Redemption

Redemption
Bab 5


__ADS_3

"Teh Setelah Kematian?" Nama ini bukankah terdengar agak mengerikan.


[Dulu ada rumor tentang teh yang bisa menenangkan pikiran dan bisa membuat orang mendapat pencerahan. sehingga saat berkultivasi mereka akan maju lebih cepat dibandingkan orang lain. secara singkat selain menenangkan ini bisa membuat orang menjadi jenius di berbagai hal. tapi sayangnya teh ini hanya bisa hidup di lingkungan dengan aura jahat yang kuat. jadi walaupun ada sebelum mereka mendapatkannya mereka akan mati terlebih dulu karena terkena aura jahat.]


[Dikalangan orang-orang itu teh setelah kematian hanya sebuah legenda.]


Saat Xiao Bao menjelaskan, Bai Meiren juga menyusuri daerah sekitar goa untuk menemukan teh setelah kematian. Mendengar cerita ini dia menjadi sedikit penasaran dengan teh setelah kematian yang melegenda ini.


[Tuan disebelah utara.]


Xiao Bao berteriak girang didalam pikiran Bai Meiren.


Tidak jauh dari arahan Xiao Bao, dia menemukannya. Saat mendekat aromanya malah semakin memudar, jika Xiao Bao tidak menandai teh setelah kematian ini dia mungkin tidak akan pernah menemuninya.


semakin mendekati pohon teh, aromanya akan memudar. aromanya bisa tercium dari jarak 300 meter sampai 1 km. tetapi di pohonya sendiri tidak tercium aroma apapun itu hanya seperti rumput liar.


[Walaupun ini terlihat baru, ini harta yang tidak ternilai. Aura jahat cukup pekat di luar penghalang dan juga ditahan oleh penghalang. tetapi ini tidak akan cukup untuk menumbuhkan teh setelah Kematian. sepertinya dulu aura jahat disini lebih parah lagi. sisa-sisa aura jahat yang mengelilingi goa dalam jangka waktu yanh cukup lama ini melindungi pohon teh setelah kematian agar bisa terus tumbuh dan tidak hancur menjadi energi yang menyatu dengan alam.]


[Tuan cepat pindahkan ke dalam Ruang sebelum hancur menjadi energi karena telah terpisah dengan aura jahat.]


Bai Meiren lansung memindahkan pohon teh sebagai tanggapan. pohon teh legenda ini dia tidak boleh melewatkannya.


"Energi di dalam Ruang Langit bukan aura jahat, apa bisa hidup didalam ruang?"


Bai Meiren bertanya sambil menjauh dari goa, berencana untuk kembali. dia hampir dua hari di dalam goa.


[Tentu saja bisa. Energi di dalam Ruang Langit cocok untuk semuannya.]


Dalam perjalanan kembali dia mendengar alunan permainan guzheng. tetapi dia merasakan hal yang asing saat mendengarkannya.


Dulu dia tidak pernah bersentuhan dengan musik apalagi musik seperti ini yang terdengar seperti musik tradisional karena dulu dunia mereka berbeda.


Tetapi mendengar alunan ini, dia merasa seperti seorang ahli bukan hanya penikmat.

__ADS_1


"Apa ini efek buku musik kuno yang telah diserap?"


[Tuan Benar]


Bai Meiren mencari asal suara alunan merdu yang ia dengar. Tatapannya terhenti pada paviliun tidak jauh dari nya. seseorang sedang dengan fokus bermain guzheng tetapi terlihat mengernyit kan dahinya beberapa kali. sepertinya orang itu merasa nadanya tidak seperti yang dia inginkan. Dia memperhatikan orang itu cukup lama sebelum mendekati paviliun.


Orang itu membuka matanya dan berhenti memetik senar. Dia melihat seorang wanita muda dan cantik mendekatinya.


"Nona, apa kamu terganggu dengan suara petikan ku? jika begitu aku akan mencari tempat lain untuk berlatih." Dia tersenyum sopan dan berkata dengan nada meminta maaf.


"Kamu sedang mencari nada yang pas?" Bai Meiren tidak menjawab tetapi ikut duduk di paviliun.


"Nona juga paham musik?" Orang itu bertanya dengan antusias.


