
Laboratorium khusus militer
"Tubuh mereka sudah di persiapkan untuk kebal terhadap racun. Obat bius yang digunakan tidak akan mempengaruhi mereka secepat ini." Profesor Zhu menjelaskan kepada tiga orang yang duduk di sofa.
"Kami telah melakukan penelitian mendalam terkait hal ini," Lanjutnya.
"Tim keamanan hotel juga mengatakan, orang-orang itu seperti tidak bisa mati. mereka telah menembak beberapa kali ke titik-titik fatal tetapi mereka tetap bangkit," Lanjut profesor Zhu.
"Hasil otopsi membenarkan pernyataan tim keamanan hotel. selain yang ditembak oleh penembak jitu rata-rata semuanya memiliki lebih dari satu peluru di titik-titik fatal tubuh mereka," Lanjutnya.
"Apa kekebalan tubuh mereka memiliki batas waktu?" Suara dingin kapten jin menambah tegangan di dalam ruangan.
"Ini bisa jadi tetapi dari hasil pemeriksaan kekebalan tubuh mereka terhadap racun maupun obat bius tidak memudar sedikit pun. Hanya saja seperti kehidupan mereka layu. energi mereka tiba-tiba kacau sehingga mempengaruhi organ dalam mereka. kasus sangat langka bahkan mungkin tidak pernah terjadi di dunia medis."
"Apa mungkin itu efek samping dari obat-obatan yang mereka konsumsi untuk meningkatkan kekebalan tubuh mereka?" Jendral wen mencoba mengeluarkan apa yang ada di pikirannya.
"Kami akan meniliti hal ini lebih lanjut. inj masih terlalu abu-abu." Profesor Zhu juga tidak bisa memastikan apa-apa untuk saat ini.
Suasana di ruangan itu sangat serius.
"Nona Yu yang memberi kita informasi waktu itu dikabarkan meninggal. Kami telah memeriksanya secara khusus. Ada kerusakan di organ dalamnya itu mirip dengan kerusakan jika seseorang meminum pil 61," jelas profesor Zhu
"Bagaimana dengan yang lain?" Jendral Wen bertanya dengan serius.
"Nona Li juga meninggal dengan keadaan yang mirip dengan nona Yu," jelas profesor Zhu.
"Nona Li ini orang yang dimaksud oleh nona Yu." Jendral wen memberikan pernyataan.
"Ya. hanya mereka berdua yang berada paling dekat dengan lokasi target menuangkan racun." profesor zhu membenarkan pernyataan jendral wen.
......***......
Setelah minum teh bersama, nyonya tua Bai pergi ke kamarnya untuk beristirahat. sedangkan Bai Meiren ngejak Bai Xi ke halaman belakang masion.
Ada paviliun untuk bersantai di halaman belakang.
ada dua meja kecil yang bisa digunakan untuk belajar.
"Xixi. ayo gambar sesuatu untuk sister. ada teh disini jika kamu haus dan ada cemilan jika kamu lapar." Bai Meiren memberikan alat menggambar untuk Bai Xi. di meja meja satunya dia menaruh teh dan cemilan.
Bai Xi mengangguk paham, lalu dia dengan ngembira mulai menggambar.
Bai Meiren merebahkan tubuhnya di atas kasur yang menjadi alas paviliun. dia memejamkan matanya dan masuk ke Ruang Langit.
"Xiao Bao, mengapa aku merasa sangat lelah?"
[Tuan telah menggunakan banyak energi untuk menyerang para penjahat dari dalam. Mereka bukan orang biasa. Mo Ran memang mengambil mereka secara acak tetapi dalam satu minggu mereka telah dilatih dengan energi jahat yang merusak. tubuh dan pikiran mereka di rusak lalu ditempa kembali agar semakin kuat.]
"Mo Ran ini cukup mampu." Bai Meiren menyeringai dan dengan santai berkata, "ayo hancurkan kebanggaan nya satu persatu sebelum dia mati."
Setelah mengatakannya Bai Meiren mengambil posisi lotus untuk berkultivasi.
Dia perlu meningkatkan kultivasi nya untuk menjalankan misi. misi pertama dengan target ketua naga hitam, bagaimana dengan misi selanjutnya? bukankah itu akan semakin sulit? dia harus menambah kekuatannya dengan cepat.
__ADS_1
Keesokan harinya Bai Meiren pergi ke Skywall studio untuk menyerahkan tiga design yang sudah dia buat, sekaligus meninjau design yang telah tim nya buat. Setelah presentasi tim design selesai dia berpamitan dan pergi mengecek perusahaan nya yang akan segera di buka.
