
Suara speaker aktif mendayu syahdu,lagu Indonesia berlirik merdu…..
Aku bahagia dengar kata cintamu
Tapi aku sedih menerima kenyataan
Bahwa tak hanya diriku yang menjadi milikmu
Bahwa tak hanya diriku yang menemani tidurmu
Bahwa tak hanya diriku ada di hatimu selamanya….
Sementara kami hinggap dengan angan masing masing RAYDA PUAN …taukah kamu, karena sebab apa kau korban diriku, sehingga aku seperti Nabi Yusuf yang menerima fitnah Zulaikha istri Al-Aziz, karena terpesona dan jatuh cinta….Wahai Rayda Puan…panah cintamu bagaikan fitnah ajaib yang membuatku lupa nyawaku hampir melayang karenamu…semnetara speaker aktif melantunkan lirik lagu itu…..
ini begitu salah tapi ini juga
begitu benar untuk aku yang dilanda
cintamu yang terus membakar aku
cintamu yang akhirnya membunuhku…
aku bahagia dengar kata cintamu
tapi aku sedih menerima kenyataan
bahwa tak hanya diriku yang menjadi milikmu
bahwa tak hanya diriku yang menemani tidurmu
bahwa tak hanya diriku yang slalu ada di hatimu selamanya……
kamu beringsut mendekatiku, kamu mencoba menatap erat dan lekat manik mataku, seperti ribuan magnet menyeret keluar aura cinta yang belum lama tumbuh bersemi..seperti biji kacang hijau berubah menjadi kecambah…
“kanda…” bisiknya bergetar….
“kanda masih kie marah denganku~ ???”…..
Aku hanya diam menatap lekat tak ada ekspresi marah atau dendam bahwa nyawaku akan melayang…….
__ADS_1
“maaf kie kelakuanku` ….kita baru kenal sudah merepotkan kanda, tabik sangat ka`….ijinkan aku menciumtangan ta` tanda takdzim…atau haruskah aku harus menebusnya dengan cara lain untuk mengganti marah ta`…”…
Aku hanya diam memandang ayu wajahmu, semakin menelisik apa maksud dari jebakanmu barusan itu…….
Sementara aku masih mencari kesan di matamu itu….telah pecah dengan langkahmu yang semakin mendekat dan bersimpuh didepan aku duduk itu….kamu menangis sejadinya… kuambil wajahmu mendongak ke atasku….. tatap kita bertemu, wajahmu yang ayu dan aku lelaki flamboyan didepanmu….
“apa yang menyebabkan kamu menuduhku sebagai fitnah…!!!…jawablah” tanyaku dengan intonasi sedatar mungkin …
“ engkau bukan fitnah kandaku, kamulah lelaki yang cuek dan tak menengokku dengan nafsu, tatap matamu dan gayamu cooll…. Kanda itu lelaki seperti magnet bagiku, kita` tak pernah jie melihatku seronok seperti lelaki lain, malah aku melintas beberapa kali juga cuek ditinggal nonton tv padahal aku sudah mencoba senyum tapi wajah ta` malah kaku…..”
Jawabanmu itu membuatku bergetar, naluri seorang pelindung seperti melingkupi ruanganku….” Dinda, “ jawabku dengan menahan jeda dengan helaan nafas…” kamu itu cantik, jadi wajar jika setiap lelaki akan terkesima denganmu….. kamu sadar atau tidak kamu bukan hanya cantik tapi mempesona, kamu itu perhiasan yang terbuang…kamu ibarat segengam emas …”..
Rayda Puan yang masih bersimpuh dipangkuanku berkata lembut…” Kanda jika adinda boleh kie` tau…apakah mungkin dinda memliliki kanda ??? meski dinda yakin sebagai yang kedua, tak lah mengapa….”….sebuah kata kata kurang ajar sebagai seorang perempuan yang baru aku kenal, kejujuran yang seharusnya aku sambar…
Matamu sering memejam lama membuatku semakin terlarut dengan suasana, hujan turun rintik rintik yang derainya sampai terdengar dari balik jendela, bukit bukit kecil depan kantor membuat cinta dalam romansa…….
cintamu yang terus membakar aku
cintamu yang akhirnya membunuhku……
lirik lagu yang masih mengalun dari speaker desk top membuat suasana yang alur cerita menuju keromantisan semu dua anak manusia.
kadang aku menantang badai yang datang……
karena badai kadang datang menerjang , meskipun aku…..
tak sekuat karang tak seperti iklan merk semen…..
tapi kehidupan sepait apapun harus jalani…..
ibarat sepotong tongkat menopang jalan si pincang…
itulah sedikit tentang aku………
embalilah kisahku dengan dinda Rayda Puan….
bidadari di kesunyian…..
jikalau takdirku bisa diputar dan diutak atik dikasih bumbu nafsu dan ambisi…. “spekulasi dalam perang kehidupan, tipu menipu itu biasa”
__ADS_1
Rayda yang datang tiba tiba ini pasti mempunyai maksud, maksud itu selalu tersembunyi bersama niat…. tangisan bidadari kadang seperti mata kepiting ketika didarat, ibarat umpama mata kepiting itu jika diamati akan selalu mengeluarkan air, jika kita umpama……
Aku yang terlalu sering melihat tipuan dan penghianatan, terlatih dengan mewaspadai orang…..karena hidup itu seperti nasehat karya Plautus berjudul Asinaria….jaman Romawi Kuno…Lupus Homini Lupus…(manusia adalah serigala bagi manusia lain)……seindah apapun merak ini datang, sepesona apapun, semerbak apapun wanginya sang peri Rayda Puan….semenangis darah pun jika tak tulus…..akanlah nampak meski sepersekian detik…kalo pakai istilah guruku…”kejahatan itu akan terlihat dari perbuatan, karena hati yang buruk akan nampak dari perbuatan…..
Akulah sang penyelamat yang tertipu jika tak bisa mencium gelagat, cobalah aku perhatikan dari pertama bertemu sampai saat ini……
datang dengan misterius….semua pergi dengan settingan… semua dengan rekayasa….. syukurlah Allah masih menyelamatkan aku…. dengan mesra aku memancing “dinda, jika aku menginginkan tubuhmu…apakah saat ini ikhlas????”…… dengan anggukan “ie”…dia sudah mulai menyerahkan diri……”aku langsung berdiri”…….dan menghenyak…..
bentakku pasti…..”KELUAR !!!!!!!!!!!!”…..
hardikku pasti…. dia kaget, tak menyangka tak mengira…… bagiku kamu sudah berubah menjadi setan, setan yang sesungguhnya………
when the angel change to the devil…..that’s you ‘re……
……..Rayda Puan……
kadang cinta itu membutakan, tapi cinta sejati itu mencerahkan…..
kadang cinta itu menyedihkan, tapi kini bagiku cinta itu memudahkan….
cinta itu indah jika hatimu memperhatikan dan jika hatimu kau pergunakan…..
………. I Love You Forever, until death do us part ……
Note :
Kitab Sirrul Assrar ,Bab 5 , Karya Syech Abdul Qodir jaelani,RA. ;
TQNS / Toreqoh Qodariyah wa Nasyabandiyah wa Syatarriyah ;
Guruku it`s means : Kyai Moh. Nur Rozaq (TQNS) ;
Back Ground Sound “Begini Benar,Begitu Salah” by.Dewi Dewi ;
Jinggle Song`s by Ahmad Dhani ;
__ADS_1