
Senyumnya bagaikan kaldu yang dituang diatas daging sapi yang digoreng garing sangrai dengan berteman daun bawang…siapapun akan menahan ludahnya kelu…..ingatlah sebuah pesan Sultonik Auliya Syech Abdul Qodir Jaelani bahwa “Allah membuatkan jasad-jasad atau tubuh-tubuh untuk dimasuki oleh roh-roh dan bagi roh-roh ini masing-masing mempunyai nama yang berbeda-beda”.
Dia berada ruang penyesuaian di dalam tubuh. Diletakkan-Nya roh manusia, roh kehidupan di antara daging dan darah. Diletakkan-Nya roh suci di tengah-tengah hati, di mana diberada ruang bagi jirim yang sangat seni untuk menyimpan rahasia di antara Allah dengan hamba-Nya.
Roh-roh ini berada pada tempat yang berbeda-beda dalam tubuh, dengan tugas yang berbeda, urusan yang berbeda, masing-masing umpama membeli dan menjual barang yang berlainan, mendapat faedah yang berbeda.
Perniagaan mereka sentiasa membawakan kepada mereka banyak manfaat dalam bentuk nikmati dan rahmat Allah. “Daripada apa yang Kami berikan kepada mereka, secara sembunyi atau terang-terang, (mereka) mengharapkan perniagaan yang tidak akan rugi”. (Surah Fatir, ayat 29).
Tiba-tiba hatiku bergetar seperti rasa syukur yang bercampur dapat hadiah, wahai RAYDA PUAN…engkau masih setengah gadis, sedangkan aku suami orang..aku ingin mengakhiri sengketa ini, aku yang kemaren mengacuhkan dirimu mendapat getah sebuah fitnah karena lelaki banyak jatuh cinta padamu dan engkau memeilihku sebagai tameng hidup….
Aku melirikmu searah ketika semampai langkahmu seolah “slow motion” ke arahku, jakunku naik turun menahan kelunya hasrat dan kau menghampirku RAYDA PUAN, mencium tanganku takdzim, karena aku terbiasa celelek`an dan slengek`an maka aku menutupi ketakjubpanku itu dengan tingkah lucu….padahal jika batinku kau tembus seperti senter menembus batu akik yang dijadikan cincin maka engkau akan melihat bahwa terdapat serat serat halus bernama hasrat cinta, sex, dan hasrat ingin memiliki…nafsu yang harus aku sembunyikan seumur hidupku dihadapan mereka sampai aku mengatakan dan berterus terang lewat mulutku…engkau dewi yang mencium tanganku dan duduk nggak mau pisah disampingku, wahai bidadari yang baru aku kenal , RAYDA PUAN…….
Uwak Janggok memberi space ruang antara kami dan menggeser duduknya, dia menatap utusan Gank Eropa Bikers dan Haji Aling selaku komandan lapangan mereka, Rayda Puan tak berbicara, wangi tubuhnya menghantui pikiran setan lelaki yang ada disitu…sehingga si Gundul sampai lupa menggandeng pacarnya si Irma, sampai bejo terlihat ngiler melihat pesonanya dan lupa besok istrinya melahirkan…….
Akhirnya rahasia kekaguman aku simpan didada ……. Ah tiba tiba kuingat nasehat syech Abdul Qodir Jaelani sebuah bait kitab Sirrul Assrar pada bab lima pada akhir kitab dijelaskan bahwa “Layaklah bagi setiap manusia mengetahui urusannya di dalam alam kewujudan dirinya sendiri dan memahami tujuannya. Dia mestilah faham bahwa dia tidak boleh meminda apa yang telah dihukumkan sebagai benar untuknya dan digantungkan dilehernya. Bagi orang yang mahu meminda apa yang telah dihukumkan untuknya, yang terikat dengan cita-cita dan dunia ini Allah berkata: “Tidaklah (mau) dia ketahui (bagaimana keadaan) apabila dibongkarkan apa-apa yang di dalam kubur? Dan dizahirkan apa-apa yang di dalam dada?” (Surah ‘Aadiyat, ayat 9). “Dan tiap-tiap manusia Kami gantungkan (catatan) amalannya pada tengkuknya…” (Surah Bani Israil, ayat 13).
Sebetulnya siapa perempuan Rayda Puan itu….dia adalah istri orang dan dalam proses cerai…dia sudah diterlantarkan suaminya, anak juragan kaya pemilik grosir sembako di daerah Rapoaling sekitar 20 Km dari Belopa, dia digantung statusnya selama 2 tahun….perempuan cantik yang nasibnya malang seperti drama cinta film Hongkong…..
Anaknya sudah satu….setelah cerai statusnya jadi janda kembang rebutan lelaki dan bujang…….anak orang kaya itu kayaknya disuruh cerai ama rayda puan karena dia dianggap tak becus mengurus suami…menurutku bodoh nian lelaki menuntut wanita bisa berbisnis seperti dia, cukup di rumah mengurusi suami dan anak, menurutku dia sebagai suami nggak perlu repot menghardik istrinya seperti itu, wanita lembut bermata bak sinar lampu halogen berwarna biru….menyilaukan jika berpapasan….., aku selalu bertanya….mengapa ibu mertuanya sampai menyuruhnya pergi, menantunya bernama puan itu…kadang kecemburuan seorang ibu berlebihan jika anaknya lelaki mendapatkan istri, dan istrinya menjadi korban kekejaman cemburu seorang mertua, sedangkan mertua lelaki banyak diam dan nggak mau campur tangan karena dia tau bahwa setiap lelaki seperti dirinya akan konsisten dengan pilihannya, pilihan seorang lelaki yang berjiwa ksatria…..ah….malang nian kau Rayda Puan……kau datang dengan kaos berwarna jingga dan bercelana legging hitam, diselingi slayer dilehermu saja…hati lelaki mana yang nggak kebat kebit….apalagi usiamu baru 23 tahun…kumbang mana yang nggak mau hinggap, biar mertua dan suamimu membuangmu jauh…lelaki lain akan bergantian ingin menyerobotmu…..
