Rasa Yang Salah

Rasa Yang Salah
BAB 4_


__ADS_3

Kanaya yang sudah siap untuk kekantor tiba-tiba sang mama berteriak...


"kanayaaaa...Natasa ...." teriak sang mama.


kanapun kembali masuk ke dalam rumah menuju kamar orang tuanya.


Deg ..,


kanaya panik melihat sang ayah yang kejang dan sang mama dan adiknya menangis sambil menyadarkan sang ayah yang sedang kejang.sedangkan adiknya yang masih SMP terus menangis di samping sang ayah.


Kanaya meraih ponselnya dan menghubungi kakaknya yang bernama Erik tapi tak aktif.dan dia telpon kak Rita


"hallo"


"kak,ayah ka.ayah kejang-kejang.cepat kesini ya"


"iya iya" terdengar suara panik sang kakak.


tak lama kakaknya pun datan dan segera sang ayah di bawa ke rumahsakit menggunakan mobil tetangga.


di perjalanan sang ayah yang sudah tidak kejang tapi kondisinya mengkhawatirkan bahkan dia tidak ingat apa yang sudah terjadipadanya dan merasa aneh dengan keberadaannya di dalam mobil.


"mau ke mana ini" tanya sang ayah dengan suara yang lemas.


"ke rumahsakit" jawab sang mama.


"rumahsakit? emang kenapa?" tanya ayah.


"ih Ayah gak inget ,tadi ayah kejang" ucap sang mama.


merekapun sampai di sebuah rumahsakit.ayahpun di gotong dan di dudukan di kursi roda.


tak lama terdengar dering ponsel kanaya.


"hallo"


"nay ada apa telpon"


"kak ayah sakit.ni aku sama mama dan ka Rita ladi di rumahsakit harapan mulia Kaka kesini ya tapi kerumah dulu ambil uang aku di tas kerja.ambil semua aja." ucap Kanaya lewat telpon.ka erikpun mengiyakan dan telponpun terputus.


ya,Kanaya meminta ka Erik untuk mengambilkan uangnya karena Kanaya tahu pasti sang Kaka ga ada yang megang uang lebih tepatnya gak mau ngeluarin uangnya.untung saja kemarin Kanaya sudah mendapat gajihnya.


tak lama ka Erik datang menggunakan motor matic miliknya.dan langsung memberikan uang kanaya.


10 menit berlalu.mamapun keluar .

__ADS_1


"mah gimana,apa ayah sudah di tanganin" tanya ka Rita.


"kata dokter harus di bawa ke metro hospital.disini ga ada alatnya"ucap sang mama.


"ya udah langsung aja ke sana"


merekapun menuju metro hospital.dan sesampainya di sana ayah langsung di tangani.ayahnya kembali kejang sampai giginya menekan bibir hingga berdarah.selang infuspun terlepas.


baju yang banyak darah membuat mamah panik.tak hanya mama bahkan Kanaya pun menangis melihatnya.


akhirnya suster mengikat tangan pak suherman dan suster menyuruh Kanaya untuk menenangkan sang mama yang begitu panik dan tak henti menangis.


Kanaya dan yang lain menunggu di ruang tunggu.


saat sang ayah keluar di dorong para suster dengan terbaring lemah membuat hati Kanaya berdesir dan airmatapun kembali tumpah,berkali-kali Kanaya mengusap air matanya tapi tetap saja airmatanya terus mengalir deras membasahi pipinya.


ini pertama kalinya Kanaya menangisi seseorang sampai sesegukan seperti itu.


walau beliau bukan ayah kandungnya tapi beliaulah yang selalu memperhatikan kanaya.dan saat melihatnya terbaring dengan tangan di ikat ke pinggiran ranjang pasien dan banyak noda darah di bajunya.


2 jam sudah ayahnya di tangani dan semua sedang diskusi untuk membayar sewa ruang rawat dan pengobatan lainnya.sewa kamar rawat inap per hari saja 7 juta sedangkan yang lain sangat sulit keuangan.mau tidak mau Kanaya mengorbankan tabungannya.lagi-lagi Kanaya lah yang harus berkorban.


******


di kantor hera dan diana kerepotan karena tak ada Kanaya jadi pekerjaan Kanaya di limpahkan pada mereka.


