
Malam semakin larut suasana kota yang gemerlap di hiasi lampu jalan semakin menambahkan indahnya pemandangan sudut kota.
Tepat di depan sebuah club malam berhentilah sebuah mobil sport berwarna kuning, seorang wanita berhoody hitam muncul dari dalam mobil auranya yang begitu kuat menarik perhatian beberapa orang yang sedang lalu lalang dan beberapa orang merasa terganggu dengan kehadirannya di tempat itu
"non Choco baru datang ya?"sapa satpam
" iya ni, mau jemput orang orang brengsek " jawabnya dan berlalu pergi
(kata brengsek adalah julukan yang ia berikan kepada ke empat orang temannya karena mereka selalu menyusahkan dirinya sejak di bangku SMP)
dan berlaku pergi.
dari depan datanglah empat orang bodyguard yang menjadi pengawal pribadi Rio, Razel, Rinald dan Ronald
bukannya apa tapi mereka tau pasti kenapa wanita ini muncul di sini
"Di mana mereka? "tanya Chocho to the point
bagi orang lain mungkin menganggap wanita itu tidak sopan tapi bagi pengawal ini, hal seperti ini adalah biasa
iya, kemunculan Chocho sering membuat kerja mereka jadi lebih mudah, dan karena dia adalah orang kepercayaan sang Nyonya.
"masih ada di dalam non" jawab salah seorang bodyguard mewakili yang lain
"ok kalau gitu nyalakan mobilnya, gue masuk dulu"
"baik non" jawab empat bodyguard secara serentak, mereka tampak bersemangat akhirnya mereka akan pulang dan menghilangkan lelah di sekujur tubuh mereka...
Bunyi musik yg begitu kuat seolah memecahkan gendang telinga dan cahaya yang remang- remang membuat suasana semakin liar di setiap lorong dan sudut ruangan seolah menyambut kedatangannya terlihat beberapa pasangan yang sedang bercumbu dan saling menjelajah tubuh lawannya di lorong lorong dan sudut ruangan
Dari kejauhan di sebuah ruangan Chocho melihat ada beberapa wanita sedang beraduh mulut dengan beberapa orang lelaki, karena penasaran dia pun menghampiri dan tiba-tiba darahnya naik sampai ubun-ubun.
iya itu mereka,para lelaki itu adalah sahabat yang selalu menyusahkan dirinya.
"Hei brensek, kenapa loe pada belum pulang ha!!! teriak Chocho dengan wajah menyeramkan bagaikan serigala lapar yang siap menerkam mangsanya.
__ADS_1
semua mata di ruangan itu yang memandangnya seperti tersihir dan ketakutan,
" Chocho, kenapa loe disini?? "tanya empat pria itu " dengan tatapan binggung
"menurut loe gue ngapain di sini? "tanya chocho tanpa menjawab pertanyaan sang teman
" hei loe, apa yang terjadi di sini, kenapa rame??? "tanya Chocho kepada seorang wanita yang kelihatan seperti sumber dari semua keributan itu dengan tatapan tajam
" Gu... gue mau minta tanggung jawab"jawab gadis itu dengan terbata-bata "tanggung jawab, emangnya apa yg udah di lakuin sama loe??? " tanya Chocho seolah tidak mengerti apa maksud wanita tersebut dengan raut wajah datar
"gue hamil dari mereka, gue maumau minta tanggung jawab" jawab wanita itu dengan wajah malu
"hamil! !!! dari mereka" tanya Chocho yang bingung karena di situ ada empat orang sahabat somplaknya dan dia bingung siapa yang menghamili wanita itu,
tapi untung ini bukan kali pertama, hal seperti ini terjadi bukan pertama kali, jadi dia tau apa yang harus di buat.
"oh jadi loe hamil?? tapi binggung siapa ayah anak loe?? tanya chocho dengan nada sarkastis
" kalau gitu ni loe masukin no HP loe nanti gue hubungi loe kembali"sambil menyodorkan HP kepada wanita yg mengaku hamil..
setelah masukan no HP wanita itu langsung menyerahkan kembali hand phone Chocho "ok, besok gue hubungi loe"
dan menarik mereka keluar sedangkan duanya lagi mengejar dari belakang
mereka tau kalau ini pasti permintaan orang tua mereka dan mereka tidak bisa membantah...
flashback on
dring dring dring bunyi hand phone membangun seorang gadis yang sedang tertidur pulas,"siapa lagi sih orang mau tidur cantik kok di ganggu terus" tungkas sang gadis langsung mengangkat telpon
"hallo"
"Re kamu dimana " tanya yg di seberang
"tante" teriak Rere yg langsung tersadar dari segala setres yg menimpanya "kenapa si tan Rere baru saja tidur kok dinggangu?? tanya Rere dengan nada manja dan agak sedikit sebel"
__ADS_1
"maaf ya Re tante ganggu tidurmu, tante mau minta tolong "
"emangnya mau minta tolong apa sih tante?? " semoga aja tidak minta yg macam macam *batin Rere
"ini loh Re anak kesayangan tante belum pulang tante takut *sesuatu terjadi dengannya"
"oh gitu ya tan"*oh ternyata bajingan itu belum pulang, pantas tante teror gue tengah malam gini , *batin Rere
" Re tolong bantu tante cari anak tante ya, *sial gue juga yang di susahkan *
"ok tante, Rere akan coba yang terbaik"*sial sebenarnya gue malas si, tapi ahh*
" tante menghandalkan kamu ya Re"
"aku akan cob.. " toootttt telepon pun terputus.. "sial gue kagak bisa tidur cantik lagi" keluh Rere sambil menendang sebuah sofa kecil di hadapannya
tanpa di tunggu lama langsung menukar baju dan menyambar kunci mobil yang bergantung di belakang pintu*..
flashback off
Sementara itu di sudut sebuah ruangan ada beberapa pasang mata yang memperhatikan apa yg terjadi
"siapa cewek itu" tanya Dirgan kepada Leto temannya
"ohh itu, dia Tesa tapi di sini semua orang memanggilnya Chocho, emannya kenapa bro??" jawab Leto sambil bertanya kembali
"gue cuma penasaran, bagaimana tubuh sekecil itu bisa menarik dua lelaki secara bersamaan?? "*sepertinya menarik juga kalau gue bisa dekat dengan tu cewek*
" Men gue saranin loe jangan macem-macem deh sama dia"bisik Leto di telinga Dirga
"Emangnya kenapa? " tanya Dirga penasaran
"Loe pernah dengar ngak ada seorang cewek yang membantai sepuluh orang bodyguard sekaligus?? " tanya Leto tanpa menjawab
"Maksud loe, tu cewek adalah dia?? "
__ADS_1
angguk Leto tanpa suara yang menandakan kalau apa yang dikatakan Dirga itu benar
*sepertinya semakin menarik*