
Kumainkan double stickku….berputar kedepan menyilang dan kembali ke ketiakku….muter ke punggung dan keperutku….perut yang saat kutulis cerita ini telah gambot dan kendor…dulu sih sixpack kalau sekarang one pack saking gambotnya….hehehehe….
pengepungku ada tiga orang…semuanya sudah melepas gesper sabuknya…ehm….luar biasa keroyokan lagi….
Mereka keliatan takjub dengan permainan double stickku….mereka nggak nyangka kalo aku bisa memainkannya……
ehm…..double stick buatan lokal dari kayu glugu….aku juga nggak nyangka akan mempergunakannya…sebetulnya sudah lama nggak maen beginian…. mainanku waktu sekolah dulu….
Lamunanku terpecah, ketika seorang lelaki bernama Suddin itu menyerangku…. “kita’ orang mana ki’…braninya masuk kekampung kami!!!!…jangan ko` macam macam dikampung orang na!!!!”…katanya dengan logat Palopo yang kental…..
Double stickku…berdesing berputar kadang melewati punggung dan ketiak…..aku malas banyak menjelaskan…karena dikampung para Datuk ini semua menyelipkan badik di pinggang kirinya…..ini orang harus diberi pelajaran agar kapok…..putaran kumainkan pelan dan kencang…agar mereka sulit menanda arah seranganku….jiwa “Mana Sirri Ta’….semboyan Sirri Ma Sirri yang salah kaprah….
“hajar palle..!!!…borongi mami..!!!….lampai jolo!!!…baru kasih sbentar ke ….Haji Aling..”….
Tiba-tiba serangan gesper…. hampir mengenai kepalaku…dan sabetanku pas dari bawah miring kearah dagunya…..
broooogggg……bukannya jatuh kebelakang tapi…… seranganku membuatnya tersungkur kedepan….hugh…mukanya membentur jalanan berdebu tempat aku bertarung…..
Tau temannya nyungsep malah semakin membabi buta….double stickku meluncur semangat mengatasi keroyokan dua manusia yang tersisa…tiba tiba satunya mencabut badik….dalam tradisi bugis jika badik sudah tercabut pantang untuk tidak makan darah….. tusukan jarak pendek pasti akan terjadi….tusukan kearah depan…
Bertubi-tubi sementara aku melangkah mundur gereja berkali kali….
__ADS_1
temannya juga ikut mencabut badik….
dua badik melawan double stick….
gerakanku ku kurangi….
sambil melangkah mundur mengatur nafas…
double stickku kupegang dengan dua tanganku….
kuletakkan diatas kepala…
Debu-debu berterbangan tertimpa angin pesisir Belopa ini….daerah pecahan Palopo dan Kabupaten Luwu….setengah urakan…
maklum preman semua..dulu daerah ini dibawah kekuasaan pemberontak DI/TII..pimpinan Kahar Mudzakar…dia asli orang Cilalang situ…..
setiap kuhentak double stick ku mereka waspada dengan seranganku……edan memang kelakuan yang terjadi saat ini……..
Banyak yang bertanya apa itu mundur gereja….mundur gereja itu meloncat mundur seperti burung gereja mencari makan ditanah dia akan maju atau mundur kedua kakinya lompat bersamaan…..
nah langkahku pun mundur bersamaan, serangan mereka semakin mengendor…aku semakin mengurangi gerakan atraktif… tak perlu berdesing memutar double stick…..
__ADS_1
jika maju sambar dan mundur….selalu begitu dan begitu…mereka juga jeri jika terjerebab dimakan pentungan double stick milikku….sementara aku menahan jarak dekat tetap space ruang dibutuhkan … ehm….mereka mulai berpencar sesuatu yang sudah aku duga…
Kesempatan menang malah semakin besar, dalam permainan double stick jika posisimu berpencar malah semakin mudah diserang karena ayunan itu membutuhkan waktu dan tempat……
aku meloncat ke arah lelaki muda bernama Fadli badiknya menunggu menusuk dan menikam..
