
Tuhan...
Aku tak pernah tahu mengapa Tuhan memberi kehidupan yang diluar pemikiran seperti ini.
Aku juga tak pernah tahu mengapa perpisahan terjadi begitu cepat dan singkat.Namun,yang aku tahu TUHANlah penulis skenario terbaik yang pernah ada.....
🌹 🌹 🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Kanaya Raditya....
gadis yang sangat cantik, putih,hidung mancung.rambut yang sangat terawat.tapi nasibnya tak sebagus fisiknya.
sebuah kejadian yang membuatnya terkurung di sebuah ruangan serba putih dengan kasur besi yang cukup untuk satu orang.jendela kecil dengan gordeng yang terkoyak tertiup angin.
kini rambut yang indah dan berkilau sudah tak ada lagi,yang ada rambut yang kusam dan sedikin berantakan.tatapannya sangat kosong menghadap sebuah jendela kecil.
kreeekkk.....
Suara pintu yang di buka membuatnya waspada dan mundur Hingga kepojokan.Dengan memeluk kaki yang ia tekuk.
hentakan sepatu yang semakin mendekat ke arahnya membuat Dirinya bergeming.
"tidak,,jangan mendekat!.pergi kalian.." ucapnya yang mulai panik dan berontak saat sebuah tangan menyentuh pundaknya.
namirapun seketika mulai tenang saat mendengar siapa yang datang menghampirinya.serang dokter wanita muda dan cantik Dengan Lembut mengelus rambut yang kusam dan sedikit kusut.
setelah memeriksa keadaan namira dokter itupun kembali berdiri dan keluar Dari ruang rawat namira.
"apa keluarganya sudah mengunjunginya lagi sus." Tanyanya pada suster yang sedaritadi disampingnya.
"sudah 5bulan ini tak ada yang mengunjunginya lagi dok."
"kasihan dia.keadaannya semakin memburuk."
serang dokter pria datang menghampiri dokter wanita yang masih berdiri di depan ruang rawat namira.
"dokter Dias...mengapa anda Ada disini?"
"ah Iya,saya ditugaskan Untuk sementara menggantikan dokter yuni..." dokter Dias pun melihar ke dalam ruangan namira. "anda selesai memeriksa pasien." dokter met ta un mengangguk dan tersenyum Ramah.
merekapun memutuskan Untuk keruangan dokter metta untuk membicarakan pasien-pasien yang ditangani dokter yuni.
******
"jadi pasien wanita tadi korban pemerkosaan?"
"ya,dan keadaannya sangat buruk.sepertinya dokter dias tidak bisa menanganinya."
"kenapa dok?"
"dia akan histeris Dengan orang asing Apa lagi serang pria asing."
__ADS_1
"tapi,seperti yang saya lihat tadi sepertinya Ada masalah Dengan penglihatannya?"
"ya,dia buta."
Dias pun seperti berfikir sesuatu.
wajahnya sangat tidak asking.sepertinya aku pernah melihatnya tapi dimana ya....
"dok,,,dokter Dias.."
"ah ya.maaf saya sedang mengingat wajahnya sangat tidak asing.seperti pernah melihatnya."
"ah,Bentar ITU dok
senyum nya pun terbit saat melihat seorang pria dengan almamater putih yang bearu saja melintas.
ia pun bangkit dan berjalan menuju pintu ruangannya.tapi pria itu sudah melewatinya.
ka tian.. gumamnya
baru saja ia melangkah untuk menyusul lelaki itu badannya sudah terjatuh karna pasien yang sedang kejar-kejaran seperti anak-anak.
seketika tubuhnya langsung bergetar ketakutan bahkan tangannya berusaha untuk menutupi kupingnya setelah mendengan sentakan pasien yang menabraknya.
"heh kamu....hahaha...." ucapnya lalu kembali berlari.
sedangkan Kanaya masing ketakutan dan menangis histeris.
dua perawat pun segera menghampirinya mencoba menenangkan.tapi nihil,Kanaya malah semakin ketakutan saat mendapat sentuhan dari sang perawat.
"jangan sentuh aku.....pergi kalian..." teriaknya cukup keras sehingga membuat pria tadi pun menghentikan langkahnya dan menoleh tapi yang iya lihat seorang perawat yang sedang merangkul seorang gadis dengan rambut pandang terurai begitu saja.
ya,Kanaya sudah berhasil di tangani dengan obat penenang dan akan segera dibawa kembali ke ruang rawatnya.
pria itupun kembali melangkahkan kakinya.karena masih penasaran dengan pasien itu sehingga ia bertanya pada perawat yang berada di sampingnya.
"apa dia sering berteriak seperti itu?" tanyanya ,karena baru kali ini ia melihat pasien yang histeris seperti itu bahkan menghentikan teriakan nya harus dengan obat penenang.apa separah itu gangguan kejiwaannya.
"tidak dok. dia seperti itu jika keluar dan mendapatkan perlakuan yang mungkin membuatnya mengingat kejadian buruk yang mengakibatkan dia berada di sini."
