Rasa Yang Salah

Rasa Yang Salah
BAB 3_


__ADS_3

di sebuah mall lima sahabat yang sedang menunggu antrian untuk masuk ke ruang bioskop.


"nay kenapa lu gak sebaris sama kita sih duduknya" tanya hera.


"ogah gue.bukannya nonton film ntar yang ada gue nonnton kemesraan kalian berdua" jawab Kanaya.


Kanaya memang selalu mengikuti temannya yang pacaran.dan dia sudah kebal dengan adegan-adegan romantis yang di lakukan dua sahabatnya.apalagi dengan hera yang lebih dekat dengannya.bahkan adegan kisspun Kanaya sering memergokinya.


3 jam sudah berlalu.lima sahabat itu mulai pulang kerumah masing-masing.


Kanaya yang sedang di antar oleh hera dan Angga memilih sibuk dengan ponselnya.


tak butuh waktu lama kanayapun sampai di gang rumahnya.


"thanks ya ra,Angga" ucapnya sambil melambaikan tangan dan herapun mengiyakan.


"darimana aja jam segini baru pulang?" tanya sang mama yang masih menonton tv.


"kan tadi nay sudah bilang mau pergi nonton sama hera." jawab Naya .


"iya tapi tak selarut begini.apa kamu tidak malu mengikuti orang pacaran"


"udah lah mah aku capek.besok harus kerja kan." ucap Naya yang pergi meninggalkan sang mama yang masih mengoceh.

__ADS_1


sang mama selalu nyerocos jika sudah mengomel.


"seharusnya cepat kamu cari pacar.jangan ladenin cowok gak jelas.cari itu yang mapan" Omelan sang mama.


Didalam kamar**


Kanaya yang kesal karena sang mama yang selalu menuntutnya untuk memaksanya untuk mencari pasangan.karna sang mama selalu iri dengan anak-anak tetangga yang memiliki pasangan bahkan ada pula yang sudah menikah dan rata-rata mereka mendapatkan pasangan yang mapan dan berduit.


dibukanya sebuah laci dan Kanaya mengambil sebuah foto di dalam laci tersebut dipandangnya dengan senyum devil.


hhmmmm...kau pasti bahagia di sana.kenapa kau tak membawaku pergi dan malah kau meninggalkan aku di dalam keluarga seperti ini.aku ingin ikut bersamamu ayah.


seketika airmatapun tumpah membasahi pipi kanaya.ya foto itu foto ayah kandung Kanaya yang dia dapat dari kakanya.


sore hari Kanaya sedang menonton TV bersama sang kaka.kanaya yang masih memakai seragam putih biru sedang tengkurep di sofa..


sedangkan sang mama selalu mengomel masalah sepele dan sasarannya kali ini sang ayah.


terdengar ucapan sang mama.


"kesel aku kalau inget dulu.dia seneng-seneng aku di sini kesusahan ngurus anak.sekarang aku cuma dapet capeknya." ucap sang mama yang kesal dengan masalalu rumah tangganya yang pernah di tinggal ayah dan ayah memilih untuk tinggal dengan wanita lain bahkan sudah memiliki 4 anak.


"nay apa kamu tau kenapa ayah dulu sama wanita itu" tanya sang kakak.

__ADS_1


"tidak,emang kenapa?" ucap Kanaya.


"ayah kaya gitu untuk membalas kelakuan mama yang selingkuh.dulu ada seorang pemuda ngontrak di belakang rumah dan mama selalu nganter-nganter makanan ke cowok itu.terus waktu itu Kaka dan ka Erik pernah mergoki mama sedang bercinta dengan cowok itu" ucap sang Kaka menjelaskan.


"lagian sampai sekarang juga mama emang genit kalau banyak cowo gitu"


"ya mungkin karena ayah saat itu jarang pulang karena dinas di luar kota jadi mama kaya Gitu dan mama hamil.ayah tahu itu bukan anaknya karena saat itu kan Aya udah lama belum pulang."


"terus anak itu mana.apa di bawa sama cowok itu." jawab Kanaya yang mulai penasaran


"ayah sangat marah dan mukulin cowok itu.cowok itu memang ingin membawa anak itu tapi ayah melarangnya,karena ayah tau kalau Kaka sangat menginginkan adik perempuan.dan cowok itu pergi ke kampung halamannya.sejak saat itu ayah memiliki simpanan." jelas sang Kaka.


"ya terus anak itu mana" tanya Kanaya.


"anak itu ya kamu nay.nih Kaka punya foto ayah kandung kamu dan alamatnya.eh tapi Kaka denger sih dia udah meninggal" ucapan sang Kaka membuat Kanaya syok.pantas wajahnya sangat berbeda dengan saudaranya yang lain.apa lagi sang Kaka laki-lakinya selalu mengataiku China bangkok.dan sang ayah juga kalau Kanaya bersikap tak sopan terhadapnya selalu berkata kalau aku bukan anaknya.


sang kakapun datang membawa sebuah foto dan di belakangnya tertulis sebuah alamat.


***Flashback off***


dan sampai sekarang Kanaya menyimpan foto itu.kanayapun sesekali datang ke makam sang ayah.bukan untuk menangisi kepergiannya melainkan untuk mengeluarkan kebenciannya,karena menurut Kanaya dialah yang membuat sang mama yang selalu mengabaikan dan membedakannya dengan saudara yang lain dan kunjungannya pun di ketahui oleh pihak keluarga ayah kandungnya.


kanayapun tertidur karena kelelahan menangisi nasibnya.

__ADS_1


****


__ADS_2