Redemption

Redemption
Bab 10


__ADS_3

Melihat ini Bai Meiren mengangkat kedua tangannya. masing-masing nya memegang bahan baku.


"Ayo kita coba lagi. lihat bagaimana keberuntungan mu hari ini." Bai Meiren menyodorkan tangannya agar gadis itu memilih bahan baku.


"Bagaimana jika tidak ada giok?" dia bertanya dengan cemberut.


"Tidak masalah. kita akan mencobanya lagi. tapi saat mencobanya lagi buat persiapan yang matang," jawab Bai Meiren.


Gadis itu mengangguk setuju. dia menutup mata nya dan berdoa sebelum dia memilih bahan baku di tangan Bai Meiren.


"Bagus, pergi dan ajak kakekmu untuk memotongnya." Bai Meiren mengusap kepalanya.


gadis itu mengangguk senang kemudian dia berlari kecil menjauh dari lokasi judi batu.


yahhh


******* kecewa terdengar dari orang-orang karena bahan baku kali ini kosong.


"Bos, ini bahan baku terakhir." Bai Meiren menyerahkan bahan bakunya.


"Bos, potong hati-hati. aku merasa sangat gembira ketika melihat bahan baku ini. Bisa saja ini berisi giok," candanya.


"Nona, lelucon apa yang anda katakan." seorang pria diantara penonton itu tertawa terbahak-bahak.


"Kami juga selalu merasa senang melihat bahan baku, nona. Ha ha ha. seolah-olah itu memang ada giok nya tetapi pada akhirnya kosong." Dia mendesah kecewa di akhir kalimatnya.


"Paman, jangan katakan itu. bagaimana jika aku patah semangat juga." sahut Bai Meiren dengan nada bergurau.


"Nona muda ini benar. ayo jangan patahkan semangat kami untuk terus berburu giok." Seseorang di kerumunan penonton menjawab dengan semangat.


"Bos, ayo mulai potong. hanya potong sedikit di bagian ini." Bai Meiren menunjukkan bagian yang akan di potong, "Lalu di gosok."


Sesuai instruksi Bai Meiren pekerja mulai memotongnya. penonton menahan nafas dengan gembira ketika potongan pertama dilakukan.


"Hijau."


"Ini hijau."


"Luar biasa."


"Hijaunya terlihat sangat pekat."


"Mari tunggu apa semuanya hijau, atau hanya alarm palsu."


Para penonton sangat antusias. pekerja juga sangat senang, lapak pemotongan baha bakunya menjadi ramai.


setelah pekerja selesai menggosok bahan baku.

__ADS_1


"Ini king's green." Jeritan antusias seorang wanita yang baru bergabung.


mendengar ini, penonton menahan nafas. mereka bisa melihat king's green yang sangat langka secara lansung.


"Nona, ini cukup besar dan kualitasnya sangat baik." mata wanita itu bersinar dengan bahagia.


"Nona, 30 juta berikan padaku."


Wanita itu menoleh saat mendengar ini.


Dia menggelengkan kepalanya, "Ini adalah giok king's green dengan kualitas terbaik yang pernah saya lihat. 30 juta? tidak mungkin," dia menggeleng tidak percaya. "Nona, 100 juta."


dia lansung menaikan penawaran tiga kali lipat.


"110 juta."


"150 juta."


"170 juta."


"200 juta." wanita itu terus menaikkan harga tanpa ada beban.


"210 juta."


Aku tidak akan melepaskan harta karun hanya karena 10 juta. "250 juta."


"270 juta." Seorang pria tua menawar dengan gelisah.


"Kakek, jangan menganggap aku tidak sopan karena bertarung dengan orang tua," kata wanita itu saat melihat kakek tua yang bertarung dengannya dari awal.


"350 juta." Wanita itu bahkan tidak mau kalah.


"350 juta, ada yang ingin menawar lagi?"


Keheningan menyelimuti lokasi pemotongan.


"Selamat nona, anda memenangkan tawaran."


Pekerja memberikan batu giok kepada wanita itu.


"Selamat nona."


Bai Meiren puas dengan harga ini. Dia telah memindahkan energi batu giok ke Ruang Langit


dan akan menggunakan nya nanti untuk kultivasi.


sebelum menyerahkannya ke pekerja untuk dipotong dia telah memasukkan sedikit energi untuk membuat giok lebih murni. Kualitas nya menjadi yang terbaik. warna dan transparansi nya sangat jarang ditemukan dengan kualitas sebaik ini.