"apa yang membuatnya dirawat di sini."
"menurut data yang masuk,dia mengalami kekerasan fisik dan pelecehan sexsual. dia pasien yang sangat sulit di ajak bicara.bahkan semenjak keluarganya membawa kesini sampai sekarang tak ada lagi yang mengunjunginya.bisa di bilang ia di buang oleh keluarganya." ucap sang perawat menjelaskan keadaan Kanaya.
ya pria itu adalah seorang dokter yang sedang mengontrol keadaan pasien yang terluka.dia adalah dokter termuda di rumah sakit sejahtera yang dikirim ke rumah sakit jiwa karena dokter yang bertugas di sini sedang cuti melahirkan.jadi mau tidak mau ia harus bulak-balik RS Sejahtera- RS.Teratai.
"kapan-kapan bisa saya mengunjunginya?" tanyanya.entah kenapa ia sangat ingin menemuinya rasanya sangat aneh saat mendengar tariakannya hatinya seperti bergetar melihatnya.
"apa tidak apa-apa.....ah maksud saya begini.dia itu sangat sensitif dan kami khawatir dia mengamuk dan melukai dokter."
"kita coba besok ya." ucapnya meyakinkan sang perawat bahwa ia akan baik-baik saja.
__ADS_1
perawat itu pun hanya mengangguk.
sedangkan di sebuah rumah yang sangat megah satu keluarga sedang melakukan makan siang.
"bagaimana kabar bastian?" tanyanya pada sang cucu.
"di sangat baik.bahkan dia menjadi dokter terhebat di rumah sakit dan berhenti untuk memanggilnya bastian itu akan melukainya nek. " jawabnya dengan bangga pada sang adik.
wanita yang memiliki dua cucu itu sangat bangga pada cucunya itu.
"dia memang persis seperti kake kalian.keras kepala dan selalu melakukan apapun yang ia sukai tanpa perduli kan pendapat keluarganya. biarkan saja,agar dia tahu perbuatannya itu sangat menyakiti banyak orang." bagas yang mendengar ucapan sang ibu hanya bisa menggelengkan kepala tanpa berniat untuk ikut mengobrol.
"ah ya,besok ayah akan mengenalkanmu dengan seseorang yang akan bekerjasama dengan perusahaan kita." hanya itu yang ia bicarakan lalu pergi meninggalkan dua orang yang masih berdebat.
setelah kepergian sang ayah wanita yang berusia 70 tahun itu kembali menggoda sang cucu yang sangat dingin dan tegas.
"hey apa kau tak ingin menikah."
"nenek,berhentilah untuk bertanya seperti itu.aku harus fokus pada perusahaan."
"ciihh,,mau sampai kapan kau seperti itu.sadar,usiamu semakin tua."
malas mendengan omongan sang nenek yang itu-itu saja julian pun pamit undur diri.
"aku pamit,ada urusan yang harus segera di tangani."
julian pun segera menjalankan mobilnya menuju suatu tempat.
setelah beberapa menit menyetir julian pun berhenti di sebuah pemakaman umum.dengan seikat bunga tulip ia melanyusuri pemakaman hingga tepat pada sebuah makam dengan nisan yang bertuliskan nama bastian mahendra.
"apa kabar.maaf aku baru bisa mengunjungimu....." ia berjongkok dan menarung bunga di atas nisan."ini gue bawain bunga pesananmu yang belum sempat aku berikan."
"kakakmu sangat menyesali kejadian itu.bahkan dia tak berani pulang karena merasa bersalah pada ayah.tapi kau tak perlu khawatir,hidupnya sangat membanggakan kita semua.dia sudah menjadi seorang dokter hebat.andai saja kau masih ada pasti kalian akan bersaing...hehehe..." tak sadar air mata nya pun terjatuh kala mengingat dua adik kembarnya yang selalu ribut dengan hal yang tak penting yang membuat suasana rumah menjadi ramai oleh tangisan salah satu adiknya.
waktu sudah sangat sore dan ia harus kembali pulang.tak lupa iapun berpamitan pada sang adik.
"kakak harus pulang.nanti kakak akan mengunjungimu lagi.ah iya aku masih berusaha mencari wanita yang kau maksud saat itu.semoga aku bisa menemui wanita seperti yang kau maksud."
saat akan keluar dari pemakaman ia kembali menoleh ke makam sang adik dan pandangan matanya melihat seorang wanita yang akan ke makam sang adik.
siapa wanita itu...
baru saja akan kembali handphone nya berdering.ternyata sang ayah yang memanggilnya untuk segera pulang.
sesampainya ia dirumah,ia dikejutkan oleh kehadiran seseorang yang sangat ia rindukan.
orang itupun tersenyum dan menghampirinya untuk ia peluk.
"kak.apa kabar?"
"radar anak nakal.seperti yang Kay lihat."
__ADS_1
kedua kaka beradik itu pun mengobrol di ruang tengah sekalian melepas rindu.