Rayda Puan Bidadari Palsu

Rayda Puan Bidadari Palsu
Ketika Sang Peri Menghampiri


__ADS_3

kuliat Rayda masih berdiri sambil nunduk di meja dekat piket menerima tamu….. aku acuh saja…sementara Ipank malah keluar beli bir…..katanya ngajak cleaning servis kami bernama Nawir…beli beberapa botol bir…..aku memutuskan masuk ruangan dan Rayda Puan menyusulku…..dan…….


taukah engkau rasa memendam rindu…..


betapa berat .menanggung rasa cinta……


sakitnya sering kambuh disetiap masa….


hati seperti bergoncang bagaikan gempa,


bibir kelu untuk berucap atau berkata……….

__ADS_1


pikiran gundah dan wajah merona merah,


ah…….. cinta, dimana sekarang engkau berada….


Aku selalu mengingat adegan ini seumur hidupku nanti. Rayda Puan wanita mozaik buatan alam, seperti patung lilin dari Madame Tussauds , sebuah museum lilin terkenal di London,Inggris….


pesonanya akan berbekas pada hati, hati yang memuja cinta dan kehausan mencari cinta sejati, taukah kamu wahai manusia jika menemukan cinta sejatimu maka janganlah kamu lepaskan seumur hidupmu karena dalam kehidupan dunia ini manusia lelaki atau pun betina alias wanita hanya seorang yang menemukan cinta sejatinya diantara sepuluh manusia, hal yang sangat sulit diterima akal bahwa cinta yang kau miliki sekarang belum tentu Cinta sejatimu, bahkan dia pun sama dalam hal cinta …buat apa saling mengekang jika cinta bukan sejati yang dimiliki, sebetulnya ke-egoisan manusia saja mengakibatkan cemburu ……ingin mengekang bagaikan kuda , bagaikan budak…..


Rayda Puan mendatangi aku dalam keadaan bibirnya bergetar, pipinya seperti aliran sungai Brantas membelah tuban dan Lamongan, mengalir jernih bagai aliran sungai Tuntang….tidak melebar bagaikan sungai Musi di Sumatra, atau Mahakam di Kalimantan……sesenggukan menahan hasrat seolah ingin tumpah, di beringsut duduk di sofa tamu ruanganku, sedangkan aku tidur beralaskan kursi kerja ku yang tinggi….


Memandang langit langit ruangan , asap abu abu mengepul dari bibir yang kelu sementara kopi sore tadi yang sudah dingin kusrutup pelan dan sedikit sedikit…..

__ADS_1


Bagiku kejadian beberapa hari ini seperti obat, karena obat itu pahit kawan…….sepahit antara dua pilihan…..semua tuk kebagiakanku jua……..apapun pilihanku……asal aku bahagia……akupun hanya akan ikut tersenyum……. RAYDA PUAN jangan lantas pergi tanpa pesan…..aku takkan merebut “bahagiamu”…….Aku tak siap merawat dan mengobatkan luka dari “perjalanmu”…….. aku kan belajar dari ceritamu kelak……atau kah tak ada lagi cerita itu untukku…… , batin kami berbicara sendiri…..


Membicarakan takdir yang saling melintas diantara kami, rencana Tuhan yang semuanya misteri sampai aku mampu berkata…. Tidak lagi…sampai aku fana dalam kehidupan alam ini….


Wahai budak budak cinta , wahai pemuja cinta selalu aku mengingat nasehat guruku ,guru yang sampai aku menulis dalam lembar ini masih aku ikuti , beliau berkata dengan bijak dan memberiku perumpamaan mudah dalam hal cinta…katanya … jika kamu itu menyandarkan diri pada sesuatu, maka dengan sendirinya kamu akan menjadi budak sesuatu itu, jika kamu menyandarkan diri pada uang, maka kamu akan jadi budaknya uang, kemana juga uang itu memeintahkanmu, kamu akan turuti, apa juga perintah uang itu kamu akan di paksa melakukan, kamu di suruh jadi babu, jadi tukang cangkul sawah, jadi tukang giring bebek, tukang cukur rambut, atau penjual kue, atau apa saja yang uang perintahkan, kamu akan dengan sadar atau tak sadar kamu turuti, bahkan kamu sampai di paksa melakukan sampai titik batas nadir ketersudutan waktu dan lelahmu. karena kamu bersandar pada uang itu, kamu di perintah ke Hongkong, kamu akan berusaha berangkat ke hongkong, kamu di paksa berangkat ke Arab, kamu akan berangkat ke Arab, apa juga kata uang, kamu akan turut, selama kamu bersandar pada uang itu. di mana saja kamu akan di perbudak. di injak injak oleh uang itu dengan segala peraturannya.


