Rasa Yang Salah

Rasa Yang Salah
BAB 2


__ADS_3

tepat puku 19:30.


Kanaya yang sudah siap langsung keluar untuk menunggu wini di depan gang karena sedari tadi wini tak kunjung datang ke rumah.


saat ingin membuka pintu terdengar suara dari arah belakang


"jam segini mau kemana?" tanya sang mama.


"mau nonton sama wini" jawab Kanaya lalu pergi ke luar.


"awas jangan pulang malam-malam..besok kan harus kerja" ucap sang mama .


"iya" jawabnya dengan malas.


ddrrrrttt...ddrrrrrtttt..


dering ponsel dalam tas.


"*hallo.di mana?gue dah siap dari tadi nih" ucap kaya di sambungan telepon


"sorry nay,Lo duluan aja ya.ban mobil Angga bocor jadi gue sama Angga ke bengkel dulu.maaf ya"


"ya ampun kenapa gak bilang dari tadi sih"


"iya sorry...tapi tenang,pulang gue anter.o'iya kita ke kafe XX dulu ya,Nury udah ada di sana sama elang."


"ok*.."


panggilan pun berakhir dan Kanaya langsung memesan taksi.karna waktu terus berjalan.bisa lama kalau naik angkutan umum yang selalu berhenti mengangkut penumpang.


tak lama taksi yang di pesanpun datang.kanaya langsung masuk ke dalam taksi online.


*******


Di kafe XX 3 pria yang tak lain feri,Bastian dan ozi sudah duduk di tempat khusus.


Ozi sang pemilik kafe langsung masuk dan menyuruh satu pegawainya untuk melayani temannya.


pelayan yang di suruh Ozi pun menghampiri feri dan Bastian.


"permisi tuan,mau pesan apa?" tanya sang pelayan cafe.


" gue persen minuman yang spesial di sini..eh bas Lo persen apa?" tanya feri.


"samain aja" jawabnya


setelah mencatat pesanan pelayan itupun segera pergi.dan tak lama ozipun datang.


"aisshhhh.." desis Bastian


"kenapa Lo ???" tanya Fery


"gue cabut ya." jawab Bastian yang sedang buru-buru.

__ADS_1


"kemana?baru juga sampai" tanya Ozi.


"biasa,nyokap minta jemput" jawabnya yang langsung pergi.


walau kesal tapi Bastian tetap menjemput sang bunda.dia sangat sayang pada bundanya.walaupun bukan bunda kandung tapi kalau menyangkut sang bunda dia menjadi sosok yang lembut dan penyayang.


Bastian pun berlari kecil menuju mobil yang terparkir.


buugghh.....


"aaakkhh.."


"eh sorry sorry...gue tadi buru-buru jadi ga liat Lo" ucap Bastian sambil mengulurkan tangannya pada sang wanita yang terjatuh.


bastian... batin Kanaya yang terkejut setelah melihat siapa yang menabraknya.


wanita itupun bangun tanpa meraih uluran tangan bastian.dengan senyum yang sangat manis wanita itu meyakinkan bahwa dirinya tidak papa.


"iya gak papa..lagian saya juga yang salah,jalan sambil bermain Hp." ucap Kanaya.


Bastian yang terhipnotis oleh senyuman Kanaya membuat Bastian mengingat seseorang.


senyumannya....naya...tapi... batinnya.


"heeyy..anda tidak papa." tanya Kanaya yang pura-pura tidak kenal sambil mengibaskan tangannya kedepan muka Bastian.


"eh iya,gak papa ko." Jawa Bastian sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


"oh,iya udah kalau gitu saya permisi ya" ucap kanaya.


sadar bas,dia bukan naya..jelas-jelas tu cewe modis jauh lah sama naya. .. gumam Bastian dan segera bergegas pergi.karna sedari tadi sang oma terus menghubunginya.


Kanaya yang sudah di dalam cafe segera mencari keberadaan diana dan elang.


"nay...Kanaya.." panggil diana melambaikan tangannya.


feri yang mendengar nama itu segera menoleh.


