
di sebuah rumah mewah seorang wanita tua sedang duduk santai di taman belakang dengan di dampingi seorang pelayan.
"Laras apa cucuku sudah berkunjung kesini?" tanya Maura kepada pelayan pribadinya
"belum nyonya."jawabnya.
"hhmmn..kenapa dia belum datang juga ya.apa ibunya tidak memberitahukan yang sebenarnya." ucap Maura yang merasa kecewa pada seseorang.
23 tahun ia menunggu kehadiran cucunya,walaupun terlahir dari hasil perselingkuhan,Maura tetap mengakuinya karena bagaimanapun itu semua kesalahan putranya yang bernama kelvin berani bercinta dengan wanita yang sudah bersuami.
saat itu Maura ingin mengambil hak asuh anak dari Kelvin dengan wanita itu,tapi dari keluarga sang wanita tidak mengijinkan Maura membawa anaknya dan berjanji akan memberitahu jika usia sang anak menginjak usia 20 tahun.tapi sampai sekarang cucu yang ia dambakan tak kunjung datang.
seketika lamunannya tersadar dengan kehadiran seorang pria muda.
"hai nek.gimana kabar hari ini" ucap Rico.
"kamu itu selalu mengejutkan.gimana kalau aku jantungan" jawab Maura pada cucu tirinya .
ya Rico adalah putra dari istri kelvin.saat menikah dengan kelvin maira sudah memiliki anak yang berumur 7 tahun yang bernama rico.walaupun anak tiri tapi Maura dan kelvin selalu menyayangi seperti anak kandung sendiri.
"nenek jangan bicara seperti itu.kau harus selalu sehat." ucap Rico sambil berjongkok dan mengelus tangan sang nenek.
"ah sudah lah.sebaiknya segera kau cari tahu tentang adikmu.kenapa dia belum juga mengunjungiku."ucapnya dengan tegas
"dia baik-baik saja nek.dan sepertinya dia sangat sibuk menggambar." jawab Rico.
"menggambar?."
"ya,dia seorang arsitektur handal di perusahaan ternama di jakarta.jadi nenek sabar aja dulu.tapi saat itu ku melihat dia mengunjungi makam papa dan sepertinya dia sangat marah sama papa."
"darimana kamu tau dia marah?"
"dia datang dengan melempar bunga dan ngomel-ngomel ga jelas,terlihat dari wajahnya penuh kebencian."
"tapi setidaknya dia masih mau mengunjunginya...dan aku tau kenapa dia seperti itu....itu salah papamu juga terlalu lemah di depan mereka.dan kau sebagai kaka harus terus menjaganya." ucap Maura dengan raut wajah sendu.
"baiklah,demi nenek dan papah aku akan selalu melakukan perintahmu.aku pamit." ucap Rico sambil mencium punggung tangan sang nenek.
*****
"nay kenapa sih Lo gak Dateng ke keluarga bokap kandung Lo aja siapa tahu beliau kaya raya.kan enak tuh bisa lu porotin kekayaannya." ucap Sintia antusias.
"ogah gue.lagian gue berkunjung ke sana karena gue mastiin aja benar enggaknya tentang kelvin-kelvin itu." jawab Kanaya.
"ih orangmah ini kesempatan emas buat bantu keuangan lu"
"terserah gue dong lagian mereka juga ga pernah ada ngunjungin atau sekedar nanya keadaan gue juga engga.jadi buat apa gue nyempetin dan ngemis-ngemis minta bantuan biaya." Sintia hanya geleng-geleng ngadepin sifat keras kepala Kanaya.
"malam ni Lo nginep kan." tanya Sintia yang sudah siap.
"kayanya sih nginep deh.oh iya gimana Lo jadi pinjemin gue duit kan?"
"jadi dong.."
merekapun segera berangkat menuju club.kali ini Kanaya yang menyetir.
kanaya mulai menjalankan mobilnya.
perjalanan ke club tidak butuh waktu lama,hanya 15 menit sudah sampai.
__ADS_1
Kanaya dengan pakaian minim sangat berbeda dengan dunianya saat menjadi wanita karir yang lembut dan fashion yang tertutup walau tak berhijab.
dengan lampu berwarna warni yang berkelap kelip di ruangan sudah penuh dengan orang-orang yang menikmati musik DJ ada juga yang duduk dengan cewe-cewe penghibur.
"Sintia.." terdengar teriakan dari seorang pria.kanaya dan sintyapun menoleh ke arah suara dan melambaikan tangan setelah melihat pria yang memanggilnya.
"hey,dah lama"tanya Sintia yang sudah berdiri di hadapan teman prianya.
"lumayan.dia udah nunggu tuh."
"oke,yuk..eh nay biasa Lo tunggu gue ditempat biasa ya."
"siippp..!" ucapnya sambil mengacungkan segelar bir.
Kanaya menengguk minumannya hingga taksadar bahwa sedari tadi seorang pria sedang memperhatikannya dengan raut wajah yang khawatir karena ia melihat Kanaya yang sudah banyak minum.
Kanaya pun beranjak pergi ke toilet dengan sempoyongan karena kali ini ia minum lebih banyak dari biasanya.
saat di lorong yang sepi sebuah tangan mencekal pergelangan tangannya.
"lepas..siapa lo." ucapnya sambil menepis cekalan pria tersebut.
"hahaha...udah deh lo jangan jual mahal.mending kita senang-senang.yuk ikut gue." ucap lelaki itu sambil mengelus pipi Kanaya.
