
Tesa pun turun dari mobil untuk merenggangkan urat-urat tubuh yang sudah mulai kusut karena perjalanan yang agak jauh...
Tok tok tok ...
Tesa mengetuk jendela mobil dimana posisi Rina duduk.
"Kenapa? " Tanya Rina dengan kesal
"Kamu mau duduk terus di dalam"
Tanya Tesa tanpa menjawab pertanyaan
oh.. tentu saja tidak, mana mungkin aku ingin terus duduk di sini ,seluruh tulang ku hampir patah.
*batin Rena*
dan dengan ekpresi terpaksa Rena pun tuurun dari mobil
sementara itu Tesa sedang sibuk berbicara dengan beberapa orang pengawal dan penjaga rumah.
Rena yang sedikit penasaran mencoba untuk menguping.
"Oke, sudah paham semua? "
"Iya non kami paham"
"Kalau begitu silakan bertugas kembali"
"Kalau begitu kami permisi non"
Setelah semua penjaga dan pembantu kembali ke tugas masing-masing
Tesa pun melihat ke arah dimana Rena sengaja duduk untuk menguping pembicaraannya dengan penjaga dan pembantu tadi.
"Bagaimana, apakah kamu sudah menemukan jawaban? "
"deg"
wajah Rena pucat pasi, dalam pikirannya bertanya apakah wanita ini punya indra ke enam??
kok bisa tau apa yg di pikiran oleh dirinya.
"ja.... jawaban apa? "
__ADS_1
Jawab Rena dengan terbata-bata mencoba menyembunyikan ekspresi kagetnya.
"Shiiiiii"
Tere berjalan mendekat dan berbisik di telinga Rena
"Aku tau apa yg kamu pikirkan, jangan mengelak? "
Tesa menatap Rena dengan tatapan datar dan berjalan menuju kedalam rumah karena sedari tadi dia berada di halaman parkir villa
setelah berjalan agak jauh dari Rena, Tesa pun berbalik dan berkata
"kamu mau jadi patung hiasan ya? "
Rena yang sedari tadi tetap berdiri mematung bingung alias gagal paham apa yang dikatakan oleh wanita satu ini
akhirnya berjalan mengikuti arah langkah Tesa ke dalam rumah
Dan mencoba mendekatkan jaraknya langkahnya dengan Tesa.
........... &&&&..........
Di lain tempat Rio sedang mencoba untuk fokus dengan kerjaannya tetapi tidak bisa, pikirannya di penuhi dengan kemungkinan-kemungkinan yang sebenarnya terjadi dengan ibunya pagi ini.
"Arg!!!, bisa gila gue! "
kalau di lihat dari tingkah lakunya sedari tadi yang sepertinya tidak bisa fokus. mungkinkah dia takut kalau mamanya tau tentang gadis itu yang mengaku hamil anaknya.
Bagaimana mungkin gadis itu bisa hamil sedangkan dia melakukan tindakan pencegahan dengan baik.
ini semua sepertinya suatu pukulan berat langsung ke kepalanya dan dia berharap dirinya amnesia dan bisa melupakan segala sesuatu untuk sementara agar bisa fokus menyelesaikan tugas kantornya.
"Hu...fffff"
Tapi sepertinya amnesia itu mustahil
Dan karena tumpukan dokumen yang masih banyak dan waktu makan siang yang hampir tiga puluh menit lagi
membuat dirinya bersemangat untuk menyelesaikan semuanya sebelum waktu makan siang.
"Dug... dug... dug"
Dirinya mencobah untuk memfokuskan diri kembali dengan cara tepuk kepala sendiri beberapa kali.
__ADS_1
Mungkin dirinya berharap semua permasalahan yang di hadapinya tidak bergentayanga di otaknya untuk sementara waktu sampai dia selesai dengan kerjaannya
memang sulit tapi terpaksa dia harus memaksakan diri, untuk keluar dari pekerjaan yang melilit dirinya sedari pagi tadi.
"cklek
Bunyi pintu terbuka sontak membuat Rio
terhenti dari kegiatan yang dilakukan
dan melihat sosok yang berani membuyarkan konsentrasinya itu
" Mama,? "
Rio menatap sosok wanita paruh baya itu dengan tatapan tidak percaya
Kenapa mama datang kesini
batin Rio
"Mama, ada urusan kerja ya? "
Rio mencoba untuk menyembunyikan rasa penasarannya
"Memangnya mama tidak boleh mengunjungi anak mama? "
Tanya mama Silvia balik
"Bukannya begitu ma"
Sambil berjalan ke arah mama Silvia dan membawa wanita paruh baya yang menjadi mama sekaligus cinta pertamanya itu untuk duduk di sofa.
Mama Selvia yang melihat tingkah laku anaknya yang begitu sweet tersenyum bahagia.
"Bagaimana kalau kita makan siang bersama? "
Tanya Mama Silvia sambil memandang wajah anaknya
Rio yang tidak biasa dengan perhatian seperti ini merasa aneh, tetapi dia juga tidak bisa menyangkal kalau perhatian seperti inilah yang selama ini dirinya inginkan
Singkat cerita saat waktu makan siang
Rio menemani mama Silvia untuk makan siang dan terpaksa meninggalkan pekerjaannya untuk sementara
__ADS_1
............ &&&&&&........
Di tempat lain Rena sedang berbaring di dalam kamar barunya yang resmi di huni hari ini.