__ADS_1


Wanita itu mentransfer uang ke Bai Meiren setelah mendapatkan nomor rekening.


"Nona ini kartu namaku. jika ada barang bagus seperti ini jangan lupakan aku." Dia memberikan Bai Meiren kartu namanya.


Peng Yaqi. Toko perhiasan king&queen jade.


Keluarga Peng bisa dikatakan keluarga yang paling ahli mengenai giok di ibukota. Peng Yaqi satu-satunya cucu perempuan keluarga Peng. Bisa dikatakan dia adalah tuan putri keluarga Peng. dia dimanjakan oleh keluarganya sejak kecil. dia sangat menyukai perhiasan, jadi dia memperdalam keahliannya di bidang ini.


Keluarganya selain menjadi pemeriksaan giok, mereka juga penyuplai terbesar untuk batu giok. Toko penyuplai Jade World adalah milik keluarga Peng. Peng Yaqi satu-satunya yang terjun ke perhiasan, dia telah menjalani toko perhiasannya selama delapan tahun terakhir. dan itu berkembang pesat, menjadi salah satu toko perhiasan terbaik di ibukota.


"Tentu saja Nona Peng," Jawab Bai Meiren.


"Bagaimana aku memanggil mu?"


"Bai Meiren."


"Senang bertemu dengan mu nona Bai." Peng Yaqi menyapa dengan ramah. "Kemana tujuan nona Bai setelah ini?"


Bai Meiren telah meminta Xiao Bao mencari tempat untuk membersihkan gelang yang telah ia beli. dari informasi yang dia dapat orang itu ber marga Peng. Mungkin saja mereka terkait, ini akan menghemat usahanya.


"Mencari tempat untuk membersihkan gelang giok ku. itu sepertinya telah terkubur terlalu lama." Bai Meiren mengatakannya dengan santai sambil menepuk tas kecil yang ia bawa dan tempat ia menyimpan dua gelang yang tadi dia beli.


"Aku tau tempat terbaik untuk masalah ini. mungkin kita bisa pergi bersama?" Matanya terlihat antusias saat menawarkannya dengan ramah.


"Tentu saja, ini juga bisa menghemat waktu."


Setelah Bai Meiren setuju mereka kemudian pergi bersama meninggalkan lokasi pemotongan. Sebelum pergi Bai Meiren memberikan 10.000 yuan untuk pekerja sebagai biasa pemotongan bahan baku.


"Terimakasih nona, anda sangat murah hati."


Kemudian seorang pria tua dan gadis kecil datang ke lokasi pemotongan bahan baku tepat saat Bai Meiren dan Peng Yaqi meninggalkan tempat.


Diskusi tentang king's green masih hangat di antara penonton. Mendengar pria tua itu merasa sedih karena datang terlambat dan tidak bisa menyaksikan pemotongan giok yang begitu langka.


"Kakek ayo potong ini. jika ada giok, aku akan memberikannya sebagai hadiah ulang tahun kakek." Gadis itu berkata dengan gembira.


"Baik, Meimei memang sangat berbakti pada kakek." Pria tua itu mengusap kepala cucunya.


Pria tua itu merasa bahagia mendengar ini. belakangan ini dia mengajak cucu nya berjalan-jalan ke kota tua. Siapa tahu gadis kecil ini dengan sangat keras kepala ingin menemukan sendiri batu giok untuk nya. Dia telah mencoba berkali-kali dan tetap tidak mendapatkan batu giok. tetapi dia sangat keras kepala dan terus ingin mencobanya sendiri.


"Paman, ayo potong ini untukku." gadis kecil itu menyerahkan bahan bakunya dengan penuh harapan.


Setelah dipotong, warna merah terungkap. itu adalah jenis kaca. termasuk salah satu batu giok tingkat tinggi.


melihat ini gadis itu sangat antusias. "Kakek ada giok nya." dia terus melompat kecil dengan bahagia disamping kakeknya.


Pria tua itu ikut bahagia karena setelah banyak kegagalan, cucunya akhirnya beruntung menemukan bahan baku dengan giok kualitas tinggi di dalamnya.

__ADS_1


__ADS_2