"kasian yah Kanaya" ucap diana


"iya,kakaknya gitu banget.buat biaya ayahnya sendiri aja pelit banget.pantes aja ayahnya lebih perhatian sama Kanaya" timpal hera yang sangat emosi.


*****


2 hari telah berlalu sang ayah masih dirawat di rumahsakit.kanaya yang setia menemani mamahnya untuk menunggu di rumahsakit.karna kantornya dekat dengan rumahsakit jadi Kanaya pulang dan berangkat dari rumahsakit.


saat di lobby sang mama dan Kaka ipar istri dari ka Erik sedang kebingungan.kanayapun datang karena jam kerjanya sudah selesai


"mah,kak.ada apa ko pada kebingan gitu." tanya Kanaya yang baru datang.


"gini nay.ada obat yang harus di tebus semuanya 700 ribu.sedangkan mama hanya megang uang 300 ribu." lagi-lagi Kanaya dibuat pusing.tabungannya sudah habis terkuras.karna dari kemarin kanayalah yang menebus obat ayahnya dan sekarang harus menebus obat lagi.bahkan obatnya selalu mahal.belum lagi tiap hari Kanaya membeli makan untuk dirinya dan mama.


ya Tuhan,kemana lagi aku harus cari uanga.bahkan untuk menebus obat kemarin saja aku harus meminjam pada Alan .hey Kaka ayolah berkorban sedikit untuk orangtua kalian ini.kenapa harus aku terus yang berusaha. batin Kanaya .


"mmmm..gini aja deh,gimana kalau minjam uang ke bang ayoh" usul Kanaya yang sudah buntu.


"tapikan nay bang ayoh selalu ditambah bunga" ucap sang mama mengingatkan.

__ADS_1


"ya daripada ga ada.lagian kan bunganya tidak terlalu besar.pembayaran bisa di potong dari gajihku.jaminannya buku tabunganku aja"


ucap Kanaya.


setelah semua setuju Kanaya pergi untuk mengisi perutnya yang sudah kroncongan.


masih menggunakan baju kantor Kanaya duduk di kantin rumahsakit.sambil menunggu pesanan datang Kanaya memainkan ponselnya.membuka sosial medianya.



sedangkan di arah lain seorang pria tinggi putih dan gagah sedang memperhatikan keberadaan kanaya.


kanaya,ya itu kanaya.gue gak salah lagi dari foto yang gue liat kemarin sama persis sama tu cewek.akhirnya tuhan mengijinkanku untuk bertemu kembali denganmu.eh tapi sedang apa dia di sini.siapa yang sakit.. batin Bastian.


Bastian sangat senang bisa bertemu dengan kanaya.ingin rasanya menghampiri dan berbincang-bincang.tapi dia harus segera keruangan sang nenek di rawat.karna sedaritadi ponselnya terus berdering menandakan kalau dirinya harus segera datang...


Bastian pun pergi meninggalkan Kanaya ..sampai di ruangan sang nenek.


"ah kau lama sekali.mana pesanku." ucap sang nenek.


"maaf Nek tadi aku sedang melihat pemandangan yang sangat indah." jawab Bastian.


"hey kau sudah gila.mana ada pemandangan indah di rumah sakit.aaahh..apa kau terlalu lama menjomblo sampai kau menjadi sedikit gila" ucap sang nenek merasa aneh dengan sikap cucu kesayangannya ini.


"ada Nek..mungkin dia bidadari yang Tuhan kirimkan untukku" jawab Bastian meyakinkan.


mendengar itu sang nenek mengerti apa dari pemandangan indah itu.


"hahaha....apa kau sedang jatuh cinta" tanya sang nenek.


"bisa dibilang seperti itu"


"segera bawa dia menemuiku"


"bicara saja belum Nek gimana mau bawa dia kehadapan nenek."


sang nenepun hanya menggelengkan kepalanya.cucunya yang nakal ini ternyata sangat ciut untuk urusan cinta.


"kalau tadi nenek tidak terus menghubungiku mungkin saat ini aku sedang mengobrol dengannya"


"hey jadi kau menuduhku"


"tidak,bukan begitu..ah udah lah jangan bikin mood ku jadi jelek "


"o'iya Nek aku pamit dulu ada janji dengan temanku"

__ADS_1


"baiklah.bilang sama bundamu,terimakasih untuk kuenya."


Bastian pun mengangguk dan bergegas pergi.


__ADS_2