sepersekian detik naluriku menyuruhku menyerangnya…yang kiri bernama Allaydrus..maju dan aku ke kanan meloncat sambil menendang di udara….dia tak menyangka…menghindar mundur….dan agak mengegos kebelakang dan double stickku berputar mencangkul kepalanya…beeet….dan dia mengaduh..dan meneruskan jatuhnya seperti ngayang kebelakang…sementara aku landing kurang sempurna..double stickku setengah memantul kebelakang…akibatnya lelaki bernama Allydrus itu mundur takut serangan susulan dari double stickku…
Kulihat Fadli mulai bangun dan masih terhuyung…sabetan kedua aku layangkan dan juga menjejag tubuhnya…mataku sekarang memerah….qodam leluhurku pada datang dan merasuk di aliran darahku mataku kosong…seperti wayang golek dikendalikan si dalang….mata yang haus darah dan kematian…
Darah panglima harimau dari Banten, aku juga nggak tau mengapa dari Banten qodamku itu….hebatnya qodamku itu tak pernah merubahku menjadi harimau tapi tetap di fisikku….tapi setiap teriakanku menakutkan menggetarkan lawan….inilah ilmu “sengara macan”….siapapun lawan akan bergidik menghadapi auman macan qodamku…kecuali orang orang yang beriman tebal dan bertenaga dalam tingkat tinggi….tiba tiba si Sudding mulai terhuyung bangun….Fadli masih terkesima sementara aku malah lari mengejar ke arah Sudding…dia sadar sambil merogoh pinggang kirinya..mencari badik yang terselip di pinggangnya…double stickku mecari korban…kusabetkan dari atas kebawah…dan Sudding berhasil menghindar sepersekian detik dan kulihat matanya seperti terpejam….. ketakutan menerima pentungan yang berayun akibat reflek rantai…..
Double stickku berayun kebawah…serangan susulan dan….. wuuuutt…kusendal ke arah atas….hugh…perut arah dada terkena telak dan sesaat sabetan samping kena di lengan kanannya….. diapun jatuh lagi kearah kirinya….dan bllummm….debu melontar memenuhi sekitar….. Fadli masih berusaha membuat siuman Allaydrus…. tapi sia sia karena dia masih ngliyeng terkena serangan tadi……
Kini yang tersisa hanya satu, mudah untuk melanjutkan perkelahian…. aku nggak tergesa gesa lagi…sambil berjalan kuputar melingkar double stickku….nggak ada tujuan hanya gertak sambal…..tapi dugaanku keliru… lelaki bernama fadli maju menerjang….. hiaatt!!!!!….
Serangan tunggal seorang preman kampung yang berhati buntu….desingan doble stick pasti rubuh….aku menggegos kesamping kiri menghindari tusukannya yang membabi buta mengarah dada….bersamaan kaki kanan menjejak kakinya dan double stickku melingkar diatas kepala……dan kena telak serangan ke punggungnya…dia kelejotan kedepan menahan sakit…. tubuhnya dan wajahnya telah diselimuti debu seperti ayam bungkus tepung KFC palsu pinggir jalan..mmm….. daerah para datuk inilah terkenal dengan balok….balok adalah minuman dari nira aren…tapi anehnya kalo di Tuban orang minum balok nggak reseh meskipun mabuk berat…namanya bukan balok tapi dikenal dengan toak…katanya sih dari kata “metoto karo nyuwawak”……istilah yang mengandalkan tipuan agar orang mau mabuk……orang Belopa bilang balok….
balok di Belopa itu kalo di Tuban namanya toak buthek karena keruh seperti susu, tanpa dikasih babag atau campuran….kalo dituban itu dikasih campuran namanya babag…macem macem bisa kecut, krn pake kulit pencit alias pelem alias mangga….orang tuban menamai mangga dengan pencit……. memang agak aneh kota tua ini…kalo pengen asem ya kasih babag kulit kayu asem….kalo pengen pahit tambahi babag kayu mahoni….sebetulnya sama agar rasa mabuk semakin top, tapi anehnya di Tuban meskipun mabuk orang nggak ada yg berkelahi, adanya cuman nongkrong menghabiskan waktu… di Tuban orang pake minum tuak adalah potongan bambu dan ditutup pake kulit buah siwalan dan orang tuban selalu bilang woh ntal…..isitilah ental itu sebetulnya adalah bahasa jawa kuno….artinya lontar , lontar adalah kertas jaman dulu yang dipakai sebagai pengganti kertas dalam menulis karya satra…..dari jaman Majapahit …malah jaman kerajaan Daha atau Kadiri sudah dikenal ntal atau ental itu sebagai alat tulis, kalo di Bugis menyebutnya lontara’ semacam buku….dari daun lontar…nah kalo pernah makan di restoran seputar Panakukang Makassar ada Restoran Lontara….nanti ada tulisan pake huruf lontara…..seperti ho-no-co-ro-ko…bacanya pa…. ba…nga….dstnya….
Fadli yang belum sadar dari rasa sakitnya kupungut badik yang tlah terlepas….badik khas Shoppeng bernama lagencong….dari Sudding badik Luwu…badik pendek mematikan berpamor serat kayu….dari Allaydrus badik biasa…kayaknya kelas pasar….nggak istimewa….. tiba tiba dari kejauhan kulihat banyak orang datang dan mengepungku…..”berhenti!!!!!!! “………
__ADS_1