Rasa Yang Salah

Rasa Yang Salah
BAB 7


__ADS_3

merekapun sampai di sebuah rumah mewah berla


"ayo cepat keluar.kita sudah sampai" ucap rico yang sudah berada di samping Kanaya yang masih sedikit mabuk.


kanayapun keluar dengan sempoyongan.


"ya ya ya..dasar bawel." ucap Kanaya yang langsung berjalan menuju pintu utama.langkah nya pun terhenti dan berbalik ke arah rico.


"ah ya,di mana kamar untukku....HEY AYO CEPAT KATAKAN." Ucapnya.


greepp...


"hey turunin gue.gue bisa jalan sendiri."ucapnya yang tak terima di gendong seperti karung beras oleh rico.


para pelayang hanya tersenyum melihat kelakuan tuannya.


sesampainya di kamar rico menurunkan Kanaya di atas kasur.


"ini kamarmu.segera bersihkan badanmu itu.pakaianmu sudah tersedia di lemari.besok pagi oma dan adikku pulang jadi bersikap baiklah." perintah rico.


"ya,dasar bawel." ucap Kanaya.


setelah kepergian rico,Kanaya segera ke toilet untuk membersihkan tubuhnya.


sedangkan rico sedang memberikan perintah pada pelayan.


"bi tolong antar minuman hangat dan beberapa makanan." perintahnya yang di angguki oleh pelayan.


****


cuitan burung membangunkan Kanaya dari alam mimpi.dengan malas Kanaya mengumpulkan kesadarannya.


tok..tok...tok..


"masuk" ucap Kanaya.


"permisi nona.ini teh hangatnya" ucap pelayan yang sedang membawa secangkir teh hangat yang di pesan Kanaya tadi malam.kanaya berpesan pada pelayan untuk mengantar teh hangat ke kamarnya pagi-pagi karena masih sedikit pusing akibat minuman alkhol dia akan telat bangun dan tidak akan ikut sarapan bersama.


"iya bi taruh aja di sana."ucap Kanaya


"apa ada yang nona inginkan lagi."


"tidak ada.terimakasih ya untuk tehnya" ucap Kanaya tersenyum manis.


pelayan yang kagum dengan kecantikan seorang Kanaya tidak bergeming dan diam terpaku.


"eekkhhmm.." Kanaya berdhem menyadarkan lamunan sang pelayan.


"eh maaf nona.kalau begitu saya permisi nona" kanayapun mengangguk.


perlahan Kanaya bangun dan meraih secangkir teh dan berdiri di balkon kamar memandangi pemandangan di komplek perumahan oma Maura ini.tak ada rumah yang jelek di sini karena ini memang komplek perumahan elit.


asik menikmati udara pagi yang sangat sejuk.dengan menggenggam secangkir teh Kanaya tersenyum bahagia menikmati udara pagi yang sangat jauh jika di bandingkan dengan istana tempat tinggalnya selama ini.selalu di sambut dengan Omelan sang mama tapi di sini udara yang sejuk dan ketenanganlah yang ia rasakan dan perlakuan yang sangat istimewah.senyumanpun terpancar di wajah cantiknya.

__ADS_1



jam sudah menunjukan pukul 07:00.kanaya masih menikmati ketenangan ini dan tanpa sadar seorang lelaki tampan dengan tubuh yang atletis membuyarkan ketenangannya.


"pertahankan seperti ini." ucap Rico yang seketika membuat mood Kanaya berubah senyum yang sedaritadi terpancar di wajahnya pun hilang entah kemana dan kembali dengan sifat dinginnya.


"maksudmu?" tanya Kanaya.


"ya pertahankan untuk tersenyum seperti ini.kau terlihat cantik dengan senyuman itu" ucap Rico dengan pandangan lurus kedepan.


"apa dengan terus tersenyum semua akan berubah sesuai keinginanku" ucap Kanaya datar tanpa ekspresi.


"takdir seperti apa yang kau inginkan." jawab Rico masih menatap lurus.


"lupakanlah.sangat mustahil untuk terwujud. satu lagi,berhenti memujiku." ucap Kanaya yang di awali dengan senyum getir dan kembali masuk ke kamar meninggalkan Rico yang masih berdiri di balkon.beberapa langkah Kanaya terhenti dan kembali bicara.


"ah ya,aku sudah menghubungi temanku.jadi kau tak usah repot-repot mengantarku pulang.setelah bertemu oma aku akan langsung pulang." tanpa menunggu jawaban Kanaya melanjutkan langkahnya.


anak itu.benar-benar keras kepala.papah kenapa kau mewarisi sikapmu padanya.sungguh menyebalkan. ,gumam rico.


saat ini Kanaya sedang menemui Oma Maura di kamarnya.


