Redemption

Redemption
Bab 1


__ADS_3

Clover City, Negara N.


Tepuk tangan yang meriah terdengar di atas kapal pesiar mewah. Acara Fashion show nomor satu didunia sedang berlangsung. Menpilkan mahakarya yang unik dan berkelas. Setiap tamu dari kalangan atas dan orang penting.


Ditengah kegembiraan, setiap sudut dipantua dengan cermat dari kegelapan.


Setiap orang dengan senyum puas berbisik memberikan pujian pada setiap karya yang ditampilkan.


BAMM


Detuman keras menyita perhatian semua orang. Kapal pesiar tiba-tiba terombang-ambing. Semua orang berlarian panik untuk menyelamatkan diri.


"Dimana nona muda?"


"Sedang istirahat di kamar. Ada apa?"


"Cepat cari."


Dua orang bergegas melawan arus orang-orang.


Air telah menenggelamkan setengah kapal pesiar. Perlahan tenggelam bersama teriakan orang-orang yang ada di kapal pesiar.


"Mereka melakukan bunuh diri, selamatkan orang-orang terlebih dahulu."


"Baik kapten."


Tim penyelamat datang tidak lama kemudian.


Yu Meiren merasa kesulitan bernafas, seluruh tubuhnya terasa dingin, pengelihatannya buram. Samar-samar dia melihat seseorang berenang ke arahnya dan dia ditarik ke permukaan.


Yu Meiren melihat tim penyelamat langsung melakukan pertolongan sebelum ia menutup matanya.


Yu Meiren mengulurkan tangan dan menekan dahinya, rasa sakit di otaknya seperti ditusuk ribuan jarum, pikirannya belum jernih. Kilasan kilasan samar terus bermunculan bagaikan film yang sedang diputar.


Seingatnya, setelah menyebarkan virus di laboratorium Viper dia mati membusuk. Seharusnya setelah terpapar virus EM6613 kulit manusia akan membusuk perlahan-lahan dan akan mati dalam 5 hari.


Dia dengan sengaja membiarkan virus EM6613 menyebar di udara. Dia duduk dengan santai didalam laboratorium, melihat pimpinan organisasi Viper bergegas masuk meminta penjelasan tetapi malah merintih kesakitan di lantai laboratorium dengan kulit yang perlahan-lahan membusuk lalu mati dalam genangan darah dan nanah, yang bau busuk dan menghitam.


Kata terakhir pemimpin Viper, "Kenapa?"


Yu Meiren hanya bergeming.


Dia Yu Meiren terbiasa melihat kematian, kematian orang karena menjadi percobaannya di laboratorium, kematian orang karena obat buatannya yang digunakan organisasi Viper dalam segalah hal untuk merusak.


"Nona."


Panggilan samar mengantarkannya kembali ke kenyataan. Wajah asing tetapi pemilik tubuh mengenalnya, dia Wu Yue, pengawal pemilik tubuh.

__ADS_1


"Para polisi ingin meminta pernyataan dari nona muda." Dia berbicara dengan sopan dan penuh hormat.


"Biarkan masuk."


"Selamat pagi nona Yu."


Ya, nona Yu, dia sengaja menggunakan nama samaran, nama pemilik tubuh adalah Bai Meiren, dia mati tenggelam setelah ledakan kapal pesiar itu. Dan mulai sekarang dia Yu Meiren akan menjadi Bai Meiren.


Setelah polisi mengajukan pertanyaan mereka pergi kepada korban yang lain. Bai Meiren dibawa ke para medis militer.


"Nona Yu. Polisi berkata anda memiliki sesuatu untuk dikatakan." Seorang dokter mendekatinya dan mendorong kursi roda ke arah sofa. dimana disana ada dua orang berseragam militer dan tiga orang berpakaian biasa duduk.


Bai Meiren mengangguk, "Awalnya saya sedang istirahat dikamar dan berencana kembali saat tengah acara. Namun seseorang terlihat mengendap-endap di lorong sepertinya sedang menaburkan sesuatu, seorang nona muda yang kebetulan lewat menanyainya, dia berkata itu bubuk pengharum. tetapi setelah nona muda itu berjalan melewatinya dia memukulinya hingga pingsan."


Dokter dan empat orang lainnya saling pandang.


"Apa ada keanehan lain lagi nona?" Tanya salah seorang yang memakai seragam militer.


