya terus menggurutu dalam hati sambil bilang ini anak gak mau buka pembicaraan gitu? emangnya dia gak bosen apa dari tadi cuman diem - diem man aja.
Langkah kaki ku terhenti saat aku melihat dia membukuk kan tubuhnya. Hal itu membuat diriku terkejut lalu munculah sebuah pertanyaan dalam benak ku apa yang sedang dia lakukan?
Aku hanya bisa memendam pertanyaan itu. Dan tak lama aku mendapat jawabannya, ternyata dia membukuk kan tubuhnya kebawah adalah untuk mengikat kembali tali sepatu ku yang lepas.
"Tali sepatunya lepas, nanti bisa jatuh"
untuk kedua kalinya dia berhasil membuat seorang Amelia Melodika tersipu malu, dengan apa yang laki - laki ini lakukan.
"Terimakasih" jawabku. Lalu aku tersadar bahwa sebenarnya bisa jadi dari tadi Raka memperhatikan ku, Ah sial!
__ADS_1
Untuk beberapa saat suasana kembali canggung. Sampai bibir tipisnya mulai mengeluarkan sebuah kalimat
"Buku novel yang waktu itu sudah selesai di baca?"
"Sudah" jawab ku singkat. Sebenarnya jika ada jawaban yang lebih panjang dari kata "sudah" aku sangat ingin memakai kata itu, karena saat itu aku ingin sekali mengenalnya lebih jauh.
...
"Mel! cepetan kesini" zahra memanggilku
"ada apa?"
"itu lihat deh, kayaknya enak"
Mataku seolah otomatis melihat sebongkah bakso beranak yang didalamnya berisi sambal merecon yang apabila dilihat dari warna dan baunya sudah dapat ditebak, sambal ini sangat pedas.
"kita beli ini yuk!"
Aku yang mendengar Zahra bicara seperti itu tentu saja menolak ajakan nya.
"Ayolah mel sekali aja"
"Enggak. Kamu kan tahu aku gak kuat pedes"
"Yaudah gini aja aku traktir kamu"
"Udahlah Mel...ayok gak usah takut. Kalo sakit perut tinggal minum Diapet nanti juga sembuh"
Setelah melalui perdebatan panjang. Alhasil aku terpaksa menuruti mereka, karena saat melakukan voting hasilnya 2-1. Kesal sekali rasanya karena Raka tidak ikut memilih dia lebih memilih golput daripada voting.
Saat baksonya datang keatas meja. Aku tidak langsung memakannya, melihatnya saja sudah membuat cacing - cacing yang ada di dalam perutku meronta - ronta meminta untuk keluar.
Zahra sadar dari tadi aku hanya diam saja. Dan tidak mengambil apalagi memakan bakso itu, lalu dengan keadaan mulut yang kepedasan dia mengambil bakso tersebut lalu memasuk kan bakso merecon itu kedalam mulutku secara paksa.
Tentu saja itu membuat lidahku yang tidak terbiasa makan pedas. Seketika terasa seperti terbakar, Zahra cuman bisa tertawa melihat diriku yang kepedasan. Dan banyak meminum air dingin.
__ADS_1
Dan sialnya lagi. Sensasi pedas dan terbakar agaknya sudah merasuk sampai ke dada, membayangkan nya saja sudah membuat tubuhku lemas.
Lalu saat aku tengah sibuk meminum es kelapa. Raka pergi entah kemana, aku saja bingung dan mulai mempertanyakan apakah Raka ini benar - benar manusia. Atau jangan - jangan dia adalah alien yang sedang menyamar? karena diantara kami bertiga yang tidak terlihat kepedasan sama sekali hanyalah Raka.
Bibirku tidak bisa berhenti bergerak sangkin pedasnya. Jujur saja aku bingung kenapa ada saja orang bodoh yang membeli makanan sepedas ini.
Raka datang lalu dia memberikan ku segelas air hangat yang entah dia dapat dimana
"Minum ini, maka rasa pedasnya sedikit demi sedikit akan hilang"
aku hanya bisa nurut dengan apa yang dia bilang. Karena saat itu yang aku pedulikan hanyalah keselamatan hidupku saja.
Aku minum satu gelas sampai habis. Setelahnya tak lama sensasi pedas yang tadinya merasuki ku mulai menghilang.
"Terimakasih" ucapku
Raka cuman bisa tersenyum, lalu dia mengeluarkan sapu tangan dari dalam saku celanannya aku tidak tahu itu untuk apa.
Sapu tangan yang tadi dikeluarkan olehnya adalah untuk mengusap keringat yang bercururan di wajahku. Dan itu membuat diriku diam seribu bahasa, yang bisa kulakukan hanyalah menatap wajahnya yang terlihat sangat serius.
Dia usapkan sapu tangan itu pada wajahku. Dia melakukan itu dengan sangat hati - hati dan pelan - pelang mungkin dia takut membuatku kesakitan jika iya melakukannya dengan cepat.
Andai saja aku bisa menawar pada tuhan, agar dia tidak mempertemukan ku dengan Raka. Maka aku tidak akan pernah terjebak disituasi seperti ini, yaitu situasi yang bisa membuat jantungku seperti mau copot.
...
Akhirnya setelah selesai makan - makanan yang membuat kami semua hampir mati, kecuali Raka. Kami semua memutuskan untuk kembali ke tempat lomba itu berlangsung. Karena sebentar lagi pengumuman pemenang lomba akan diumumkan.
Sesampainya disana, sudah banyak sekali peserta dari berbagai daerah berkumpul dilapangan menunggu hasil dari perlombaan tadi.
"Selamat siang semuaaaa!!!!" ucap salah satu MC
"Sianggg...."
"Baik jadi setelah ini kita akan mengetahui hasil dari lomba yang sudah diselenggarakan sebelumnya dan pemenangnya adalah..."
__ADS_1
Tuhan aku tahu, permintaanku memanglah banyak kepadamu namun...jika kau bingung ingin mengabulkan yang mana tolong kabulkan keinginanku Yang ini saja.