Saat siang hari Bai Meiren pergi ke kota tua di ibukota. dia masuk ke beberapa toko barang antik tetapi tidak ada yang menarik perhatiannya. ada beberapa barang antik asli yang memiliki energi abu-abu di toko, itu adalah barang yang di buat dari barang antik asli yang telah rusak.
Dia berhenti di salah satu toko barang antik di pinggiran jalan. Ada dua gelang yang menarik perhatiannya. tetapi gelang itu tidak terlihat seperti barang berharga, hanya gelang biasa yang telah menghitam oleh waktu.
"Bos, berapa harga gelang ini?"
"Itu sepasang, 100 yuan untukmu." Penjaga toko terlihat tidak peduli. Diantara barang yang dia jual barang ini memang yang paling tidak menarik.
"Baik, ini untuk ku." Bai Meiren memberikannya 100 yuan dan dia pergi membawa gelang itu.
Penjaga toko cukup puas karena gelang itu dia beli dari pengemis karena kasihan, dia hanya membelinya 60 yuan waktu itu.
Bai Meiren masuk ke beberapa tolo bahan bsku batu mencari bahan baku batu yang memiliki giok berkualitas tinggi.
Dia mengambil tiga bahan baku batu seukuran sedikit lebih besar dari buah apel, satunya hanya sekepal tangan dan yang lainnya bahan baku batu kosong.
Dia membawanya ke bos toko untuk membayar.
"Bos. Berapa semuanya?"
Bos toko melihat wanita muda ini masuk ke tokonya beberapa saat yang lalu. dia terlihat memilih bahan baku dengan bosan lalu akhirnya mengambil beberapa bahan baku batu dengan santai. Bos berpikir dia pasti datang hanya karena penasaran dengan judi batu giok lalu mencoba keberuntungan.
Bos hanya menggelengkan kepala pelan. banyak anak muda yang datang bermain-main di kota tua. tetapi tidak apa-apa lagipula itu menguntungkan nya.
Bos menimbang lima bahan baku milik Bai Meiren.
"satu pon 400 yuan, 35 pon. 14.000 yuan."
Saat tidak ada yang memperhatikan, Bai Meiren memindahkan bahan baku yang berisi giok paling tinggi ke dalam Ruang Langit.
Dia membawa empat sisanya ke lokasi judi batu.
"Hijau."
"Hijau."
Seorang gadis kecil disampingnya terus berbisik. Sepertinya sangat mengharapkan dia bisa mendapatkan batu giok.
"Bos, potong ini untukku." Bai Meiren memberikan bahan baku yang dia pilih untuk di potong.
Setelah beberapa bagian dipotong, warna hijau mulai terlihat.
"Hijau."
"Hijau, ada batu giok didalamnya!"
"Ada giok!"
Para penonton tampak sangat bersemangat.
"Nona, saya menawarnya 1 juta yuan."
__ADS_1
Ukurannya bisa dipastikan lebih besar dari ibu jari. ini cukup besar dan mahal, warnanya juga hijau agak pekat.
"Nona, saya menawarnya 2 juta."
"3 juta."
"Ini jenis kaca."
"luar biasa."
"keberuntungannya sangat bagus."
"Nona saya menawarnya 5 juta."
Untungnya walaupun ini judi pinggir jalan. pekerja juga memiliki rekan yang bertanggungjawab menjaga kedamaian.
"Penonton, seperti biasa. penawar tertinggi yang berhak mendapatkannya."
"7 juta."
para penonton bahkan lebih tidak sabaran dibanding Bai Meiren.
"9 juta."
"10 juta."
"12 juta."
"15 juta."
"20 juta." Orang-orang lansung menoleh ke sumber suara.
yang menawar adalah seorang pria cukup muda di antara usia 28-30 tahunan.
"Ada yang ingin menawar lagi?" pekerja itu memastikan kepada penonton sebelum mengumumkan.
"Tuan muda ini yang berhasil memenangkan taruhan, selamat." pekerja itu menyerahkan batu giok kepada pria tadi.
"Nona, saya akan mentransfer uang nya."
"Xiao Bao rekening bank baru."
[Siap tuan.]
Bai Meiren memberikan rekening bank nya dan pria itu mentransfer uang nya.
Bai Meiren memberikan batu lain ke pekerja untuk dipotong. kali ini itu bahan baku yang kosong.
Bai Meiren memperhatikan gadis kecil yang ikut berdesakan di sampingnya.
"Gadis kecil, kamu sudah mencoba berjudi batu juga?"
Gadis itu mendongak, jadi Bai Meiren merendahkan badannya agar mereka sejajar.
__ADS_1
"Aku selalu mencobanya bersama kakek. tetapi bahan baku ku selalu kosong." Raut wajah nya berubah sedih saat mengatakannya.