__ADS_1
Kamu itu ibarat “angel from the village” …..remaja desa saja akan iri melihat parasmu, apalagi kelas om-om kayak aku ini yang pada hakekatnya setiap lelaki itu suka madu dan wanita harus mau dimadu?????…….Rayda Puan yang senyumnya bagai pualam putih, tak bosan jika dipandang, alis tebal original tanpa di kerik njlarit, tanpa polesan bedak sedikitpun saja tap anggun…. kini engkau duduk disamping kananku…entah apa yang ada dipikiranmu saat itu….
Ketika perasaan terkesima sudah mulai mereda, gejolak gejolak riak bagai magnet pijarnya menarik semua pesona….haji aling mulai angkat bicara….
“dinda Rayda, apa yang menjadi hasratmu sehingga kita’ menolak jie…. jangan pie kita’ terbebani dengan hal hal seperti ini, kasian kie Pak Wahyu dinda….karena dinda’ ka….katakan lah jika kau menolak pinangan Opu Jema..katakanlah….”
Sementara ipank yang merasa mempunyai hubungan darah dengan rayda… menyela..” maaf kie palle, bukan kie maksudku menyela memang kie rayda belum pernah menerima atau menolak pinangan Opu Jema, tapi Opu Jema kesannya kie menggangu Rayda kesannya kie` Rayda kurang suka dengan cara ta’ dan anak buah ta’ bersikap jie”……
Suasana menjadi tegang saja karena jawaban Ipank barusan…..
aku semakin kaku dan bibirku kaku, kaitannya apa lagi ini dengan aku….batin ku mulai menebak nebak maksud dan akhir solusi perkara yang terwagu yang pernah kualami…kejadian yang tak jelas ujung pangkalnya ini…..
“Sudahlah “….jawabku….” janganlah semua yang ada disini bertengkar dan saling menyalahkan, aku sama sekali nggak tau dan tak terlibat disini….saya permisi saja, masalah sudah selesai dan jelas bahwa aku sama sekali nggak terkait persoalan ini…”…aku memutusnya henyak dari situasi ini…..tiba tiba Uwak Janggok membuka suara… “sabar nak, mungkin ada yang disampaikan Dinda Rayda butuh kekuatan batinmu”….
senyum antara menahan tangis dan menguatkan hati, seperti Uwak Janggok juga tau bahwa ada beban berat rayda pendam…..kulihat butiran berlian mulai akan menetes disudut matanya dan ditahannya….
Aku pun membetulkan posisi dudukku dan membiarkan tangan dinginnya memegang sudut pesona yang sampai saat ini selalu aku kenang….
“tabik buat semua yang disini, saya Rayda Puan…masih butuh ketenangan, nggak ingin diganggu dengan rumah tangga baru, Rayda ingin kerja mencari kan makan untuk anakku yang masih ditahan keluarga suamiku….mantan suami maksudku….kasiani aku kodong, jangan kie. saya ditekan seperti ini tauwa…” tangisnya mulai memecah seperti bisul memecah karena terpencet nanahnya….
__ADS_1
Senyumnya hilang, pundakku dapat bagian air matanya dan sembuyi wajahnya…..perasaan aku dapt untung terus ama nie cewek….tapi pikiran itu nggak terlintas waktu itu, jangankan mikir gerakan ambil untung….pikiranku masih simpang siur seperti perempatan yang macet akibat lampu bangjonya mati…..
sejurus kemudian suasana yang tadinya tegang jadi hening, haji aling menyambung……rokok sampoerna filternya…Uwak Janggok malah nyandar sambil senyum senyum saja seolah olah mengerti isi hati rayda….
Jarwo yang ceplas ceplos tanpa tedeng aling aling….nyletuk….”Pak Haji dan teman teman semua, brarti masalah sudah selesai dan Pak Wahyu nggak salah, saya diperintah Kapolres langsung untuk mengawal Pak Wahyu……menjaga keamanannya, karena pak Wahyu harus segera menyelesaikan proyek kantor dan perkantoran ini….jika kalian mengganggu maka proyek perkantoran Pemda Luwu ya nggak bakal selesai..”…..
Singkat cerita nggak ada yang perlu diceritakan lagi, Jarwo. kabur pulang sambil membisikkan…”sesuk critane karo nongkrong ning Pare Pare wae yo…”…dengan sigap kujawab “beres” …..sambil kami berpisah di gerbang kantor…irma dan gundul masuk ke ruangan sebelah, andi subejo juga…uwak janggok pulang setelah mengenalkan keluarganya termasuk .menantunya bernama lukman….
kuliat Rayda masih berdiri sambil nunduk di meja dekat piket menerima tamu….. aku acuh saja…sementara Ipank malah keluar beli bir…..katanya ngajak cleaning servis kami bernama Nawir…beli beberapa botol bir…..aku memutuskan masuk ruangan dan Rayda Puan menyusulku…..dan…….
taukah engkau rasa memendam rindu…..
betapa berat .menanggung rasa cinta……
sakitnya sering kambuh disetiap masa….
hati seperti bergoncang bagaikan gempa,
bibir kelu untuk berucap atau berkata……….
__ADS_1
pikiran gundah dan wajah merona merah,
ah…….. cinta, dimana sekarang engkau berada….