
Ye Tian terus berkultivasi tanpa menghiraukan waktu dan dengan cepat sebulan telah berlalu namun tidak ada tanda-tanda Ye Tian berhenti berkultivasi dan saat ini Ye Tian sudah menembus ranah Inti Giok puncak setengah langkah di ranah Bumi. Sedangkan ular putih bertanduk masih saja melihat kearah Ye Tian tanpa sedikit pun bergerak dari awal hingga saat ini dan tatapan matanya tetap terpaku pada sosok halus Ye Tian yang tetap diam berkultivasi
Boom
Ledakan teredam yang cukup keras terdengar dari dalam tubuh Ye Tian yang akhirnya melangkah diranah Bumi dan saat ini dia membuka matanya yang memancarkan kilatan cahaya berwarna-warni dan aura agung menyelimuti setiap sudut gua, namun auranya tidak tidak menekan mahluk yang merasakannya, justru itu sangat nyaman dan menyenangkan bagi mereka
Ular putih bertanduk itu terkejut dengan aura agung yang keluar dari tubuh Ye Tian dan itu membuatnya sedikit bertumbuh karena efek dari terkena langsung cahaya berwarna-warni ini dan kekuatannya pun meroket dengan cepat sampai dia juga menembus ranah bumi yang sama dengan Ye Tian
Beberapa saat kemudian, aura agung Ye Tian akhirnya meredup dan terlihat tubuh Ye Tian yang sedikit lebih besar lagi dengan otot-otot tubuhnya yang terlihat namun tidak berlebihan, serta aura yang dipancarkan olehnya lebih kuat dari orang diranah Bumi biasa jelas dia bukanlah orang dengan ranah Bumi yang biasa saja dan bahkan jika dibandingkan, dia akan setara seperti sudah berada diranah raja dan bahkan itu masih sedikit lebih kuat
Ye Tian berdiri dan memperlihatkan tubuh putih polosnya dan berjalan keluar dari danau air spiritual dibawah tatap mata ular putih bertanduk yang terus melihatnya tanpa berkedip sedikit pun, setelah dia keluar dari danau air spiritual, Ye Tian segera mengeluarkan pakaian dari cincin penyimpanan dan mengenakannya segera lalu setelah selesai dia melihat kearah ular putih bertanduk yang tubuhnya sudah bertumbuh sedikit
Ye Tian berjalan menghampiri ular putih bertanduk itu lalu berkata "hei ular kecil, apakah kau akan menatapku dengan tatapan seperti itu terus? kau tidak mungkin terpesona olehku bukan?" kata Ye Tian dengan senyuman diwajahnya dan itu segera membuat ular itu tersadar dan segera menolehkan kepalanya dan segera pergi dari tempatnya
"Hei ular kecil, kau itu sudah diranah bumi, harusnya kau sudah bisa berbicara bukan?" teriak Ye Tian yang melihat ular putih bertanduk pergi tanpa mengeluarkan suara apa pun seperti sebelumnya
Ular putih bertanduk itu berhenti bergerak dan menoleh melihat Ye Tian dan kini ekspresi acuh tak acuh terlihat jelas di wajah ular itu lalu dengan suaranya yang kecil dia berkata "aku memang sudah bisa berbicara saat ini, tapi aku tidak akan mau berbicara denganmu, hmph" ular itu segera bergerak lagi, namun saat ini Ye Tian malah tertawa dengan keras
__ADS_1
"Hahahaha"
"Hei apa menurutmu yang lucu dari yang kukatakan" ular putih bertanduk itu menyipitkan matanya kepada Ye Tian
"Suaramu itu sangat lucu ular kecil" kata Ye Tian masih terus tertawa, lalu melanjutkan "dan juga kau bilang kau tidak akan berbicara denganku tapi nyatanya kau banyak bicara barusan" Ye Tian terus tertawa hingga menggema di seluruh gua
Mendengar itu, ular putih bertanduk berbalik lagi dan segera menghilang dari pandangan Ye Tian dan memasuki celah yang hanya muat untuk tubuhnya yang kecil
Sementara itu, disuatu ruangan dengan banyak tumpukan kertas diatas meja. Seorang gadis cantik sedang merenung dan melihat kearah tumpukan kertas diatas meja itu tapi dia tidak sedikit pun bergerak untuk mengerjakan pekerjaannya ini dan tampak jelas di wajah cantiknya, gadis itu terlihat seperti sedang memikirkan seseorang yang tiba-tiba saja menghilang tanpa kabar
Tok Tok Tok
Gadis cantik yang ternyata Qin Zining itu segera hanya melihat sekilas kearah pintu dan berkata "siapa itu yang ingin bertemu?"
