
S2. Nadi Pil
2 Jam kemudian, Lalu Sun Mory Memasukan kembali Bahan Utamanya
saat melihat itu semua Orang kaget takjub tak percaya akan apa yang mereka Lihat termasuk tetua Sima juga tuan Kota, Mereka menggelengkan Kepala Melihat nya dan mereka tak berfikir bahwa Itu sampai sekarang belum meledak bahkan Sun Mory dengan santai nya memasukan Bahan Lainnya dan melanjutkan Prosesnya dalam membuat Pil
Namun di Sisi lain Sun Mory ada Ye Mu yang mana ia semakin terbakar Amarah, bukan Hanya Itu dia Sedang kesulitan mengendalikan api juga mengendalikan Dirinya, melihat Hal tersebut Bahkan mendengarkan orang lain memuji Sun Mory, Ia berkeringat dan dan sudah seperti Tak tahan
Sun Mory Ia sedang memproses semua bahan menjadi cairan, dan dalam beberapa Saat Itu Sudah Membulat dan membentuk Sebuah Pil Tinggal Proses pemadatan saja, Di sisi Lain Ye Mu Sudah Mau Memadat kan Pil nya namun
" DUARR " tungku yang sedang ia gunakan Meledak Seketika itu juga dan dia kena serangan baliknya dan batuk Darah " Sia-lan... " Teriak Ye Mu marah
" Ah... Nona Ye Mu Gagal?"
" Tidak bisa di percaya ternyata malah Tungku Ye Mu lah yang meledak bukannya dia!" Ucap wanita yang berada di lantai 2 tadi " Anak ini menarik !" Ucap Wanita Tersebut
Di saat Yang sama Sun Mory Memadai kan Pil nya dan Aroma Wangi menyelimuti seluruh Area, Sampai semua organ orang yang menghirup serasa memuda lagi
" Dia .... Dia Berhasil?" Ucap Kaget Tetua Sima, Lalu Dia melompat ke Arena dan ingin melihat Pil Apa yang dia Buat dan berhasil atau tidak
Lalu di dalam Tungku yang di depan Sun Mory mulai muncul 9 Pil Dengan Warna Emas Dan Nadi Pil di sana Terlihat oleh mata berbagai orang
" Itu... Itu Nadi Pil?" Ucap Teriak para penonton kaget
" Bagaimana bisa Bajingan Itu!, Tidak dia Licik, dia pastinya Curang! Aku mohon tetua Untuk memeriksanaya! " Ucap Teriak marah Ye Mu dan dia meminta verifikasi pada tetua Sima
Lalu Sun Mory mengambil Pil tersebut tanpa memasukannya pada Botol dan masih melayang di genggaman tangannya
" Ha-ha-ha Nona Ye Sungguh Pandai membalikan keadaan, Apakah karena anda gagal membuat pil, dan mengira orang lain Seburuk dirimu? dan apakah Orang tua Ini tidak bisa melihat adanya kecurangan di sini tadi?" ucap Sun Mory memprovokasi Ye Mu
" Kau Bajingan Kau pastinya Curang, Tetua Aku mohon Pemeriksaan nya!" Ucap marah Ye Mu
" Apakah kau meragukan mata orang tua Ini?" Ucap Tetua Sima
" Ti-tidak bukan begitu tetua ...Hanya saja Aku tidak yakin Bajingan licik ini bisa membuat Pil Nadi dia pasti Nya Curang Kan?" Ucap membantah Ye Mu
" Cukup Kalau kau bicara lagi Akan ku tendang Kau dari sini!" Ucap marah Tetua Sima sambil mengeluarkan Auranya
" Ma-Maafkan aku Tetua!" Bersujud memohon ampun
" Nona Bisakah aku melihat Pil itu?" Ucap Tetua Sima meminta Sun Mory menyerahkan pil nya untuk di nilai " Baiklah kau bisa melihatnya!" Ucap Sun Mory Lalu dia mendekatkan semua Pil yang dia buat pada Tetua Sima, setelah beberapa saat " Sudah Pus kah kau melihatnya?" Ucap Sun Mory
" Ha-ha-ha anak muda memang lebih baik dari Orang tua, Aku terlalu meremehkan Orang-lain, Pil yang dia Buat memang Pil Nadi, Dan bukan hanya itu Kualitas nya juga adalah yang terbaik dari peringkat Rendah, Jari aku umumkan Pemenang nya adalah Nona Ini!" Ucap Tetua Sima
" Apa?" Ucap kaget
" Tidak...Aku tidak menerima nya Bajingan Kau tunggu saja!" Ucap marah Ye mu lalu ia berbalik dan hendak Pergi
" Tunggu!" Ucap sun Mory melemparkan Sebuah Tutup Kayu di dekat nya dan Menghalangi jalan Ye Mu, dan seketika itu juga ia berhenti dengan pengawalnya yang tiba tiba bersiap melakukan serangan
" Bajingan apa kau tahu sedang apa kau ini?" Ucap salah satu pelayan nya
" Oh apakah Nona ye Melupakan Kata katanya di Toko tadi, Semua orang mendengar kan bahwa Bila dia kalah akan membayar Tagihan ku dan berlari dengan Telanjang, Lalu Lakukan itu!" ucap Sun Mory
" Bajingan...Kau pikir Kau siapa Hah, Kau hanya seorang Penipu Licik!" Ucap Marah Ye Mu Lalu Penjaga nya Menyerang Sun Mory
" Bruggghkhh!"