Bai Meiren tersenyum, "Sedikit paham."


"wahh, aku selalu sangat antusias bertemu kenalan yang memiliki kesukaan yang sama."


Bai Meiren juga merasa energi positif pada orang ini, karena itu dia menghampirinya. Pemahaman musik nya juga bisa dikatakan dalam, apalagi melodi yang tadi dia mainkan memiliki getaran yang berbeda, dia seperti bermain dengan sepenuh jiwa. memberikan jiwa setiap kali dia memetik senar, jadi ketika mendengarnya melodinya lansung menyentuh ke jiwa seseorang.


"Apa kamu sedang mencari inspirasi disini?"


"Iya, bagaimana denganmu?"


"Aku hanya datang untuk melihat-lihat." Bai Meiren menjawab santai. "Ah. Saat lewat tadi aku mendengar melod yang kamu mainkan tetapi dari posisi ku itu tergabung denga suara rintikan air dan itu terdengar cocok. mungkin kamu bisa mencobanya, kalau kalau kamu mendapat inspirasi baru." Bai Meiren hanya menyampaikan apa yang dia dengar.


"Benarkah?" Orang itu semakin bersemangat.


Bai Meiren menganggu lalu menunjuk arah dia datang tadi. "Di daerah sana ada aliran air kecil yang menetes dari tebing, itu membentuk beberapa suara-suara. kamu bisa kesana jika tertarik."


"Aku akan mencobanya." Dia bangun dan bersiap untuk pergi. "Ngomong-ngomong nona, siapa namamu?"


"Bai Meiren."

__ADS_1


"Aku Ming Ze. apa kamu asli dari kota tian? aku dari kota chang'an tetapi sekarang di ibukota. aku di ibu kota sudah tiga tahun, sekolah di akademi musik no.2 di ibukota."


"Oh, jadi kamu mahasiswa akademi musik. walaupun nomor dua, akademi musik no. 1 dan no.2 selalu menjadi pilihan teratas dan lulusan mereka semuanya jenius dan punya keunikan masing-masing."


"Wah, kamu tahu ini?"


Bai Meiren melihat ekspresi antusia di wajahnya, dia terkekeh, "Siapapun yang tertarik musik pasti tau tiga akademi musik top yang di ibukota. dan yah aku tinggal di ibukota, tentang ini aku pasti pernah mendengarnya." mereka mengobrol santai dan terlihat akrab seperti kenal lama yang baru bertemu lagi dan berbagi cerita menarik.


"Benarkah? apa kamu sedang buru-buru sekarang?"


"Sepertinya."


"Apa aku boleh menambahkan wechat? aku akan mengirim hasilnya saat melodi yang tadi telah selesai ku buat."


"Boleh."


Bai Meiren mengeluarkan ponselnya lalu membiarkannya memindai kode QR wechat nya.


"Apa kamu juga mahasiswi?" Ming ze agak penasaran karena dia melihat Bai Meiren seperti lebih muda darinya.


"tidak, aku sudah lulus beberapa bulan yang lalu."


"oh senior, boleh kah aku memanggil mu sister? aku akan masuk tahun ke empat dalam beberapa hari. ini hari libur jadi aku kesini untuk mencari suasana baru."


"jika kamu mau." Bai Meiren menyetujui untuk dia memanggilnya sister.


Ming Ze tersenyum lebar mendengar persetujuan nya.


"pergilah, agar kamu punya cukup waktu untuk mencari inspirasi."


"baik. terimakasih untuk sarannya sister. aku akan pergi dulu. sampai jumpa. mari bertemu di ibu kota nanti." Ming Ze berlari kecil dengan antusias menuju tempat yang Bai Meiren rekomendasikan. dia melambaikan tangan mengucapkan selamat tinggal dengan senyum lebar kepada Bai Meiren.


[Tuan anak ini sangat pintar.]

__ADS_1


"aku tahu. orang-orang seperti dia lebih baik karena mereka bisa menilai dan membuat keputusan sendiri. asalkan itu masuk akal menurutnya."


Ekspresi Bai Meiren tersenyum santai melihat Ming Ze menjauh. dia beranjak dari paviliun dan berencana kembali.


__ADS_2