Redemption

Redemption
Bab 6


__ADS_3

Sebelum kembali Bai Meiren menginap di hotel terdekat dari kota tua. Dia hanya bermalam di hotel. walaupun kultivasi membuat tubuhnya berbeda denga orang kebanyakan tetap saja berurusan denga aura jahat menghabiskan banyak energi. dia perlu istirahat sebelum kembali.


Dia mengambil ponsel, mencari nomor seseorang di daftar kontak lalu menelpon nomor tersebut.


Setelah tiga deringan, orang diseberang menerima panggilan.


"Halo, Renren. Apa kabar sayang?"


"Halo Bu. Aku baik-baik saja. Bagaimana dengan ibu?"


"Ibu juga baik. Bagaimana liburan mu nak?"


"Itu luar biasa bu. tempatnya sangat cantik. Kapan-kapan kita liburan sekeluarga," jawabnya antusias.


"Itu bagus kalo kamu menyukainya."


"Aku akan ke ibukota besok. Kapan kalian akan kembali?"


"Ayahmu bilang akan kembali ke ibukota bulan depan."


"Baiklah, kabari aku saat kalian akan kembali."


"Tentu saja."


"Baiklah bu, aku akan istirahat dulu. bye-bye bu."


"Istirahat yang baik sayang. bye-bye."


Dia menjawab dengan 'umm' sebelum menutup telpon.


Pada malam hari dia menikmati teh dari daun teh setelah kematian sambil membaca buku di kamar hotel.


"Sungguh teh legenda seperti yang di rumorkan," gumannya, dia merasa pikirannya juah lebih rileks dan segar setelah meminum teh ini. energi didalam tubuhnya juga terasa seperti diisi kembali itu terasa sama sepeti saat dia menyerap energi bulan purnama.


[Tentu saja. ini bisa memulihkan vitalitas seseorang.]


"Aku harus membiarkan keluarga ku mencobanya."


dia sudah membaca cukup lama, sebelum beralih mengambil peralatan dan membuat sketsa.


"Xiao Bao, bagaimana dengan informasi yang aku minta?"

__ADS_1


[orang-orang di list nama ini memiliki catatan yang bersih dan kemampuan yang tinggi.]


Bai Meiren masih dalam kultivasi yang rendah, teknologi di dalam Ruang Langit belum bisa menyatu lansung dengan pikirannya, Ruang teknologi belum terbuka. Jadi dia membinta Xiao Bao mencari kandidat yang tepat untuk menjadi karyawan di perusahaan barunya Skywall, awalnya Bai Meiren yang asli membangun studio fashion dengan nama skywall studio dan karyanya selalu diberi sulaman khas dengan huruf SW.


Dia ingin mengembangkan usaha Bai Meiren yang dulu sehingga dia sudah merencanakan untuk membangun perusahaan induk nya dengan nama yang sama perusahaan Skywall.


Bai Meiren yang dulu sangat hati-hati dalam memilih orang yang akan bekerja sama dengannya. hingga kini di studio hanya ada 15 karyawan. hasil rancangannya tidak banyak tetapi kualitasnya top bahkan masuk 10 jajaran brand teratas dalam negeri. selalu ada sentuhan yang berbeda pada setiap karyanya tetapi pengamat mengatakan ciri khas SW fashion adalah ada pada jiwanya. setiap karyanya selalu memiliki jiwa tersendiri dan ada teknik sulaman tradisional yang langka yang digunakan.


ada satu desainer di timnya, Qiao Xin, selain dirinya design akan dilakukan oleh Qiao Xin tetapi untuk sulaman itu akan di sulam lansung oleh Bai Meiren yang dulu.


Setiap musim mereka akan memproduksi 10 design baru. 5 desain utama yang hanya di produksi lima buah dan 5 lain nya hanya akan di produksi 50 buah. Target mereka adalah kalangan atas. Apalagi nyonya dan nona muda keluarga kaya yang selalu menginginkan barang yang istimewa yang tidak bisa didapatkan banyak orang.


Bai Meiren yang dulu telah dihadiahi gedung dengan 30 lantai padahal hanya memakai tiga lantai untuk kantor, produksi studio dan tempat pameran setiap musimnya. Setiap saudaranya akan diberikan modal untuk bisnis mereka. itu disesuaikan dengan keinginan mereka, bisa dalam bentuk uang atau apapun yang mereka mau. Saat di SMA keluarga mereka telah mulai dilatih untuk terjun ke bisnis. Seperti sekarang, Bai Ran saudara laki-laki nya sangat menggemari game online, sehingga dia sedang mempelajari bidang profesional e-sport, untuk kedepannya dia ingin melanjutkan bidang e-sport atau tidak itu terserah dia.


