Redemption

Redemption
Bab 2


__ADS_3

"Bu, aku keluar untuk jalan-jalan."


Bai Meiren berjalan menuruni anak tangga.


Chen Shi menoleh ketika mendengar dirinya dipanggil, "Hati-hati sayang."


"Dimana Ranran?" Bai Meiren mencari cari keberadaan Bai Ran di ruang tamu. biasanya dia akan bermain game diruang tamu saat senggang.


"Katanya akan bertemu teman sebelum kembali ke ibu kota," jawab Chen Shi.


"Hari liburnya telah selesai?"


"Empat hari lagi, dia akan kembali ke ibu kota lusa."


"Baiklah aku pergi dulu Bu." Bai Meiren mendekati Chen Shi lalu memberi pelukan dan ciuman di pipinya.


"Hati-hati."


Bai Meiren bergegas ke pintu dan memberi tanda oke dengan tangannya. Ia mengendarai mobil sendiri, melaju menuju tempat liburan yang ia pilih.


Bai Meiren sampai di Taman Impian. Taman impian letaknya di pinggir ibu kota, jauh dari keramaian ibu kota. Orang-orang menyebutnya desa di dalam kota, karena tempatnya yang didesain dengan suasana pedesaan. Sangat cocok untuk bersantai setelah menjalani kerasnya dunia. Taman impian juga hanya bisa di kunjungi 150 orang per hari, untuk menjaga kedamaian dan ketenangan pengunjung yang ingin beristirahat. Tiket bisa di pesan di aplikasi khusus mereka sebelum datang.


Bai Meiren menunjukan e-tiketnya sebelum masuk ke Taman Impian. Saat melangkah masuk Bai Meiren di sambut dengan suasanya khas pedesaan. Ada 30 Guest House yang bisa disewa maksimal tiga hari, ada ladang sayur, bunga dan sungai untuk memancing yang bisa dikunjungi oleh wisatawan. wisatawan yang ingin bersantai ataupun mencari inspirasi bisa berkeliling untuk melihat pemandangan dan ada cafe outdoor untuk menikmati pemandangan. wisatawan juga bisa menikmati pemandangan dari atas bukit dan ada goa kuno dibagian utara bukit yang bisa dikunjungi.


Bai Meiren berkeliling melihat lihat isi desa. Merasa lelah berjalan, ia memilih untuk duduk di bangku taman, memesan teh dan kue khas taman impian lalu menikmati pemandangan ladang bunga sejauh mata memandang.


Ia mengambil gambar dengan kamera yang dibawanya. setelah puas mengambil gambar, dia mengeluarkan ponsel dan membuka Weibo. Topik terpanas menarik perhatiannya. "Cassiopeia selesai tampil lansung bubar. Ada apa?"


Ia terus membaca hot topic dan melihat ke foto Cassiopeia yang sedang hangat-hangat nya diberitakan. Dia mengalihkan fokusnya dari ponsel dan melihat ke bangku sebrang yang cukup jauh darinya, disana seorang wanita menggunakan topi berwarna hitam, duduk sendirian.


Untuk desa Taman Impian yang bisa dikatakan cukup luas, pengunjung 150 orang masih menyediakan ruang yang cukup untuk menikmati kesendirian.

__ADS_1


Bai Meiren mengalihkan pandangannya dari wanita itu. Kembali menikmati waktu bersantai dengan pemandangan indah sebelum kembali ke Guest Housenya saat matahari akan terbenam.


Malam hari telah tiba, suasana sejuk menyambut Bai Meiren ketika membuka jendela Guest Housenya.


"Sudah lama sekali aku tidak bersantai seperti ini. Menikmati udara alam, rasanya sangat bagus." Bai Meiren bergumam saat mengingat di kehidupan sebelumnya dia hanya berkutik di laboratorium organisasi viper.


Semakin lama dia berdiri di jendela, ada perasaan aneh di tubuhnya, dia merasa dapat dengan jelas merasakan aliran darah di sekujur tubuhnya. Tetapi dia ragu, tidak mungkin aliran darah akan terasa seperti ini.


Dia mendongakkan kepalanya dan melihat bulan purnama. namun, yang membuatnya heran sulur-sulur cahaya dari bulan purnama terus menuju dirinya. seperti ada sesuatu yang menariknya kedalam tubuhnya.


Bai Meiren mengernyitkan dahinya bingung. Lama kelamaan kantuk yang berat menyerangnya. dia mundur beberapa langkah sampai di kursi santai di dekatnya lalu jatuh dalam kegelapan.