"kanaya..." gumam feri sambil mencari ke arah suara.dan saat pandangannya tertuju pada wanita tinggi putih dengan senyum yang merekah membuatnya menggelelng.


ternyata bukan Kanaya gue... batinnya


"kenapa lo?" tanya ozi yang merasa aneh dengan temannya ini.


"gak,ga papa." jawab feri


kanayapun langsung menghampiri diana.melihat Kanaya datang seorang diri dianapun menanyakan keberadaan sahabatnya satu lagi.


"nay ko sendiri.hera mana?" tanya diana


"ah itu dia.aku sudah nunggu dia.eh taunya ban mobil Angga bocor.nanti sih katanya nyusul" jawab kanaya yang langsung nyeruput minuman yang entah punya siapa.


"hey itu punya elang.main seruput aja" ucap diana mengingatkan.

__ADS_1


"hehehe,,sorry gue cape." jawabnya sambil nyengir.elang yang melihatnya hanya geleng-geleng sambil tersenyum.


"lu cape abis ngapain..?" tanya diana aneh.


"tadi turun dari taksi gue buru-buru jalan,eh ga sengaja nabrak orang.nih liat celana gue kotor." jawabnya dengan kesal.


"ya udah sana bersihkan dulu.lalu kita langsung ke tempat nonton aja.nanti gue kabarin hera." ucap diana.


Kanaya langsung bergegas ke toilet.untung saja celana jeans yang dia pakai dengan warna gelap.jadi tidak terlalu terlihat noda kotornya.


setelah selesai Kanaya merapikan tatanan rambutnya di depan cermin.


"bastian di sini sama siapa ya,apa sama feri." gumam kanaya.


kanayapun keluar dan seorang pria yang dia pikirkan melintas di hadapannya.


feri....


kanaya langsung mengejarnya,setelah jaraknya tida terlalu jauh dan di lorong kafe yang sepi membuatnya berteriak memanggil pria tersebut


"feri.." mendengar namanya di panggil,feri pun menoleh dengan alis yang berkerut.


merasa tidak kenal dengan wanita yang memanggilnya,feripun melihat ke sekeliling siapa tau ada orang lain selain dirinya.melihat feri yang kebingungan kanaya langsung berlari.


"nay.ini bener kamu." tanya feri tak percaya.


Kanaya hanya mengangguk dan tersenyum bahagia.


"sumpah,aku kangen banget.aku sempat ke rumah kamu tapi katanya kamu udah pindah dan ga ada yang tau rumah kamu sekarang.aku juga sering kirim pesan di sosmed tapi ga ada satupun yang di balas." tutur feri menjelaskan.


"maaf,setelah kelulusan orang tuaku mendadak untuk pindah rumah.dan kamu tahu sendiri aku saat itu engga megang HP dan sosmed aku kena virus dari flashdisk nya alya jadi ga bisa kebuka." ucapnya menjelaskan.


"iya gak papa.yang penting sekarang kita udah ketemu lagi.dan aku seneng banget." jawab feri sambil menyelipkan rambut Kanaya ke belakang telinga.


"fer,apa perasaan kamu masih sama terhadapku?" tanya Kanaya dengan ragu.


"kenapa kamu bertanya seperti itu?"


"tak apa,aku hanya takut selama kita tidak bertemu kamu sudah memiliki wanita lain."


"naya,dengar aku.mau sampai seribu tahun pun aku akan tetap sayang dan cinta sama kamu.kalau aku gak cinta kenapa aku sibuk-sibuk nyariin kamu." jawab feri serius.


"terimakasih kamu udah setia menungguku selama ini." ucapnya dan tak terasa setetes air mata jaduh membasahi pipi.


"hey kenapa menangis?" tanya feri panik dan hanya dibalas gelengan oleh Kanaya.


"ah iya,bastian apa dia sudah tahu dengan hubungan kita?"


"belum." jawabnya dengan lesu.


melihat feri yang merasa bersalah Kanaya langsung mengalihkannya dengan senyuman.


"ya udah gak papa.yang penting kamu selalu setia sama aku." ucapnya menghibur.

__ADS_1


"terimakasih,kamu selalu mengerti keadaanku."


__ADS_2