Ya tak beda jika kamu menyerahkan diri pada yang lain, misal kedudukan, pangkat, kewibawaan, kehormatan, maka kamu akan di paksa oleh kedudukan itu, di paksa melakukan apa saja, agar dia dapat kamu raih, menghalalkan segala cara dan upaya, sawah ladang bisa di jual untuk mendapatkannya, harta benda bisa di ludeskan untuk mendapatkannya, bahkan nyawa dan apa saja akan di serahkan untuk memperoleh kehormatan dan kedudukan itu, karena kamu berserah dan bersandar pada kedudukan yang kamu anggap bisa menopang kebahagiaanmu.


Jadi pada apa saja kita berserah dan bersandar, maka dengan sendirinya kita akan menjadi budak dari tempat kita jadikan sandaran itu, dan apa yang kamu anggap bisa di jadikan bersandar itu yang juga akan mencukupimu, jika sandaranmu uang, maka uang itu yang akan menolongmu, jika kedudukan yang menjadi sandaranmu maka keduduka itu yang akan menolongmu. tapi apa saja selain Allah itu tidak berkekalan, uang bisa habis, ATM bisa macet, kedudukan bisa hilang, di pecat,


Makanya siapa yang bersandar pada Allah, Allah lah yang akan mencukupi, waman yatawakal ala Allaha fahuwa khasbuhu, dan sama siapa yang bersandar pada Allah maka akan menjadi budaknya Allah, akan di perintah dan di setir oleh Allah, tingkah lakunya akan menuruti Allah, sebagaimana menuruti uang, Allah memerintah ini, akan di lakukan ini, Allah memerintah itu akan di lakukan itu, memerintah pergi haji, juga akan pergi haji, dan orang yang bersandar pada Allah itu di namakan budaknya Allah, atau bahasa arabnya ABDULLAH.

__ADS_1


RAYDA PUAN ingatlah selalu nasehat guruku itu, nasehat yang sebetulnya tertuju untukku dan perjalananku , kubagi juga untukmu agar separo hatiku yang telah engkau renggut dalam kejadian tak masuk akal ini mendapingimu sampai kita bertemu lagi mungkin di padang masyhar nanti, aku akan smakin tua dan renta, pesona kelaki-lakianku akan pudar seiring waktu, kekarnya tubuhku akan melunak bagaikan stalakit dan menggelantung bagai tatahan batu ditebing curam, tebing hati yang akan punah karena setiap manusia hidup itu punya jatah dan rentang waktu…ingatlah bahwa batinmu akan semakin ayu saja karena seperti nasehat guruku bahwa sifat mulia yang menempati batin itu juga adalah pemberian Allah, makanya ada doa, Allahummaj’alni minal mukhlisin, ya Allah jadikan saya termasuk orang orang yang ikhlas. artinya, kita minta di JADI kan, artinya terjadinya ikhlas itu tidak bisa kita upayakan, tapi kita di bentuk oleh Allah, di beri oleh Allah keikhlasan, jika Allah tidak memberi keikhlasan, maka kita tidak akan bisa ikhlas, yang paling cepat mendapatkan ikhlas adalah yang mempersiapkan diri menerima ikhlas, seperti kita mau di beri air, yang paling cepat dapat air adalah yang membawa gelas. artinya mempersiapkan wadahnya air. jadi ikhlas , ridho, amanah, tawakal, sabar, dan semua sifat terpuji itu pemberian Allah, bukan dari beli di pasar, jadi kita itu seharusnya tidak mencari tapi mempersiapkan diri siap menerima sifat terpuji yang di anugerahkan oleh Allah……


__ADS_2