Rayda Puan Bidadari Palsu

Rayda Puan Bidadari Palsu
Sang Mantan Komandan Uwak Janggok


__ADS_3

Ternyata yang datang adalah Uwak Janggok…


mantan panglima perang DI/TII itu datang dengan anak anaknya…..


wah selamat aku, batinku berucap….


Uwak Janggok adalah sahabat karipku disitu, awal mulanya bawa fotokopi surat pengangkatan anaknya menantu yang bekerja di Ternate Maluku Utara…. menanyakan kepadaku apakah benar anaknya bisa pindah ke kantorku itu…aku jawab waktu itu, ini tinggal nunggu eska mutasi kerjanya ditempatk, karena senang dia selalu menjaga diriku kemana aku pergi….


kulihat dikirinya Kang Jarwo Kanit Serse Polres Luwu, orang Kendal yang sudah lama merantau di Pare Pare Sulsel, setelah era penugasan di Aceh pulang dapat ganjaran jadi perwira di Polres Luwu dengan job perwira….


Dia cerita bagaimana diijinkan pindah dan jadi perwira polres itu….

__ADS_1


ketika pulang dia naik pesawat Herkules, ditasnya berisi granat 3 butir warisan anggota GAM Aceh, dan sebungkus biji ganja…..


biji ganja itu kemudian digoreng sangrai dengan kopi, dan bos bos diajak minum kopi tradisi di seputaran Toraja situ….


Nah pas minum kopi itu bos-bos jadi senang dengan dia karena kopinya enak….mereka nggak sadar bahwa kopi oleh oleh itu ya pasti enak lah…dicampur biji ganja…siapa yang minum ya akan tenang, ketenangan semu karena setengah fly….


Hidup kadang aneh aneh saja…..seperti aku ini, tak pernah menyangka akan mengembara di perbatasan Sulsel ini mencari sesuap nasi dengan masa depan semu…… Uwak Janggok itu adalah paranormal ahlinya Polres Luwu, setiap ada kejadian pembunuhan atau kasus penting dia yang membantu menyelesaikan termasuk pemilihan bupati di beberapa daerah bahkan sampai di kaltim dia sebagai suhunya……dia yang senengnya rokok Sukun filter, kadang Urban Mild…pokoknya asal rokok n `bul saja dia selalu hajar, usianya 82 tahun tapi gagah, selalu pakai boot plastik dan topi koboi….karena sering ditilang polisi nggak pernah pakai helm maka dia meletakkan helm diatas topi koboinya itu…..lelaki tua nan santun…..


Haji Aling domisili di daerah sebelum Cilalang situ aslinya, dia sudah tua usianya sekitar lima puluh, disitu dikenal jagoan lokal, dulunya adalah brimob yang dipecat mobilnya adalah Nissan Kingsroad yang sudah dimodifikasi seperti mobil offroad besar, pernah juga nyalon sebagai anggota dewan tapi nggak ada yang milih, ya gayanya kayak preman kemana mana dimobil selalu bawa parang panjang, kalo di warung kopi bicara menang sendiri…ciri preman asli…diandalkan otot bukan otak, satunya lagi preman yang dianggap remeh oleh orang situ tempatnya di perbatasan Belopa dan Palopo namanya daerah Boa…..


Nah ini preman julukannya sama Haji Aling….kalo dikampung selalu pura- pura takut dan selalu ngaku kalah kalo diajak berkelahi sekarang sudah malas meladeni mending ngaku kalah…..orang disitu meremehkan Haji Aling yang rumahnya di daerah Boa itu, mereka patokannya cuman otot bukan otak, mereka nggak tau bahwa Haji Aling itu sebetulnya adalah Ketua Gank Bugis penguasa Tanjung Priok, kasino dan perjudian adalah bisnisnya…..

__ADS_1


jika kamu masuk ke daerah Priok situ dan masuk di wilayah pelabuhan silahkan tanya nama haji aling itu….dia komandan penguasa Priok Jakarta itu, anak buahnya banyak…meski dikampung malah diremehkan….


Nah anak anak Gank Eropa Bikers itu menginduk pada Haji Aling mantan Brimob itu…makanya berangasan dan sok jagoan….gayanya seolah olah kebal hukum dan kebal senjata, maklum mantan brimob…mantan gitu lho…. aku selalu menghindari kontak langsung dengan haji aling itu, takutnya tersulut emosi dan dia marah denganku…akibatnya banyak rugi dan merugikan aku….


Anak anak Gank Eropa Bikers aku juga nggak tau mengapa sangat takut pada haji aling itu…..sementara anak anak itu tak tau bahwa uwak janggok adalah paling ditakuti di seluruh Kabupaten Luwu di Belopa raya ini, bahkan ndandim waktu itu kolonel Edy Sudrajad orang Cimahi pun segan dengan Uwak Janggok itu, orang tua yang sorot matanya bisa merontokkan hati siapa saja…. meskipun aku diajari beliau ilmu itu tapi nggak pernah kuamalkan bahkan rapalnya saja sudah lupa sekarang…setiap ketemu orang tua itu mengecup…kening dan leher kiri kanan….aku setengah geli jika ingat adegan itu….


tapi dia berkata padaku setiap Orang Bugis dan Sulsel sampai Mandar akan suka padaku, sayangnya ilmu itu diberikan padaku setelah kejadian perkelahian ini…coba dari dulu mungkin nggak sampai ada adegan perkelahian tak bermutu ini, perkelahian bodoh tanpa adanya dialog pasti……


kulihat anak anak utusan Eropa Bikers itu mulai pada bangun sambil menahan sakit sementara uwak janggok dan 7 orang pengikutnya serta Jarwo kanit serse dari Polres Luwu jadi jumlahnya delapan dan berusaha membangunkan mereka itu…..kulihat Sudding belum bangun juga….mungkin karena seranganku sampai berkali kali….sehingga lukanya cukup parah di beberapa sisi tubuhnya….


Aku tak menyesali perbuatanku kepadanya….karena dalam perkelahian tanding itu falsafahnya adalah kill or tobe a kill, dan nggak perlu disesali…aku beringsut meninggalkan arena itu….sambil menen ng senjata yang tercecer dalam perkelahian itu, senjata yang aku berikan kepada kakakku di Salatiga…dia tak pernah tau itu senjata asalnya dari mana, sebetulnya oleh oleh badik itu asalnya dari perkelahian dengan utusan Eropa Bikers ini…..ganks lokal…dari Belopa…

__ADS_1


__ADS_2