__ADS_1
Seseorang yang Menyerang Sun Mory di Bunuh seketika Oleh Tetua Sima, dan itu membuat Orang Ye Mu Kaget
" Tetua Sima ? Tetua Ini bukan urusan anda kenapa anda ikut Campur!" Ucap Ye Mu
" Lancang!" Ucap tuan Kota marah pada Ye Mu dan menekannya dengan Auranya
" Ughhh.."
" Tuan Kota, Bisakah anda lebih berbaik hati, Saya masih ada urusan dengan nya, Jadi Jangan sampai dia terluka dulu sebelum dia menempati Janjinya!" Ucap Sun Mory
" Hmmm... dia telah menghina tetua Sima, dia sudah seharusnya di berikan pelajaran!" Ucap jawab tuan Kota
Tetua Sima mengangkat Tangannya dan aura Tuan kota diangkat seketika, Lalu tak Lama Ayahnya datang Ke sana menemuinya, dan seketika itu juga Memberikan Hormat pada Tuan Kota dan Tetua Sima, " Salam Tuan Kota, Salam tetua Sima," Ucap Kepala Keluarga Ye saat ini dan ayah Ye Mu
" Ayah?" Ucap Ye Mu bangun dan mendekat ke ayahnya " Ayah tolong Aku, Aku di Buli oleh Mereka!" Jelas Mengadu Ye Mu
Namun Keduanya tak Menyambut nya " Maafkan saya tetua Kalau boleh tau kenapa ini dan kenapa dengan tuan Kota yang menggunakan Aurnya menekan Anaku?" Tanya Patriak Ye
" Hmmm... Apa Kau tidak mendidik anakmu Itu Sampai tak menghormati Tetua Sima bahkan berani berkata kasar padanya!" jelas Tuan kota marah menjelaskan kejadian Itu
" Apa?, Apakah itu benar Anaku?" Tanya Patriak Ye pada anaknya
" Tidak ayah, Aku... Dia dia Bertanding dengan Ku dan dia Curang dan tidak mau mengaku, Dan mereka Membuly ku !" Ucap Ye Mu berbohong
" Sungguh bermuka dua, bahkan kau berani berbohong di depan semua saksi di depanmu!" ucap Sun Mory
" Siapa Kau?" ucap Patriak Ye
" Aku .... aku adalah orang yang akan menagih Janji anakmu, dia punya hutang yang harus di bayarkan padaku!" Ucap Sun Mory
" Nak jangan terlalu lancang, Walau kau benar Jangan terlalu memaksakan kehendak mu!" Ucap Patriak Ye " Aku tidak bisa sembarang bertindak karena ada tetua Sima di sini, dan juga gadis ini sepertinya punya latar belakang" batin Patriak Ye
" Ya...ya dia benar-benar tak tahu malu, Kalah bertaruh mengadu pada yang berpengaruh Dasar Otak waluh!" Ucap penonton wkwkwk
" Aku bisa menjadi saksi nya, Apakah itu cukup?" ucap tetua Sima
" Kau berani berbicara bohong?" Ucap marah Patriak ye
" Ti-tidak ayah...Aku...!" Ucap membantah Ye Mu " Diam kau ... Ikut aku Pulang !" Ucap Patriak Ye Ingin kabur
" Tunggu, Apakah Patriak Ye Ingin melarikan diri dengan anaknya dari Tanggung Jawab?" Ucap Sun Mory
" Nak Jangan terlalu berlebihan Aku sudah berbaik hati dan Juga Aku sangat menghormati tetua Sima dan juga tuan Kota, Apakah menurut mu siapa saja bisa seenak mereka berbicara padaku seperti mu?" Ucap marah Patriak Ye
Tingkat Kultivasi
( Manusia/Monster/Siluman/Iblis )
lingkaran Kecil 1-10
Lingkaran besar 1-10
Transformasi Pil
Transformasi Spirit
__ADS_1
Transformasi King
Transformasi Emperor
Transformasi God
Tingkat Senjata
Senjata tingkat 1-10
Tingkat Pusaka
Tingkat Spirit
Tingkat Roh
Tingkat Ilahi
Tingkat Formasi& Jurus / Tehnik
1-10
Jiwa
Spirit
Roh
Ilahi
Tingkat Pil Yang Baru
Pil Awan
Pil Nadi
Pil Spirit
Pil Roh
Pil Ilahi
tolong tetap dukung
__ADS_1
Pembaca Yang Budiman Mohon Like Komen dan Share jangan Lupa Vote nya Juga,
Bagi Yang mau berdonasi untuk para Fakir Miskin atau mau Berinfak Sedekah Silahkan Kirim Ke akun Dana Di bawah Ini ( 083174206586) atau ATM BCA ( O541601847 ) Atas nama YUDI ERVIAN Semoga Hari kalian Penuh berkah dan sehat selalu!