RATU RACUN PEMBANTAI

RATU RACUN PEMBANTAI
66. XUAN YING TERBANGUN


__ADS_3

" Hey pak tua, kalau kau ingin mengantarkan nyawamu lebih baik kau simpan itu, sekarang bukan waktunya untuk kau bersedih, kalau kita kalah disini bencana' besar akan terjadi dan jangan kan dia bahkan seluruh dunia ini akan jadi tempatnya menjajah!" Ujar Nalan Liu Jing dengan nada kesal


" ." Leluhur Kekaisaran Awan hanya mendengus kesal dan geram juga marah namun itu bukan kepada Nalan Liu Jing melainkan ke Orang tua dari Kelelawar Darah yang membuat sahabatnya seperti itu


Dia menatap tajam ke arah lawannya dan bersiap menyerang kembali, dan selama tidak adanya Jun Xian walau hanya kurang dari 5 menit pertempuran sudah membuat Pihaknya hampir hancur, untung saja Jun Xian masih bisa bertahan jadi pertarungan kembali lagi seimbang namun luka luka yang di dapatkan oleh pihak naylan Liu Jing semakin parah sedang orang tua di sana masih terlihat kuat kuat walau banyak luka luka, karena dia melatih tubuhnya memang seperti itu, terkena tebasan setiap harinya, pukulan dan lain sebagainya dia menempa tubuhnya hingga sedemikian rupa, bila di bandingkan dengan ketahana tubuh milik Soul Emperor lainya tidak akan sekuat milik pak tua dari organisasi Kelelawar Darah


Karena tubuh dari pak tua itu bisa di kategorikan tubuh yang setara dengan tubuh Soul Acceastor yang mana serangan dari seorang Soul Emperor tidak akan terlalu berdampak besar kecuali Teknik Khusus seperti yang Nalan Liu Jing dan Naga Hitam miliki


Laju pertarungan makin intens dan satu hari penuh sudah hampir terlewat, dan di sisi Xuan Ying juga penuh akan pertarungan.... Formasi yang di pertahan kan hampir hancur karena gempuran dari berbagai arah oleh pihak Organisasi Kelelawar Darah


Disisi lain Xuan Ying sudah hampir menyelesaikan proses Penyucian nya, Naga Berwarna biru secerah lautan itu sudah sepenuhnya masuk ke dalam tubuh Xuan Ying dan bola biru yang menutup Xuan Ying mulai mengeluarkan cahaya yang menembus bola biru yang menutupnya, itu adalah tanda bahwa Xuan Ying akan menyelesaikan penyuciannya dan akan segera bangun

__ADS_1


Booomm'


Swoouushhh'


Ledakan Aura Tingkat Soul Warior Tahap Puncak di langit menghempaskan orang orang yang sedang bertarung di dekat sana, tekanan aura yang besar membuat Formasi besar pecah dengan sendirinya, dan membuat semua yang ada di dekat sana diam membeku seakan tak bisa melakukan apapun, nafas mereka tertahan bahkan auranya terasa oleh para orang tua yang sedang bertarung di kejauhan juga Nalan Liu Jing, Naga Hitam, Leluhur Kekaisaran Awan, Jun Xian bahkan orang tua dari Organisasi Kelelawar Darah pun ikut merasakan tekanan aura yang hebat itu mereka sedikit gemetar dengan aura itu, seakan bertemu Monster Buas yang ingin menerkam mereka, Namun bagi orang yang memiliki hati bersih itu seakan menyejukkan rasanya..


