Rasa Yang Salah

Rasa Yang Salah
BAB 5_


__ADS_3

tepat pukul 20:00 Kanaya berada di ruangan sang ayah.


"nay tadi berangkat sama siapa?" tanya sang ayah yang sedang terbaring lemah.


"sendiri yah.trus minta tolong scurity untuk menyebrang jalan" jawab Kanaya sambil membalas pesan masuk di sosial medianya.


sang ayah yang biasa mengantar Kanaya menyebrang jalan merasa khawatir.karna beliau tahu Kanaya tidak bisa menyebrang jalan.


ddrrrrttt...ddrrrrttt...


bunyi panggilan masuk.


"nomer baru,siapa ini?" gumam Kanaya


Kanaya : "hallo"


xx : "hallo nay,ini aku,Fery.maaf baru bisa ngubungin kamu."


Kanaya : "iya gak papa.kamu lagi apa?"


xx : "lagi mikirin kamu."


Kanaya : "gombal."


xx : "serius nay.aku kangen.bisa ketemu gak?"


Kanaya : "bisa dong.aku juga kangen."


xx : "ya udah aku otw nih."

__ADS_1


Kanaya : " kita ketemu di rumah sakit ya.aku lagi di sini."


xx : " kamu sakit.sakit apa?"


Kanaya : "bukan aku tapi ayah.dah ngobrolnya di sini aja RS.metro hospital ya.aku tunggu di lobby."


sedangkan Bastian yang sedang di jalan menerima sebuah panggilan dari sahabatnya.


Bastian : " hey bro,ada berita apa nih?"


anton : "gini bas gue mau ngajak Lo ke party.lo bisakan.?"


Bastian : "siap.di club' biasa kan.siapa tamunya kali ini" tanyanya,karena setiap ada party pasti selalu ada tamu.entah itu teman atau kerabat dari mereka yang mengadakan pesta.


Anton : "ya..tamu kali ini dari sintia.lo kenal Sintia kan?"


Bastian : seorang cady.apa tamu itu juga seorang cady"


Bastian : "ya ya perusahaan brian.penasaran gue.nanti gue kabarai lagi oke."


Bastian pun sampai di rumah Fery.bastian langsung masuk tanpa mengetuk pintu.dan ferypun sudah terbiasa akan hal itu.


terlihat Fery yang terlihat rapih dan wangi.


"wiihhh.udah rapih aja nih.mau kemana lo?"tanya bastian.


"gue mau cabut nih.nongkinya nanti aja ya gue buru buru bye." jawab feri yang langsung bergegas pergi tanpa menunggu jawaban dari bastian.


karena tuan rumah pergi akhirnya bastian memutuskan untuk kerumah sakit menemui sang nenek.

__ADS_1


sesampainya di rumah sakit bastian di kejutkan oleh pemandangan yang menyayat hatinya.ya saat di lobby ia melihat Kanaya yang berpelukan dengan seorang pria dang mereka pergi dengan bergandengan tangan.


sial ternyata dia udah punya pacar.yah ke duluan deh...apes apes... batinnya.


sial ,jadi bener yang gue lihat itu Kanaya yang selama ini gue cari.umpat bastian.


"wiihh boleh ni minta no Hpnya?"


"hey bro.malah ngelamun" ucap bastian.


"hehehe..gak papa.nanti gue kirim nonya." jawab feri .


****


pagi ini kanaya bersiap-siap untuk pergi ke suatu tempat.


"nay,mamah minta uang dong buat pegangan selama di sini." ucap sang mama.


"mah aku udah ga ada uang lagi.ada juga untuk pegangan aku sampai gajian.kan mama tahu sendiri gajih aku aja masih kena potongan bayar utang.kemaren juga kan aku udah kasih ke mama.kenapa gak minta ke ka Erik atau ka Rita mah.mereka kan anak mama juga.jangan aku lagi aku lagi."


"kakak-kakak kamu udah ngasih tapi habis di pakai makan sehari-hari selama di rumah sakit." jawab sang mama.


"ya udah minta lagi aja.ke aku aja mama bisa maksa.tapi kenapa ke yang lain mama selalu terima berapapun yang mereka kasih."


"kamu ko gitu sih.itung-itungan gitu.tuh lihat si Evelin gajihnya selalu di kasih ke orangtuanya.orangtuanya yang ngatur.kamu mamah minta segitu aja susah banget." ucap sang mama yang mulai egois.


Kanaya kesal dengernya.lagi-lagi sang mama selalu membandingkannya dengan anak tetangga.


jelas Evelin ngasih semua gajihnya.mamanya kan bisa ngaturnya.sedangkan mama apa selalu beli ini itu yang ga penting.

__ADS_1


"udah lah mah aku cape selalu debat terus kaya gini.aku pamit mau ke rumah sintia.siapa tahu dia bisa pinjemin aku uang" ucap Kanaya sedikit berbohong.memang dia akan kerumah Sintia tapi bukan untuk minjem uang tapi untuk menghibur dirinya ke club malam.


semenjak lulus sekolah Kanaya sering ikut main dengan sintia dan disaat itulah naya jadi terbiasa dengan minum dan datang ke club.


__ADS_2