Bai Meiren terlihat berpikir lalu berkata, "Jika yang dia tabur itu racun dan ledakan itu bunuh diri. Mengapa dia membawa botol lain yang saya tebak itu adalah penawar racun. Saat dia sadar dia akan tenggelam dalam air beracun dia buru-buru mengeluarkan beberapa botol kecil dan menumpahkannya di air."


"Tetapi apa itu berpengaruh dalam volume air yang besar?" Salah satu dari orang yang berpakaian biasa bertanya.


"Hanya itu yang saya tahu, saya akan kembali."


"Silahkan, Terimakasih informasinya nona Yu." Dokter mengantar mereka keluar.


"Apa yang dikatakan nona Yu membuat saya menyadari sesuatu."


"Apa? " tanya seorang yang berseragam militer.


"Saat kami melakukan pemeriksaan memang ada zat aneh didalam darah setiap korban. Setelah kami cek di laboratorium itu zat beracun tetapi setelah enam jam zat itu menghilang dan semuanya normal." Dokter Zhu menjelaskan.


"Kami akan menyelidiki lebih lanjut masalah ini. Kami kembali dulu Old Zhu." Jendra Wen berdiri dari duduknya dan berpamitan.


"Baik, Old Wen."


Empat orang lainnya mengikuti Old Wen keluar.


...^^^***^^^...


"Pesan tiket untuk kembali ke negara C." Bai Weiran berjalan masuk ke penginapan, berencana membersihkan diri sebelum kembali.


"Baik, nona."


Meiren duduk di kursinya, di kursi sebrang duduk seorang yang terlihat familiar.


"Entah berapa banyak orang yang mereka lewatkan." Meiren memejamkan matanya untuk memisahkan diri dari dunia luar.

__ADS_1


Pesawat landing di bandara Kota Tian, Negara C.


Meiren lansung menuju ke Vila keluarga Bai setelah sampai.


"Renren." Seorang wanita yang terlihat di awal usi 50-an dan pria di usia sekitar 55-an menyambutnya di gerbang.


"Bu." Meiren balas menyapa.


"Ayo masuk." Chen Shi menggandengnya masuk.


"Apa kamu baik-baik saja sayang?"


"Baik, ayah."


"Ibu dan ayah sangat khawatir mendengar kabar ledakan itu," Kata Bai Ran yang berjalan menuruni tangga.


"Tidak seperti seseorang yang tidak pernah mengkhawatirkan ku." Meiren berkata mengejek.


"Siapa? Siapa? siapa yang berani mengabaikan tuan putri ku." Bai Ran berlari kecil menuju Meiran lalu memeluknya.


"Kakak aku sangat khawatir." Dia berkata dengan dramatis.


"A a a, aku percaya." Meiren mendengus.


"he he." Bai Ran membalas dengan cengengesan.


Bai Jun dan Chen Shi tertawa geli melihat kelakuan putra dan putrinya.


"Dimana Kakak?"


"Brother Xuan dan Sister Qian dalam perjalanan bisnis."


"tsk tsk tsk. Dua orang gila kerja." Decak Meiren.


"Renren istirahat dulu, ibu akan memanggilmu saat makan malam."


"Ranran, biarkan kakakmu istirahat."


"Kakak, ayo aku antar." Bai Ran menggandeng Meiren menuju kamarnya.


Dari ingatan Yu Meiren, Bai Meiren tahu kalau keluarga Bai hangat dan harmonis. Tapi di keluarga besar seperti keluarga Bai pasti ada beberapa masalah. Dari apa yang Meiren lihat mereka tidak akan berbalik untuk menyerang keluarga sendiri.


Keluarga Bai masuk dalam lima keluarga teratas di negara C. Keluarga besar menetap di ibu kita. sedangkan keluarga Meiren kadang-kadang akan tinggal di kota Tian untuk beberapa bulan setiap tahunnya.


Meiren berdiri di depan jendela kamar. Memandang jauh ke luar, ingatan kehidupan itu terus berputar. Bagaimana setiap hari jeritan kesakitan memenuhi laboratorium, bagaimana dia menyaksikan orang-orang yang tidak diinginkan organisasi dijadikan tikus percobaan, bagaimana orang-orang yang itu menghancurkan hidup mereka sendiri perlahan-lahan.


Apa yang dia buat selalu menguasai pasar gelap. Apa yang dia buat pasti akan menghancurkan. Itulah mengapa dia disebut tangan iblis.

__ADS_1


__ADS_2