
Tesa menarik nafas dan mencoba untuk berpikir jernih.
kalau sampai informasi yang didapat ini betul,tiba-tiba dia teringat akan sesuatu dan dengan wajah tidak percaya memandang dokumen yang ada didalam tangannya.
Rena telah selesai diperiksa dokter Louis
dan sedang beristirahat menunggu hasil pemeriksaan, di dalam ruangan dokter Louis.
tapi tap tap bunyi derapan langkah kaki mendekati tempat di mana Tesa menunggu.
"Apa hasilnya? " tanya Tesa saat pintu ruangan terbuka
"She is pregnant" jawab dokter Louis
(Dia hamil)
"Berapa usia kandungnya? "tanya Tesa
" it is have been tree week"
(sudah tiga minggu)
"berdasarkan mens terakhir atau, USG?"
Dokter Louis tersenyum
"wow, same like you know better about pregnancy? "
(wow sepertinya kau tau banyak tentang kehamilan)
"tolong jawab pertanyaanku)
" USG"
"Hmmm" Tesa menarik nafas dalam dan menghembuskan pelan
Dokter Louis bingung dengan tingka temannya ini, sepertinya ada sesuatu yang sulit.
"apakah kondisinya memungkinkan untuk di tes DNA? "
"I will never let you doing that, for the sake of her health"
(I tidak akan mengizinkan dirimu untuk melakukan itu, demi kebaikannya)
__ADS_1
"ok, aku mengerti"
setelah Tesa ambil semua hasil tes dia menjemput Rena dan mereka berdua pun pulang....
Dalam perjalanan baik Tesa maupun Rena hanya terdiam..
Pikiran Tesa kembali pada dokumen yang baru di lihat tadi dan membuat dirinya berpikir berbagai kemungkinan
Rena mengambil handphone dan menekan mencoba untuk menghubungi seseorang
Grap... tiba-tiba Tesa menggambil handphone dari tangannya
"apa kau sudah gila? " Rena
Rena menatap Tesa yang mengambil handphonenya dengan mata terbelalak
sedangkan orang yang mengambil barangnya hanya santai tanpa rasa bersalah.
"kembalikan barangku"Rena
Brek!!!!
Tesa menginjak pedal rem dan mobil pun berhenti
Jawab Tesa sambil menyodorkan sebuah fail kepada Rena
"tolong baca dengan cermat dan tanda tangan"
Rena menatap Tesa dengan tatapan tidak percaya
"Haaah? loe pikir loe siapa bisa melakukan ini ke gue?? "
Balas Rena dengan nada kesal
"Anda kesal? saya juga sama, tapi ini tugas saya jadi maaf"
Jawab Tesa dengan wajah datar dan sedikit cuek
"Saya minta kepada anda nona untuk berkerja sama agar lebih mudah"
kata Tesa dengan tatapan muka serius
"ini, baca dan tanda tangan"
__ADS_1
Tesa memberikan sebuah berkas kepada para Rena
setelah sedikit drama yang menegangkan mereka pun kembali melanjutkan perjalanan.
Mobil sedang hitam itu melaju tinggalkan kepadatan lalulintas kota dan mulai memasuki wilayah batas kota
dan berhenti di halaman sebuah villa
bergaya belanda dengan furnitur kayu jati..
Rena yang melihat Tesa memarkirkan mobil di halaman villa merasakan ada yang aneh
Ini orang gila, kok gue di bawah kesini??
batin Rena.
"Hufff" Tesa menarik nafas
Dan matanya tertujuh kepada Rena
"Apa kamu sudah tanda tangan? "
"maksud kamu ini"
jawab Rena sambil memegang sebuah map abu-abu berisi fail dan melemparkan kepada Tesa
Tesa dengan gerakan cepat menangkap fail itu sebelum terjatuh dan mengeceknya.
"Nona kenapa anda tidak tanda tangan? "
"Saya tidak butuh perjanjian seperti ini"
jawab Rena dengan tegas
"tolong jangan menyusahkan diri anda dan saya"
Tok tok
seseorang mengetukk kaca mobil
"Iya Bih"
Tesa menurunkan kaca mobil dan menyapa penjara villa yang sering di pangil Bih atau Bibih..
__ADS_1
Tesa pun turun dari mobil untuk merenggangkan urat-urat tubuh yang sudah mulai kusut karena perjalanan yang agak jauh...