
Di tempat lain Rena sedang berbaring di dalam kamar barunya yang resmi dihuni hari ini.
Apa yang terjadi beberapa jam yang lalu masih tergambar jelas dalam ingatannya dirinya seperti tidak percaya dengan apa yang terjadi
...flashback on...
Rena berjalan menelusuri koridor rumah yang di hiasi dengan lukisan lukisan antik
mengikuti langkah kaki Tesa yang seolah-olah menjadi pemandunya..
cklak...
Tere menghentikan langkah kakinya di depan sebuah pintu kamar dan membukanya.
"mulai sekarang ini kamar mu"
Tutur Tesa yang melihat ke arah Rena
yang tanpa di sangka ternyata membuat jantung Rena sedikit terkagum.
Aduh, apakah aku sudah gila???
seandainya dia tersenyum sedikit mungkin sudah membuat jantungku copot
batin Rena
Bagaimana tidak Tesa termasuk seorang yang penuh pesona , tinggi badan 155 walaupun tidak tinggi tapi masih bisa di bilang menawan dengan rambut coklat dan kulit putih dan bibir kecil yang tipis membuat dirinya hampir seperti sebuah boneka(seandainya sedikit berdandan)
Tesa mempersilahkan Rena untuk masuk ke dalam sebuah ruangan dengan empat dinding yang kelihatan mewah
thing!!!!
mata Rena hampir melompat keluar setelah berada di dalam ruangan yang akan menjadi kamarnya mulai sekarang
Ruangan itu di isi sebuahtempat tidur queen since, meja riasan, walk in Wardrobe dan juga perlengkapan mandi dan kamar mandi yang super luas.
Rasanya seperti sedang bermimpi dan untuk mengkonfirmasi kalau itu bukan mimpi Rena menepuk-nepuk pipinya
__ADS_1
Pok.. pok.. pok..
"awww sakit,"
Cerigis Rena yang tidak di pedulikan Tesa, dirinya hanya fokus melihat-lihat apakah masih ada kekurangan, bukannya tanpa sebab semua ini sudah menjadi tanggung jawabnya yang harus di laksanakan dengan sebaik-baiknya.
"Nona Rena, "
"Ehhh"
celengus Rena yang tersadar dari semua tingka anehnya dan membuat keadaan di dalam ruangan itu terasa ambigu
"saya berharap nona akan menyukai tempat ini"
"ehhh, iiiii iya"
Balas Rena yang masih merasa ganjil dengan keadaan itu
Tesa hanya memandang Rena dengan wajah datar dan dingin
"kalau begitu saya permisi nona, saya berharap nona tidak membuat masalah setidaknya sampai nona melahirkan"
Terutama setelah dia menandatangani surat perjanjian yang sekarang pasti akan di pakai untuk menggancam dirinya
Dan kini daia hanya bisa melihat punggung Tesa dari kejauhan yang perlahan menghilang di balik koridor
Flashback off
........... &&&&&&&.........
Sebuah mobil sedang hitam yang baru saja memasuki area parkiran apartemen dan terparkir dengan mulus
Tesa keluar dengan terburu-buru meninggalkan lobby apartemen menuju ke unit miliknya
jam telah menunjukkan jam tiga sore, hari ini dirinya memiliki janji temu dengan tante Silvia
Setelah memasuk akhirnya Tesa masuk dan bergegas membersihkan dirinya
__ADS_1
Satu jam kemudian Tesa sudah siap dengan beberapa dokumen untuk di tanda tangani dan di asesei tante Silvia
Dengan celana jeans dan kemeja merah kotak-kotak dan rambut kuncir kuda
dirinya kini melaju dengan mobil sport kuning meninggalkan area parkir apartemen dan membelah jalan menuju perumahan elit jalan Darksono..
Dan dalam waktu dua puluh menit mobil sport kuning itu sudah terparkir dengan rapi di halaman sebuah rumah mewah
Di saat yang bersamaan di sebuah taman yang berada di belakang rumah mewah tersebut duduklah seorang wanita paruh baya yang sedang mencoba untuk menikmati teh di sore hari.
Dari raut wajahnya tersimpan banyak pertanyaan, dan dia berharap kedatangan seseorang kali ini bisa memberikan jawaban atas setiap pertanyaan yang merisaukan hatinya
Tap tap tap....
Derap langkah kaki seseorang memasuki
area taman yang di sambut oleh seorang asisten rumah
"Selamat sore non, Nyonya ada di taman belakang"
sapa sang tukang Kebun
"Iya sore juga pak Man, saya terus ya"
"Silakan non"
balas pak Man dengan gerakan mundur dua langka karena merasa dirinya telah menghalangi jalan.
Tesa hanya tersenyum kecil dan belalu dari tempat itu, sedangkan Pak Man masih terpaku di tempat menatapi punggung Tesa yang berangsur-angsur menghilang meninggalkan tempat itu
"Seandainya kekacauan itu tidak terjadi maka mereka mungkin sekarang telah berbahagia bersama" batin pak Man
Pak Man telah mengenali Tesa sejak dirinya masih kelas dua SMP, jadi tidak heran kalau dirinya mengenali gadis itu dengan baik dan mengetahui serba sedikit lekak lekuk kehidupannya.
"non pak Man berharap, non Tesa bisa berbahagia "batin Pak Man
Tap tap tap tap
__ADS_1
Derap langka kaki menghentikan seseorang wanita Paruh baya dari lamunanya, dan kini matanya tertujuh pada sosok wanita muda yang berjalan mendekati dirinya.