" Sialan, dia berhasil, Aku harus membunuhnya sebelum dia menjadi Kuat" Ujar Geram lelaki Tua dari organisasi Kelelawar Darah, dia kemudian menatap Nalan Liu Jing juga Naga Hitam yang juga tidak pernah menatap kiri kanan melainkan wasapa akan dirinya, karena dia selalu siaga, berbeda dengan orang lainnya yang ada di sana


Orang mulai memandang Xuan Ying yang baru menyelesaikan kenaikan tingkat juga Penyucian nya Sebagai Dewi pemilik Alam


Keluarga Liu semua melirik kesana Liu Qun Fei Liu Qun Fai, Liu Zhang dan lain sebagainya melirik dengan penuh gembira, karena melihat Xuan Ying yang telah membuka matanya, Ibunya yang bertarung di dekat dinding formasi seketika melesat kearah Xuan Ying walau keadaan udara di dekat Xuan Ying sekarang bisa membekukannya, namun dia tetap melesat kesana

__ADS_1


"Anaku? hikkss, apa kau baik baik saja nak?" Seru Liu Ying Hua sambil menangis lalu memeluk tubuh Xuan Ying, dia tidak menghiraukan tubuhnya yang sedikit demi sedikit membeku, lalu ia menatap wajah anaknya


Xuan Ying yang sadar akan keberadaan ibunya dia kemudian menarik kembali auranya " Ibu aku baik baik saja, Iniii.... inii.... ini apa yang sebenarnya terjadi disini bu?" jawab Xuan Ying menatap ibunya, dan mengusap air mata ibunya dengan tangan nya, lalu melihat sekelilingnya, walau Xuan Ying tau bahwa diluar sana sedang ada pertarungan dari Sang Dewi Es, namun dia tidak menyangkan akan melihat pembantaian yang membuat hatinya jedag jedug tak karuan, kaget? pasti, tak percaya? tentu, bingun? tepat, Kesal? benar, marah?


Marah? Tentu saja Xuan Ying marah dan sangat sangat marah, lalu dia menatap semua orang-orang yang datang tanpa di undang dia menundukan kepalanya karena dia juga tau dari Dewi Es bahwa penyebab nya adalah proses penyucian dirinya dan dirinya sendiri, dia mengepalkan tangan nya lalu Mengeluarkan kembali aura yang tadi ia tarik, namun dia mengontrol auranya, dan itu hanya di arahkan olehnya kepada orang orang yang memiliki Permusuhan kepadanya


" Nak Sebaiknya, kita pergi dari sini terlebih dahulu!" Seru Liu Ying Hua, Namun itu di hirau kan oleh Xuan Ying, dia mulai mengunci orang orang yang memiliki rasa permusuhan terhadapnya, lalu dia menatap ibunya dan memeluknya lalu berkata " Ibu... tenanglah aku yang Sekarang bukan lagi yang dulu, Orang orang yang menjadi korban disana yang tak bersalah semua itu terjadi karena aku, aku tidak tau akan itu, namun aku tidak akan lari dari mereka, apalagi aku sudah tau siapa mereka, dan aku juga harus menuntaskan tugas dari Guru ku ( Kaisar Pedang )"


".. Jadi ibu tenang saja, sebaiknya ibu membantu para korban dari keluarga kita, jangan libatkan diri ibu!" Seru Xuan Ying lalu dia melesat pergi


" Nakkk.... " Teiak Liu Ying Hua yang kembali menangis, lalu merapatkan salah satu tangan di dada, satu tangan nya ia menjulur ke arah Xuan Ying pergi

__ADS_1


Xuan Ying lalu membantai semua orang yang ada di sana, yang merupakan orang orang dari organisasi Kelelawar Darah, dia mudah melakukan nya walau ada sebagian orang yang berada Soul Comender dan bahkan sudah ada yang di tingkat Soul General, namun tetap dia menebasnya dengan mudah, bukan karena mereka mudah di tebas melainkan karena mereka sudah terluka dan kehabisan tenaga , walau ada beberapa yang masih kuat


" Jangan Harap kau bisa ke sana selama masih ada kami!" Seru Nalan Liu Jing dengan nafas yang terengah-engah dan tubuh penuh darah karena tangan kirinya dibuat putus oleh Orang tua dari Kelelawar Darah


__ADS_2