"brengsek.." ucap Kanaya sambil mendorong lelaki itu dan ia segera berlalu dengan sempoyongan.
"aakkhhh....kepala gue,kenapa jadi pusing gini sih...badan gue juga panas gak enak banget." ucapnya yang merasakan sesuatu yang aneh dalam tubuhnya.
"hey cantik mau kemana sayang..ayolah kita senang-senang."
"sial dia masih ngejar lagi." Kanaya pun kembali berlari hingga tubuhnya tertarik kedalam Rungan yang redup.
"ssuuttttt...tenang.kamu aman di sini."
"siapa lo?" tanya Kanaya curiga.
"lo ga usah tahu.yang penting lo aman di sini." ucapnya menenangkan dan mengelus pundak Kanaya.sontak Kanaya langsung menghindar tapi tubuhnya sangat menginginkan sentuhan.
"jangan sentuh gue." ucapnya dengan sedikit berteriak.
kenapa dengan badan gue.kenapa terasa
panas gini...
"hey,kamu kenapa.tenang aku ga akan macam-macam."ucap lelaki itu sambil mencengkram kedua pundak Kanaya.
"gue bilang santan sentuh..akkhhh."ucapnya yang sangat emosi dan merasakan sakit di kepalanya.
"nay,kamu kenapa sih.coba cerita ke aku.biar aku paham."
"tolong,,tolong aku..panas.." ucapnya yang tak tahan merasakan keanehan dalam tubuhnya.
jangan bilang kalau kamu......ah gak gak mungkin.....
"nay,, apa yang lo minum."
"minum Vodka biasa...ayo cepat tolong aku...panas..aku udah ga tahan." tes... Kanaya terus memohon hingga meneteskan air matanya.
bastian yang sedari tadi dilanda kecemasan mulai berfikir dan mencoba membantu.
__ADS_1
"naf maaf kalau aku lancang." ucap bastian yang mencoba mendekatkan wajahnya.
Cup.
bastian pun ******* bibir tipis Kanaya.begitupun Kanaya yang menikmati lumayan dan gigitan dari bibir bastian.
hingga keduanya kehabisan oksigen,bastian pun melepaskannya.
"nay sebaiknya aku atar kamu pulang ya..ini sangat bahaya buat kita jika terus berdua di tempat ini."
Kanaya hanya menggeleng,ia sudah tida bisa menahan hasrat yang ada di tubuhnya.
bastian memejamkan matanya sesaat dan kembali menatap Kanaya yang sudah uring-uringan.
"pakai ini.kita pergi dari sini"ucapnya sambil memakaikan jas ke tubuh kanaya dan membawa Kanaya pergi dari tempat terkutuk itu.
sedangkan di meja bar sintia uring-uring mencari sang sepupu yang entah kemana.
"nay lo kemana sih.kenapa pergi gak bilang-bilang." gumamnya yang semakin padik.
"shin,gimana udah ketemu blum?" tanya elang yang baru saja datang karena di hubungi temannya yang bilang kalau Kanaya dateng dan sekarang ngilang ntah kemana.
"belum lang,gue takut dia kenapa-napa.lo tahu kan club di sini banyak om-om dan cewek-cewek usil."
"lagian lo ngapain ajak dia ke club ini." ucap elang frustasi.ya elang sangat tahu bagaimana kehidupan Kanaya dan ia sudah menganggap Kanaya seperti adeknya sendiri.
****
di sebuah apartemen,ya bastian membawa Kanaya ke apartemen pribadinya.
"nay,kamu duduk dulu di sini ya.aku mau cari sesuatu buat kamu." saat hendak pergi Kanaya langsung mencekamnya.
"jangan,jangan pergi.aku mohon lakukan sekarang." ucapnya memohon.
"tapi nay,aku gak bisa ngelakuin itu disaat kamu dalam pengaruh obat gini"
"tapi ka tian,naya ga bisa menahannya."
ya Kanaya sudah mengenali siapa lelaki yang sudah menolongnya.
"aku harap kamu tidak menyesal nay." ucapnya yang langsung ******* bibir Kanaya.
" cciihhh..jangan merayu.aku tetap tidak ingin menemuinya." ucap Kanaya.
"apa begini caramu berbicara dengan orang yang lebih tua.membelakangi seperti ngomong sendiri.pergilah bersamaku,kita cari tempat untuk bicara." ucap Rico yang kesal dengan sikap Kanaya.
"aku tidak mau..kau pergilah dan katakan pada beliau bahwa aku tidak mau menemuinya."
"kali ini aku ga bisa nurutin omongan kamu.aku tidak tega melihat oma selalu murung karna menanti kedatangan mu."
"itu bukan urusanku." mendengar ucapan Kanaya ricopun sangat emosi dan tanpa ucapan apapun rico menarik Kanaya untuk mengikutinya.
"lepas,aku gak mau ikut sama kamu." ucap Kanaya yang terus brontak.
bang rico,,ada hubungan apa dia dengan kanaya.sepertinya mereka sedang ada masalah. ucap bastian yg tak sengaja melihat pertengkaran Kanaya dan rico.
ricopun berhasil membawa Kanaya walaupun dengan cara kasar.
di dalam mobil Kanaya terus menutup mulutnya walaupun rico banyak menawarkan sesuatu.
__ADS_1
akhirnya selama perjalanan mereka diam seribu bahasa.tak ada perdebatan apapun lagi.kanayapun hanya bisa pasrah.