Bai Meiren selalu merasa lingkungan hidup Bai Meiren asli sangan positif.


Lokasi studio dan perusahaan baru Skywall ada di kawasan industri kelas atas. Dua puluh menit dengan mobil akan masuk ke daerah perumahan mewah wind park, tempat tinggal impian kalangan atas. Jadi bisa dikatakan perusahaan ini di tempat yang sangat strategis untuk kalangan atas, walaupun agak jauh dari pusat industri ibukota.


Ada tiga bangunan perkantoran, dua bangunan apartmen, dua puluh rumah dengan konsep rumah cluster, ada mall, restoran dan fasilitasnya lainnya yang sangat lengkap. Mereka menyebut kawasan ini sky kingdom.


Sangat sulit untuk menyewa dan membeli rumah di kawasan sky kingdom walaupun mereka punya banyak uang. Keamanan di sky kingdom sangat ketat. Tidak semua orang kaya bisa tinggal dikawasan ini.


Saat sedang sibuk dengan dokumen, pendengaran tajam Bai Meiren yang semakin sensitif setelah menerobos mendengar kericuhan dari jarak yang cukup jauh.


[Ada Bahaya]


Peringatan dari Xiao Bao membuat Bai Meiren mengalihkan fokusnya dari dokumen.


"Apa yang terjadi diluar?" Bai Meiren merasa terganggu dengan suasananya.


Xiao Bao menganalisis situasi diluar untuknya.


[Ada penjahat masuk ke hotel dan melukai orang-orang. Ada pasukan tentara yang sedang dalam perjalanan.]


"Berapa orang?"


[Dua puluh tiga orang.]


"Oh, banyak orang." Bai Meiren menyimpan semua dokumen ke Ruang Langit sebelum berjanak dari kursi dan meninggalkan kamar.


Dia turun ke lantai bawah dengan tangga darurat. di perjalanan dia mendengar suara tangis anak kecil dan suara seorang wanita.

__ADS_1


"Gadis baik, tidak apa-apa. Jangan takut, kakak disini."


Semakin dia berjalan mendekat dia mencium bau darah dimana-mana.


Dia diam-diam memperhatikan tiga orang di tangga darurat. Seorang wanita yang terluka, seorang wanita muda dan seorang gadis kecil yang menangis.


Dengan jelas dia mendengar wanita itu berkata.


"Nona bawa putri saya pergi. Asalkan putri saya selamat saya tidak apa-apa."


"Nyonya bertahan sedikit lagi, kita pasti bisa pergi."


"Kalian. ayo pergi bersama." Bai Meiren keluar setalah memastikan situasi.


Mereka menoleh kepadanya setelah mendengarnya berbicara.


"Kamu?" Nona muda itu melihatnya waspada.


"Tamu hotel. ayo pergi sebelum ada yang datang. Jangan kelantai atas mereka pasti menuju kesana."


"Tapi seseorang mengejar kami dari lantai bawah." Nona itu berkata agak sedikit cemas.


"Tidak apa. aku akan memeriksa keadaan, jika aman mendekat jika tidak tunggu aku."


Nona muda itu mengangguk setuju, walaupun berbahaya ini lebih pasti daripada kelantai atas yang adalah tujuan utama penjahat itu.


Bai Meiren memeriksa keadaan di depan dan dia bertemu orang yang mengejar tiga orang tadi. Tanpa basa-basi dia lansung menembakan peluru padanya.


Dorr dorr dorr


Bai Meiren dengan gesit menghindar. Dengan cepat dia mendekati penjahat tanpa ragu. Membalikkan arah peluru dan menembaknya tanpa berkedip tepat di dahinya.


Kecepatannya Bai Meiren setelah melakukan kultivasi berada pada level yang berbeda. sehingga saat dia bergerak penjahat itu bahkan tidak bisa bereaksi.


"Ayo pergi."


Mendengar suara Bai Meiren mereka bertiga keluar dari persembunyian. sepanjang waktu mereka hanya mendengar suara tembakan.


Saat mereka mencapai lantai dua, mereka keluar dari tangga darurat. Melihat kondisi dilantai dua, ada banyak orang telah mati ditembak, ada bau darah yang pekat di koridor.


Bai Meiren mengajak mereka masuk ke kamar di dekat lift.

__ADS_1


"Diam dan jangan bersuara. orang-orang itu telah melewati lantai ini."


Mereka bertiga mengangguk paham.


__ADS_2