"gimana keadaan ayahmu?.oma dengar dia sedang di rawat" tanya Oma.


"sudah membaik" jawab Kanaya.


"syukurlah.apa kamu masih tetap tidak mau tinggal di sini"


"apa kau lupa kalau di sini juga adalah keluargamu bahkan semuanya akan jadi milikmu." ucap Maura.tapi Kanaya hanya membisu karna tak tahu harus menjawab.apa yang Oma katakan ada benarnya.


"aku tidak butuh harta yang oma miliki.aku hanya butuh kenyamanan.tolong mengertilah oma." jawab Kanaya.


tok...tok...tok...


suara ketukan pintu menghentikan obrolan antara cucu dan nenek.


"masuk" saut Maura.


"permisi nyonya semuanya sudah siap" ucap sang pelayan.


"ah ya.5 menit lagi" ucap Maura


"baiklah.kalau begitu saya permisi pamit nona nyonya" ucap sang pelayan.


Oma Maura pun segara mengambil tas dan tak lupa dengan keberadaan Kanaya yang dihadapannya.maurapun memeluk Kanaya penuh kasih sayang.


"Oma harap kamu mau menemani Oma di rumah ini.oma sangat sayang padamu.oma harus pergi kontrol kesehatan untuk beberapa hari.rico akan menjagamu selama di sini." bisik Maura di akhiri dengan kecupan di dahi.maurapun keluar dari kamar sedangkan Kanaya masih mematung seketika airmatapun menetes ke pipi.


apa yang Maura lakukan sangat menghangatkan bagi Kanaya.


apa yang oma katakan benar,ga seharusnya gue bersikap dingin seperti ini. Kanaya


setelah pembicaraan dengan maura,Kanaya segera keluar dan mencari sosok yang sering mengganggunya..

__ADS_1


"kemana anak itu,biasanya dia selalu mengawasiku." gumam Kanaya yang terus mencari keberadaan Rico.


"nona.anda sedang apa.ada yang bisa saya bantu" ucap pelaya yang melihat Kanaya kebingungan.


"ah ini aku mencari Rico,eh maksudnya ka Rico dimana dia?" tanya Kanaya.


"tuan ada di kamarnya nona"


"oh.terimakasi" ucap kanaya yang di akhiri senyuman.kanayapun langsung menuju kamar Rico.


sesampainya di lantai dua Kanaya mengetuk pintu beberapa kali tapi tidak ada sautan dari dalam,Kanaya pun langsung membuka pintu kamar Rico.di lihatnya kamar yang bernuansa monochrome.tatapannyapun tertuju pada seorang pria yang tak asing untuknya.


ka tian.....


"nanti aku hubungi lagi ok.bye" ucap bastian yang mengakhiri obrolan via telepon dan langsung menghampiri Kanaya yang sedang bengong melihat kehadiran orang yang ia rindukan.


"hey..." ucapnya menyadarkan lamunan Kanaya.


"ah maaf,sepertinya saya salah kamar." ucapnya langsung berbalik hendak keluar.tapi lengkapnya terhenti dengan cekalan tangan dari pria tersebut.


"Kanaya.kamu Kanaya kan?"


kanayapun langsung berbalik menghadap bas tian lalu mengangguk mengiyakan.


"ikut aku." ucap bastian yang langsung menarik Kanaya menuju kamarnya.


"tunggu di sini." tak lama bastian kembali dengan satu kotak kayu.


"ayo sini duduk"perintahnya yang langsung di turuti oleh Kanaya,merekapun duduk berdampingan.


setelah kotak kayu itu di buka,Kanaya langsung mengenali isi di dalamnya.


"ini semua kamu yang mengimnya?" Kanaya hanya mengangguk.


"kenapa?" tanya bastian yang penasaran.


"kenapa apanya?"tanya Kanaya kebingungan.


"ya kenapa hanya mengim surat-surat ini tanpa me


"apa aku mengganggumu?" tanya Kanaya.


"tidak." jawab Rico


"bisakah kau temani aku kesuatu tempat?" tanya Kanaya.


"tentu" jawabnya singkat.


Rico sangat bahagia,karena baru kali ini Kanaya memintanya untuk jalan-jalan.


merekapun menuruni anak tangga dengan berjalan beriringan.


para pelayan yang melihatnya sangat senang melihat nona dan tuan mudanya akur tidak seperti semalam yang selalu berdebat.

__ADS_1


__ADS_2