Sedetik gelap lalu sedetik kemudian terang, Bai Meiren bangun dengan waspada. Pemandan di depan matanya lebih membuatnya waspada.


"Apa aku kembali seperti sebelumnya? mati lalu hidup lagi di dunia yang berbeda?"


[Selamat Datang Tuan]


[Aku adalah penunggu ruang langit tuan.]


"Ruang Langit?"


[Ya, tuan tidak perlu khawatir. aku tidak akan membahayakan tuan. Jika tuan mati maka aku juga mati.]


Mendengar ini Bai Meiren menurunkan kewaspadaan nya. Dirinya masih beradaptasi dengan kelahiran kembalinya sekarang dia dihadapkan dengan hal aneh apa lagi.


"Mengapa aku bisa disini?"


[Karena tuan adalah pewaris Ruang Langit.]


"Ruang macam apa ini?" Bai Meiren bertanya dengan penuh penasaran.

__ADS_1


[Ruang langit hanya diwariskan kepada yang ditakdirkan. Dalam 10.000 mungkin akan ada satu pewaris yang ditakdirkan.]


"Mungkin?" kata mungkin memicu pertanyaan lain dalam benak Bai Meiren. Jika 'mungkin' itu berarti ada dua kemungkinan, ada atau tidak.


[Ya, mungkin. Dibutuhkan 10.000 tahun pencarian, jika tidak ada maka tunggu 10.000 lagi. Siapapun yang ditakdirkan, mereka mempunyai tujuan yang sama.]


"Tujuan? Apa?"


[Penebusan. Yang ditakdirkan adalah mereka yang akan menyelesaikan misi yang telah ditentukan.]


"Penebusan?" Bai Meiren menyeringai. "Apa karena dosa di kehidupanku sebelumnya sehingga aku dipilih?" Kilasan orang-orang yang telah mati karenanya terus berputar seperti film didalam otaknya. Virus yang dibuatnya telah menyebar ke seluruh dunia dan merenggut jutaan jiwa. obat-obatannya yang organisasi jual di pasar gelap, telah memakai banyak korban jiwa, menjadi obat tingkat teratas yang harus dimusnahkan. Bahkan untuk kasus obatnya telah masuk peringkat SSS, hanya prajurit khusus yang menangani transaksi ini dipasar gelap. organisasi viper adalah penguasa pasar gelap berpuluh-puluh tahun masalah obatnya tidak pernah teratasi, mereka menyebut obat itu dengan Wuyun.


[Bisa jadi tidak.]


"Kenapa?"


[Karena selain sang pencipta, tidak ada yang tau alasan Yang ditakdirkan dipilih. Banyak dosa manusia bukan kami yang menilai dan banyak pahala manusia bukan kami juga yang menilai. Semuanya tergantung sang pencipta.]


"Lalu apa misi yang kamu sebut?"


[Biar ku jelas kan tentang Ruang Langit terlebih dahulu tuan.]


[Ruang Langit akan terus menaikkan level dengan bantuan energi Langit dan bumi. Didalam ruang langit ada masa lalu dan masa depan, ada kuno dan ada modern. Teknologi didalam Ruang Langit lebih canggih 100000 kali dari didunia luar tetapi energi dari Langit dan Bumi mempengaruhi peningkatan nya.]


"Lalu bagaimana menggunakan energi langit dan bumi untuk meningkatkan Ruang?" Ada kebingungan di benak Bai Meiren ketika menerima informani aneh belakangan ini.


[Kultivasi. Kultivasi terendah di waktu malam hari, kultivasi energi bersih dimalam bulan purnama, kultivasi energi alam bisa menggunakan batu giok, kultivasi energi murni dengan benda kuno. Untuk benda kuno semakin murni energinya semakin bagus dan tua barangnya.]


"Baiklah, bagaimana dengan misinya?"


[Menghilangkan Aura jahat adalah misi utaman. Aura Jahat mengganggu keseimbangan alam dan kadang ada yang berevolusi lalu mempengaruhi manusia. Misi lain, ada yang akan menyampaikan nya seiring berjalannya waktu.]

__ADS_1


"Siapa?" Bai Meiren bertanya penasaran. "Bukankah itu berarti ada manusia seperti aku juga? yang mati lalu terlahir kembali dan mendapat Ruang Langit?" Dia mencoba memastikan keraguan nya.


__ADS_2