"Ini adalah tuan muda Kong" kata suara pelayan diluar pintu
"Suruh dia pergi, aku tidak ingin menemuinya untuk saat ini" kata Qin Zining yang suaranya dia buat setenang mungkin
__ADS_1
"Ta-tapi nona Qin-"
"Cepat katakan itu padanya, jika kau masih bersikeras untuk aku keluar dan bertemu dengannya sebaiknya kau pergi saja dari sini" teriak Qin Zining dengan keras dan nadanya yang dingin, sangat berbeda dengan Qin Zining yang biasanya bersikap lembut dan hangat kepada siapa pun sehingga dia bukan hanya menjadi wanita yang dikenal karena kecantikannya tetapi juga kebaikan hatinya
Mendengar suara dingin Qin Zining, pelayan itu tidak berani lagi tinggal disana dan dengan cepat pergi ke ruang tunggu tempat Kong Lian menunggu
Sedangkan Qin Zining yang berada didalam ruangannya hanya menghela nafas berat, dia benar-benar lepas kendali sekarang saat mendengar nama Kong Lian disebutkan, tetapi bukan hanya itu saja, dia selama beberapa minggu ini benar-benar tidak fokus dalam pekerjaannya dan selalu saja dia memikirkan seseorang yang sudah lebih dari sebulan ini tiba-tiba menghilang tanpa kabar
"Kemana dia pergi sebenarnya? kenapa dia tidak mengatakannya jika dia ingin pergi dari kota Awan ini!" gumam Qin Zining merasa kesepian tanpa kehadiran orang yang belum lama dia kenal namun dia merasakan kesepian saat tidak melihatnya selama lebih dari sebulan ini
Qin Zining terus diam saja tidak memperdulikan kertas bertumpuk diatas meja ini yang sudah terkumpul sangat banyak karena permintaan daging binatang buas yang kini persediaannya sudah mulai habis dan walau pun masih tetap ada orang yang akan menjual binatang buas disini, mereka tidak akan datang dengan banyak darinya, dan lagi kebanyakan binatang buas itu hanya berada diranah Inti Perunggu dan Inti Perak dan Ye Tian yang biasanya akan menjual binatang buas dengan jumlah banyak sekaligus tidak pernah dia lihat selama ini, entah karena dia sudah pergi meninggalkan kota Awan ini dan datang ke kota lainnya atau karena Ye Tian yang saat ini sedang berburu saja, dia tidak tahu
Brak
Tiba-tiba pintu terbuka dengan paksa dan seorang pemuda tampan yang terlihat marah memasuki ruangan sambil berteriak "Zining kenapa kau tidak ingin menemuiku hah? apa kau tidak ingat aku adalah tunanganmu!" teriak Kong Lian dengan marah
"Aku tidak peduli walau kau tunanganku, yang menginginkan hal itu adalah kamu dan aku tidak pernah setuju untuk itu, jika kamu tidak senang dengan yang aku lakukan kenapa kau tidak membatalkan saja pertunangan kita!" kata Qin Zining dengan dingin dan matanya memancarkan aura ganas yang tidak seperti penampilan cantiknya
__ADS_1
Merasakan aura Qin Zining yang lebih kuat dari dirinya, Kong Lian diam tanpa bergerak sedikit pun tetapi tatapannya jelas memperlihatkan kemarahan dan kebencian "baik, sangat baik, aku akan pergi sekarang tapi aku tidak akan pernah membatalkan pertunangan kita dan aku pasti akan memilikimu seutuhnya dan saat itu kau tidak akan bisa mengatakan apa yang kau ucapkan sekarang" Kong Lian berbalik pergi setelahnya dan segera pergi ke kediamannya
BERSAMBUNG.....