
Jam menunjukkan pukul sepuluh pagi tepat
Di dalam ruangan presdir DMD corporation tampak seorang Rio yang sedang bergulat dengan pekerjaannya menanda-tangani setiap fail dan ajuan kerja sama dengan berbagai perusahaan.
Tapi tiba-tiba pikirannya melayang memikirkan apa yang terjadi tadi pagi
flashback on
Tok tok tok
bunyi ketukan dari depan pintu kamar Rio
Rio yang baru habis mandi dan sedang bersiap-siap terkejut dengan bunyi ketukan itu.
"Rio, bangun sarapan sudah siap"
panggil mama Selvia
"iya ma, sedikit lagi"
dengan cepat menyisir rambut yang sudah di beri pomade
"kalau gitu mama tunggu ya"
tidak sampai dua menit Rio pun turun dengan pakaian kantor yang rapi, tapi matanya berlari kesana-kemari seolah-olah mencari sesuatu.
"ma, ayah mana? "
"oh ayah, sudah keluar"
Jawab mama Selvi yang berdiri untuk mengambil sesuatu dari dapur
tidak selang lama mama Selvi kembali dengan sup ikan polak(sup ikan yang di percaya mampu menghilangkan rasa mabuk)
"Ini buat kamu, biar ngak sakit kepala"
Rio menatap mama Selvi a dengan heran
"Ini loh, Rio mama mau kamu itu jujur tentang apa yang terjadi dengan dirimu di luar sana"
__ADS_1
mama Selvia mulai membuka pembicaraan
Rio tidak menjawab, dia tau dengan pasti kalau mamanya mungkin sudah mendengarkan semuanya, tentang apa yang terjadi dengan wanita itu, wanita yang mengaku sedang mengandung anaknya.
"Mama ngak mau kalau sampai terjadi sesuatu yang tidak baik dengan dirimu, kamu tau kalau ayah dan mama hanya punya kamu, kamu bisa pahamkan"
sebenarnya mama Selvia hampir menangis tetapi dia menahan diri karena dia tidak mau kalau putra semata wayangnya melihat dirinya drop.
lagi lagi Rio tidak bisa menanggapi karena otaknya masih sedikit kusut dengan kejadian semalam.
"mama akan selalu dukung kamu"
kata mama Selvia sambil menggenggam tangan putra semata wayangnya itu.
"hmm" angguk Rio
flashback off
Rio tau dan sadar kalau mama Selvia pasti sudah tau permasalahan apa yang di alami oleh dirinya saat ini, berdasarkan ekpresi dan gerak-gerik mama Selvia
tetapi siapa yang memberi tau kan hal itu kepada mama Selvia??
"apakah Tesa? "
mungkin juga secara semalam baru wanita itu mengatakan hal itu dan Tesa adalah salah satu orang yang mendengarkan itu juga.
Rio mengambil handphone dan meninggalkan sebuah pesan di grup chat di mana Tesa juga termasuk salah satu anggota grup tersebut.
"siang guys, malam ini ngumpul yuk, tempat biasa" Rio
___________________
Di lain tempat sebuah mobil sedang hitam yang di tumpangi dua orang wanita yang tidak lain adalah Tesa dan Rena
dan berhenti di sebuah pusat kesehatan
setelah memarkirkan mobil Tesa pun mempersilakan Rena untuk ikut dengannya.
untuk beberapa saat mereka hanya diam membisu sambil berjalan menulusuri sebuah koridor panjang yang kelihatan seperti sebuah laboratorium.
__ADS_1
"tempat apa ini? "
karna begitu penasaran dengan tempat dan apa yang mau di lakukan makan Rena pun menurunkan gengsinya dan bertanya.
"aku ingin mengecek kesehatannya"
jawab Tesa sambil menunjuk ke perut Rena, yang sontak membuat Rena terperanjat, tapi dengan segera membuat diri seolah-olah biasa saja
"jadi kamu pikir aku bohong? " tanya Rena dengan nada sebel
"aku ngak pernah bilang kalau kau bohong, aku cuma mau dia sehat selalu"
apa? orang ini betul-betul menyebalkan
tetapi mungkin ini ada baiknya juga batin Rena
dan setelah Tesa melapor mereka pun langsung ke ruangan seorang dokter
"Hi Lousa, how are you? "
"Hi Tesa, I am fine thank you"
"it is have been long time, since last time we meet"
"ya, I know right"
"ohhh, bisa kamu cek dia untukku? "
"apa dia hamil? "
"seperti yang bisa kau lihat"
"kalau begitu silakan masuk "
saat dokter Lousa melakukan cek Tesa menunggu di luar..
sambil melihat sebuah dokumen yang baru di antar oleh seseorang...
dan mencoba untuk lihat dokumen apa itu..dia pun membukanya dan ternyata
__ADS_1
bersambung