Raksasa Kecil

Raksasa Kecil
Nanti juga tau..


__ADS_3

Di dalam sebuah kamar yg di sinari pantulan cahaya matahari yg lolos dari celah-celah gorden


Rio yang masih merasakan sedikit sakit kepala dan mabuk yang belum kunjung hilang, harus merasakan derita karena di bangunkan oleh sang ibu dengan ketukan keras dari pintu kamar seolah olah sedang terjadi gempa.


Sebenarnya Rio malas bangun tapi harus bagaimana lagi ini di rumah orang tuanya dia terpaksa mengikuti peraturan yang di buat oleh kedua orang tuanya atau lebih tepat peraturan dari sang ratu pemilik rumah yang tidak lain adalah ibunya sendiri


Kalau bisa memilih dia lebih suka pulang ke apartemen miliknya, dimana tidak ada orang yang akan mengatur kehidupannya dimana dia bisa hidup tenang dan jauh dari omelan sang ibu.


Tapi semalam ya semalam, tiba-tiba otaknya kembali aktif dan mengingat siapa dalan di balik semuanya yang membuat dirinya harus menderita pagi ini, dan dengan cepat mengambil handphone dan meninggalkan sebuah pesan di ruang chat grup..


"Guys,selamat???" Rio


"selamatlah, ini kan gue^Β°^"Nald


" jangan bilang kalau, loe kena gusur?? "Razel


" sepertinya gue ngak sendirianπŸ‘€πŸ˜”πŸ˜’ "Ronald


" udah, gue mau mandi dulu, nti kena gusur beneran"Rio


setelah berbasa-basi sedikit via chat dengan para konconya, Rio pun bergegas mandi,maklum dia sadar kalau ini bukan apartemennya, kalau sampai terlambat sarapan pasti langsung di gusur sama nyonya rumah.


Sementara itu, mama Silvia yang baru saja selesai menyiapkan sarapan pagi untuk keluarga, menerima sebuah SMS dari seseorang yang tidak diketahui siapa.


karena rasa penasaran dia pun mengeser layar handphone untuk melihat informasi apa yang sebenarnya di kirimkan kepadanya..


Degh...


jantung mama Silvia berdetak dengan kencang dan kepalanya tiba-tiba pusing dan nafasnya seperti hampir terhenti.


"Cobaan apalagi ini ya Tuhan"rintih hati mama Silvia


hatinya sakit dia sungguh tidak menyangka kalau di usia dua puluh lima tahun anaknya masih saja membuat masalah.

__ADS_1


Namun dia sadar kalau mengeluh tidak dapat menghindarkan anaknya dari semua masalah, mungkin ini semua karena dirinya yang terlalu memanjakan anaknya dari kecil sehingga sampai sekarang anak semata wayangnya itu masih terus menimbulkan masalah..


setelah mengumpulkan kembali kesadarannya, mama Silvia pun menelpon seseorang.


Mama Silvia pun menekankan nomor tujuan dan dalam seketika panggilan pun tersambung


"Hallo tante" Tesa


"Hallo Re, kamu di mana sekarang??"


mama Silvia mencoba untuk tenang dan tidak membuat Tesa curiga


" saya sedang menunggu seseorang


tante "jawab Tesa


" Apa ada yang penting tante?? "


Apa aku harus jujur tentang informasi yang baru aku dapatkan?? atau aku harus diam dan menyuruh detektif yang menyelidiki semua ini.


"iya, iya Re" mama Silvia mencoba untuk mengontrol suaranya agar tidak terdengar seperti orang yang kelabakan


"tante nanti sore saya datang ya, ada sesuatu yang harus saya sampaikan"


"bisakan, tante? "tambah Tesa lagi saat tidak mendapatkan respon cepat dari mama Selvi.


sebenarnya Tesa sudah tau tentang perihal SMS yang di dapat sang tante, tetapi dia tidak mau membahasnya lewat telepon karena ini adalah masalah sensitif dan harus di selesaikan dengan hati-hati...


"ok, tante paham, nanti sore kita bertemu ya Re"


"kalau gitu, sampai jumpa nanti sore ya tante"


Dan mama Selvia pun meletakkan panggilan.

__ADS_1


"Sepertinya dia sudah tau, apa yang terjadi"batin mama Silvi


Sementara itu Tesa yang baru habis menerima pangilan dari tante Silvia, masih setia menunggu seseorang yang tidak jelas akan datang atau tidak


dirinya hanya berharap ancamannya tadi bisa membuat wanita tersebut sedikit goyah dan mau mengikuti rencananya hari ini.


Dan setelah beberapa waktu menunggu


bagaikan kata pepatah


Pucuk di cinta, bulanpun tiba


orang yang di tunggu akhirnya mengetuk kaca mobil meminta izin untuk masuk.


"ehhh, silakan masuk"


sapa Tesa yang sedikit membuat lawan bicaranya kesal,


"loe mau bawah gue, kemana?? "tanya Rena


" nanti juga loe tau"


jawab Tesa dengan wajah datar


Dan langsung meninggalkan tempat parkiran menujuh jalan raya yang akan membawah mereka ke suatu tempat


yang masih menjadi teka teki untuk Rena


bersambung...


catatan Othor..


Othor sebenarnya mau minta maaf kepada para pembaca, karena lama update maklum othor orang baru yang baru belajar jadi sedikit susah mau susun kata-kata dan plot cerita. terkadang setelah ada ide dan mau tulis ehhhh malah lupa apa yg mau di tulis

__ADS_1


jadi maaf πŸ˜”πŸ˜” ya..


semoga kalian menikmati cerita ini dan tidak bosan tunggu upnya ya, walaupun othor lelet... πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™


__ADS_2